TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Racing
Postingan Populer
News
BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.
Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.
Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.
Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.
Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.
Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.
Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.
Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.
"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.
Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.
"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," lanjutnya.
Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.
Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.
Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.
Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.
Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.
Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.
"Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi," katanya.
Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan," ujar Trunoyudo.
Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.
"Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla," katanya.
Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.
Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.
MANGGARAI, NTT — Dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana terus mengalir. Di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, bantuan terpal disalurkan untuk mendukung kebutuhan warga selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Jumat (4/9/2026) pukul 09.30 WITA, sebanyak delapan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pegawai Kecamatan Reo menerima bantuan terpal dari Pegadaian di Posko Logistik Kecamatan Reo.
Penerimaan bantuan tersebut dipimpin Briptu Naufal. Bantuan terpal selanjutnya menjadi bagian dari dukungan logistik yang disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan, terutama sebagai perlengkapan perlindungan sementara.
Keterlibatan personel Satgas SAR Korps Brimob bersama pemerintah kecamatan dalam penerimaan bantuan menunjukkan pentingnya sinergi dalam penanganan dampak bencana. Koordinasi antara petugas di lapangan dan unsur pemerintah terus dilakukan agar bantuan yang datang dapat dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Bantuan dari berbagai pihak juga menjadi bentuk kepedulian dan gotong royong dalam membantu masyarakat menghadapi situasi pascabencana. Dukungan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga sekaligus mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Satgas SAR Korps Brimob terus hadir bersama unsur terkait untuk mendukung penanganan bencana dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah tugas.
JAKARTA — Polri terus memperkuat pelayanan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat menyusul aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, Gunung Sinabung masih berstatus Level III atau Siaga.
Meski intensitas asap kawah mengalami penurunan, Polri bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait tetap meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi perkembangan situasi.
Berdasarkan data Polda Sumatera Utara, asap kawah Gunung Sinabung terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian 50 hingga 300 meter di atas puncak kawah.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penurunan intensitas asap tidak menjadi alasan untuk mengurangi kewaspadaan. Polri bersama seluruh unsur terkait terus memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan.
“Meskipun intensitas asap kawah menurun, status Gunung Sinabung masih Level III atau Siaga. Karena itu, Polri bersama Pemkab Karo dan TNI tetap memperkuat kesiapsiagaan. Masyarakat kami minta tetap tenang, tetapi waspada, mengikuti setiap arahan petugas, dan tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya,” ujar Trunoyudo dalam Keterangannya di Jakarta (3/9).
Hingga pagi ini, sebanyak 374 warga Desa Kuta Tengah masih berada di lokasi pengungsian Jambur Desa Suka Tepu. Polri bersama Pemkab Karo dan TNI terus memastikan keamanan serta kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian.
Bantuan dari Kapolda Sumut juga telah disalurkan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan ringan, minuman, dan snack anak.
Selain memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, Polri juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak terdampak. Satbinmas Polres Karo melaksanakan trauma healing bagi anak-anak di lokasi pengungsian.
“Pelayanan kepada masyarakat tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis. Anak-anak menjadi perhatian kami agar tetap merasa aman dan mendapatkan pendampingan selama berada di pengungsian,” kata Trunoyudo.
Dalam penanganan situasi tersebut, sebanyak 202 personel gabungan dari Ditsamapta, Brimobda Polda Sumut, dan Polres Karo masih disiagakan di sejumlah titik pantau dan lokasi posko pengungsian.
Personel melakukan pemantauan aktivitas Gunung Sinabung, pelayanan masyarakat, serta siap mendukung proses evakuasi apabila terjadi peningkatan situasi. Polri juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan unsur terkait untuk memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons secara cepat dan terkoordinasi.
Di samping memberikan pelayanan kepada masyarakat di pengungsian, personel Polri juga melakukan penanganan terhadap dampak abu vulkanik. Personel Brimob Polda Sumut bersama personel BKO membantu melakukan penyiraman ruas jalan terdampak abu vulkanik menggunakan kendaraan Armoured Water Cannon (AWC).
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak abu vulkanik serta menjaga keamanan dan kenyamanan aktivitas masyarakat. Dukungan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, logistik, serta sarana operasional juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama proses penanganan.
“Personel tetap berada di lapangan dan siap bergerak apabila terjadi perubahan situasi. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat aman, kebutuhan pengungsi terpenuhi, dan setiap potensi risiko dapat diantisipasi sedini mungkin,” jelas Trunoyudo.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti setiap imbauan dan arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak memasuki zona yang dinyatakan berbahaya.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Polri mengimbau agar menggunakan masker dan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, pemerintah daerah, serta petugas di lapangan.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi jangan lengah. Ikuti arahan personel Polri dan tim gabungan di lapangan. Apabila ada perintah evakuasi, segera ikuti dan jangan menunda,” tegas Trunoyudo.
Polri bersama Pemkab Karo, TNI, PVMBG, BPBD, dan seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan dan rekomendasi resmi.
Hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 08.00 WIB, tidak terdapat korban jiwa akibat aktivitas Gunung Sinabung.
GRESIK – Sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap warga terdampak musim kemarau, Polres Gresik Polda Jatim menggelar aksi sosial bertajuk "Polres Gresik Peduli", dengan menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Kamis (3/9/2026).
Aksi kemanusiaan yang dimulai sejak pagi hari ini menyasar tiga desa yang mengalami krisis air bersih cukup parah. Ketiga wilayah tersebut adalah Desa Wahas, Desa Ganggang, dan Desa Pacuh.
Di lokasi, para personel kepolisian turun langsung menyapa warga sekaligus mendistribusikan air bersih ke wadah-wadah penampungan milik masyarakat.
Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Balongpanggang AKP Wiwit Mariyanto, bersama Kanit Kamsel Satlantas Polres Gresik Ipda Andreas.
Personel gabungan dari Anggota Kamsel Satlantas, Bhabinkamtibmas Polsek Balongpanggang, hingga Anggota Turjawali Satlantas Polres Gresik tampak bahu-membahu di lapangan membantu warga.
Di tempat terpisah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kerap kesulitan mendapatkan air bersih saat puncak musim kemarau.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan manfaat langsung bagi warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat dampak musim kemarau saat ini," ujar AKBP Ramadhan Nasution.
Ia menambahkan, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda. Melalui aksi tanggap darurat ini, Polres Gresik Polda Jatim berharap pasokan air tersebut bisa memenuhi kebutuhan domestik harian warga.
"Kami berharap bantuan ini mencukupi kebutuhan harian warga, baik untuk memasak, minum, maupun keperluan rumah tangga lainnya. Polres Gresik berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam situasi apa pun," pungkas AKBP Ramadhan Nasution.
Kedatangan armada tangki air bersih dari Polres Gresik Polda Jatim ini disambut antusias oleh warga di ketiga desa tersebut. Warga menyampaikan rasa terima kasih dan berharap perhatian serupa terus berlanjut hingga pasokan air di wilayah mereka kembali normal. (*)
JEMBER – Polres Jember Polda Jatim terus memperkuat komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba sekaligus membangun generasi muda yang sehat. Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan organisasi kepemudaan yang fokus pada gerakan antinarkoba.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Kapolres Jember, AKBP Alaiddin, menerima kunjungan silaturahmi dari Ketua Kader Inti Pemuda Anti Narkoba (KIPAN) Jember, M. Daniel Akbar, bersama jajaran pengurus di Mako Polres Jember, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan akrab tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi.
Kedua pihak sepakat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z di Kabupaten Jember.
Kapolres Jember menyambut baik peran aktif KIPAN yang konsisten mengajak anak muda menjauhi barang haram tersebut demi membangun lingkungan yang lebih sehat dan produktif. Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum.
"Pemberantasan narkoba tidak cukup dengan penindakan hukum saja. Edukasi, pencegahan dini, serta keterlibatan aktif masyarakat khususnya generasi muda menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredarannya," ujar AKBP Alaiddin.
Melalui sinergi antara kepolisian dan KIPAN, ke depan diharapkan bakal lahir lebih banyak program positif, edukatif, dan inspiratif yang menyasar sekolah maupun komunitas pemuda di Jember.
Kolaborasi ini membawa semangat bersama yang tertuang dalam jargon penyelamatan masa depan bangsa: “Bersama Lawan Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa.” (*)
Probolinggo - Polsek Sumberasih terus melakukan pendampingan kepada petani sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Salah satunya dengan rutin memantau perkembangan lahan jagung binaan di wilayah Kecamatan Sumberasih.
Kali ini, Aiptu Johnny mendatangi lahan jagung milik Karsum di Dusun Asemkerep, Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Lahan seluas 0,5 hektare atau sekitar 5.000 meter persegi tersebut merupakan lahan binaan kelompok tani (poktan) Sido Dadi 2 yang diketuai Mulyadi.
Dalam kunjungannya, Aiptu Johnny berdialog dengan petani sekaligus memberikan pembinaan dan menggali informasi terkait perkembangan tanaman jagung maupun kendala yang mungkin dihadapi selama proses budidaya.
Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto mengatakan, kehadiran anggota di lahan pertanian merupakan bentuk upaya Polri untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Pendampingan ini menjadi sarana bagi anggota untuk berkomunikasi langsung dengan petani, mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mendengarkan apabila ada kendala yang dihadapi di lapangan," kata Sugeng.
Menurutnya, komunikasi dengan petani penting untuk menjaga kesinambungan program ketahanan pangan sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
"Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap lahan binaan. Harapannya, tanaman dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen dan memberikan hasil yang bermanfaat bagi petani," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan, jagung di lahan tersebut mulai ditanam pada 20 Agustus 2026 dan diperkirakan memasuki masa panen pada 10 November 2026. Hingga kegiatan berlangsung, tidak ditemukan kendala dalam proses budidaya.
Kegiatan pembinaan dan pemantauan lahan jagung berlangsung aman serta kondusif.
LUMAJANG– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang Polda Jatim mengungkap 23 kasus peredaran narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.
Dalam operasi yang berlangsung selama 12 hari, mulai 12 hingga 23 Agustus 2026 tersebut, Polisi menangkap 29 tersangka yang terdiri dari 28 laki-laki dan satu perempuan.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, pengungkapan tersebut dilakukan di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Lumajang.
"Dari hasil Operasi Tumpas Narkoba 2026, Satresnarkoba Polres Lumajang berhasil mengungkap sebanyak 23 kasus di beberapa tempat kejadian perkara," kata AKBP Riki, Kamis (3/9/2026).
Dari pengungkapan tersebut, Polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya 172,62 gram sabu, 4.505 butir pil obat keras berbahaya (okerbaya), uang tunai Rp 29,8 juta, 27 unit telepon seluler, 11 sepeda motor yang digunakan para pelaku, empat timbangan digital, serta empat alat hisap sabu.
Menurut AKBP Riki, pengungkapan kasus tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap para pelaku maupun pengguna narkoba.
Petugas juga menggunakan metode counter delivery untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Lumajang.
"Dalam proses pengungkapan, tentunya Satresnarkoba telah melakukan serangkaian penyelidikan, pengintaian, termasuk counter delivery terhadap para tersangka dan pengguna narkoba di Kabupaten Lumajang," ujar AKBP Riki.
Kapolres Lumajang mengungkapkan, para pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengedarkan narkoba. Selain transaksi secara langsung, sebagian pelaku memanfaatkan jaringan online dan jasa kurir. Modus lain yang ditemukan yakni sistem ranjau.
AKBP Riki mengajak masyarakat ikut berperan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba. Masyarakat maupun media diminta tidak ragu melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.
"Apabila mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba, silakan informasikan kepada Polres Lumajang atau melalui layanan call center 110 bebas pulsa," ujar AKBP Riki.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Lumajang Iptu Dwi Sugiyanto mengatakan, dari 29 tersangka yang diamankan, sebanyak 21 orang merupakan pengedar dan delapan lainnya pengguna.
"Yang terlibat dalam Operasi Tumpas Narkoba ini, kami menangkap 21 pengedar dan delapan pengguna," kata Iptu Dwi.
Polisi juga mengidentifikasi seorang bandar yang beroperasi di wilayah Kalipepe, Kabupaten Lumajang.
Iptu Dwi menambahkan, terhadap para tersangka yang berperan sebagai pengedar, penyidik menerapkan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.
Sementara terhadap tersangka yang berstatus pengguna, polisi menerapkan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)