Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim terus mendorong inovasi pelayanan publik berbasis digital melalui Microsite “Info Makota”, https://s.id/infomakota sebuah platform yang menghimpun berbagai informasi dan layanan penting bagi masyarakat dalam satu akses.

Inovasi ini menjadi bagian dari implementasi Polri yang kreatif, presisi, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Microsite sebelumnya dimanfaatkan dalam sejumlah kegiatan berskala nasional yang berlangsung di Kota Malang untuk membantu pengunjung, peserta maupun masyarakat dari luar daerah memperoleh informasi secara cepat.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS melalui Kabagops Kompol Rizky Juliada Putra Buna mengatakan, kini, Info Makota https://s.id/infomakota dikembangkan agar bisa digunakan setiap hari oleh warga Malang Raya maupun masyarakat dari luar kota yang hendak berkunjung, singgah, melintas atau membutuhkan informasi terkait Kota Malang.

“Info Makota kami hadirkan agar masyarakat cukup membawa informasi dalam satu genggaman.," ujar Kompol Rizky, Senin (24/08/2026.

Menurut Kompol Rizky, melalui satu akses ini, warga dapat memperoleh layanan kepolisian, informasi kondisi kota hingga nomor bantuan darurat secara lebih cepat dan praktis.

“Konsepnya sederhana, yakni mempercepat informasi dan memperpendek akses pelayanan. Kami juga membangun sinergi dengan berbagai instansi agar informasi yang dibutuhkan masyarakat dapat dihimpun dalam satu platform,” jelasnya.

Platform tersebut dapat diakses melalui telepon seluler dengan memindai QR Code atau membuka Info Makota.

Microsite Info Makota mengintegrasikan sejumlah layanan yang dinilai dibutuhkan dan kapan pun diperlukan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Untuk kondisi darurat, tersedia akses langsung ke layanan Polisi 110 serta 112 NGALAM yang dapat digunakan untuk kebutuhan pemadam kebakaran, ambulans dan penanganan kebencanaan.

Masyarakat juga dapat mengakses layanan kepolisian secara daring, antara lain SKCK, layanan SIM, izin keramaian serta pengaduan melalui Dumas Presisi.

Tidak hanya layanan kepolisian, platform Info Makota menyediakan akses CCTV Kota Malang untuk melihat kondisi lalu lintas secara actual.

Informasi lain mencakup pajak kendaraan, jadwal Samsat Keliling, berita kepolisian serta berbagai imbauan resmi mengenai keamanan dan lalu lintas.

Kehadiran microsite Info Makota ini sekaligus menjadi bagian dari transformasi pelayanan publik Polresta Malang Kota.

Dengan konsep digital, praktis dan mudah diakses, microsite tersebut diharapkan menjadi sarana informasi yang dapat dibawa ke mana saja melalui telepon seluler, mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. (*)


 

MAGETAN – Memasuki musim kemarau 2026, Polres Magetan Polda Jatim meningkatkan langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Magetan. 

Selain melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, kepolisian juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang serius bagi pihak yang dengan sengaja maupun karena kelalaiannya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan, kondisi musim kemarau menjadi perhatian serius bagi Polres Magetan dan jajarannya.

Ia menyebut cuaca yang kering, minim curah hujan dan kondisi vegetasi yang mudah terbakar dapat meningkatkan risiko munculnya titik panas (hotspot) serta mempercepat penyebaran api.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar AKBP Erik, Senin (24/8/2026).

Polres Magetan Polda Jatim juga melarang warga membuka lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas, terutama dalam kondisi angin kencang dan vegetasi kering.

Demi mencegah kebaran, masyarakat diimbau tidak membuang putung rokok sembarangan, terutama di kawasan hutan dan lahan yang kondisinya kering dan tidak meninggalkan api setelah melakukan aktivitas di sekitar hutan maupun lahan.

"Segera laporkan apabila melihat kebakaran kepada kepolisian, aparat setempat, maupun melalui Call Center Polri 110, kami akan segera tindaklanjuti," tegas AKBP Erik.

Polres Magetan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa larangan membakar hutan dan lahan memiliki dasar hukum yang kuat. 

Salah satunya adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidu, sebagaimana telah mengalami perubahan melalui peraturan perundang-undangan terkait.

Dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h UU 32/2009, terdapat larangan melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. 

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan Pasal 108, yang mengatur pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun, serta denda paling sedikit Rp.3 miliar dan paling banyak Rp.10 miliar.

Sementara itu, apabila perbuatan tersebut berkaitan dengan pembakaran hutan, terdapat ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 

"Pasal 50 memuat larangan membakar hutan, sedangkan ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 78," pungkas AKBP Erik. (*)


 

NGAWI -  Momen menyambut Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-78, Polres Ngawi Polda melaksanakan kegiatan Polwan Goes to School di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Desa Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Senin (24/8/2026).

Pada kegiatan yang diikuti oleh para santri tersebut dihadiri senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih, perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Nafifudin Muslih, M.Pd., serta Da'i Kamtibmas Polres Ngawi Desa Kerten Muh Ali Shodiqin, S.H.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., melalui Kasubbag Binkar yang juga senior Polwan Polres Ngawi AKP Edhi Setyaningsih mengatakan, kehadiran Polwan Polres Ngawi kali ini untuk memberikan edukasi kepada para santri mengenai kesehatan mental bagi generasi muda.

AKP Edhi Setyaningsih menekankan pentingnya mengenali dan mengelola emosi, membangun kepercayaan diri, serta tidak ragu untuk bercerita dan mencari bantuan ketika menghadapi masalah.

"Pemahaman bahwa menjaga kesehatan mental merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan yang sehat, produktif dan positif," kata AKP Edhi Setyaningsih.

Para santri juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun lingkungan sekitar. 

Selain itu, materi tentang kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas juga diberikan, agar para santri dan santriwati menjadi generasi muda yang unggul, dan menjadi kebangggan serta turut serta menjaga kamtibmas di lingkungannya.

"Edukasi ini sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari," ungkap AKP Edhi Setyaningsih.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusian oleh para santri yang dilanjutkan pemberian doorprize serta plakat.

Sementara itu, perwakilan pimpinan Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Nafifudin Muslih, M.Pd sangat apresiasi program dari Polres Ngawi yang turun menyasar lingkungan pendidikan dan Pondok Pesantren.

"Kami sangat berterimakasih dan apresiasi atas kehiatan Polwan Goes to School ini, dimana para ibu - ibu Polwan telah membantu dan peduli membangun generasi yang kuat, sehat dan berprestasi di lingkungan sekolah maupun Pondok Pesantren," ungkapnya. (*)


 

 

Probolinggo - Polisi terus hadir mendampingi petani dalam mendukung program ketahanan pangan. Kali ini, Unit Binmas Polsek Sumberasih melakukan pembinaan sekaligus memantau perkembangan lahan jagung di Dusun Manis, Desa Laweyan, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Aiptu Johnny turun langsung ke lahan jagung binaan Polri milik Samsul yang memiliki luas sekitar 2 hektare.

Lahan tersebut merupakan bagian dari kelompok tani yang diketuai Sobirin. Berdasarkan hasil monitoring, jagung ditanam pada 25 Juni 2026 dan diperkirakan memasuki masa panen pada 30 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, polisi melakukan pengecekan perkembangan tanaman sekaligus berdialog dengan pemilik lahan. Petani juga diberikan ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi selama proses budidaya.

"Polri akan terus hadir, berbuat dan memberikan manfaat kepada masyarakat, termasuk melalui pendampingan kepada para petani," kata Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H.

Menurutnya, kegiatan pembinaan lahan pertanian tidak hanya bertujuan memantau perkembangan tanaman, tetapi juga memperkuat komunikasi antara polisi dengan masyarakat.

"Melalui komunikasi secara langsung, berbagai kendala yang dihadapi petani bisa diketahui sehingga dapat dikoordinasikan dengan pihak terkait," imbuhnya.

Dari hasil monitoring, tidak ditemukan kendala dalam pengelolaan lahan jagung tersebut. Situasi selama kegiatan berlangsung juga berjalan aman dan kondusif.

Polsek Sumberasih menyatakan pendampingan terhadap petani akan terus dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemitraan Polri dengan masyarakat.


NTT — Tim K3I Stamaops Polri terus memperkuat pengawasan, koordinasi, serta dukungan operasional dalam penanganan bencana gempa bumi di wilayah hukum Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tim yang dipimpin Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana, S.I.K. tersebut melaksanakan rangkaian kegiatan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Nagekeo.

Pada Jumat (21/8/2026), Irjen Pol. Laksana selaku Ketua Tim turut mendampingi kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka ke sejumlah lokasi pengungsian di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai. Kunjungan tersebut menyasar Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, serta Desa Goloconggo, Kabupaten Manggarai.

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama anggota melaksanakan konsolidasi di Mapolres Manggarai Barat sekaligus mempersiapkan logistik bantuan Polri untuk masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.

Pengiriman bantuan kemudian dilaksanakan menggunakan dua kendaraan kecil dan dua unit truk dengan pengawalan personel Brimob Polda NTT menuju wilayah Ngada dan Nagekeo.

Pada Sabtu (22/8/2026), Ketua Tim K3I Irjen Pol. Laksana melaksanakan peninjauan posko di Mapolres Manggarai Barat. Pada kesempatan tersebut, ia juga mewakili Polri menerima bantuan kemanusiaan dari Polda Jawa Tengah sebanyak 12 truk yang berisi berbagai kebutuhan untuk korban bencana. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke tujuh kabupaten terdampak bencana di NTT.

Di Kabupaten Nagekeo, Tim K3I yang dipimpin Brigjen Pol. Tri Atmodjo Marawasianto bersama AKBP Isaac Koko Hosio dan Brigpol Fransisca Novitasari menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak melalui Polres Nagekeo.

Tim juga melakukan pengecekan sejumlah fasilitas pelayanan dan dukungan kemanusiaan yang didirikan Polri, di antaranya Mobil Water Treatment, Randurlap, Pos Kesehatan Polri, Pos Bhayangkari Peduli, Pos Trauma Healing, serta Pos Pengungsian Polri. Tim turut meninjau langsung pelaksanaan trauma healing bagi masyarakat, khususnya anak-anak terdampak bencana.

Sementara di Kabupaten Ngada, Tim K3I yang terdiri dari Kombes Pol. Bermen Junain Petrus Sianturi dan Kombes Pol. Wawan Setiawan menyerahkan bantuan Polri kepada masyarakat terdampak gempa melalui Polres Ngada serta melakukan pengecekan pendirian tenda pengungsian.

Selain kegiatan lapangan, Ketua Tim K3I juga melaksanakan rapat melalui Zoom Meeting bersama Kapolda NTT dan jajaran untuk membahas perkembangan penanganan bencana gempa, termasuk kondisi di lapangan serta kebutuhan dukungan bagi masyarakat terdampak.

Waastamaops Kapolri Irjen Pol. Laksana mengatakan, kehadiran Tim K3I Stamaops Polri merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian penanganan bencana berjalan terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran.

«“Kami memastikan penanganan bencana di NTT berjalan secara terkoordinasi, mulai dari kesiapan personel, posko, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan hingga dukungan trauma healing bagi masyarakat. Yang paling utama adalah memastikan bantuan Polri benar-benar sampai dan dirasakan oleh masyarakat yang terdampak,” ujar Irjen Pol. Laksana.»

Ia menegaskan, Polri akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan penanganan bencana bersama Polda NTT dan seluruh jajaran kewilayahan.

«“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dalam situasi bencana. Koordinasi dengan seluruh pihak akan terus diperkuat agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera direspons,” tambahnya.»

Seluruh rangkaian kegiatan Tim K3I Stamaops Polri dalam penanganan bencana gempa di wilayah hukum Polda NTT berjalan dengan aman dan lancar.
Palangka Raya, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri memastikan kesiapan penuh dalam mendukung direktif Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Hari ini, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak berada di Kalimantan Tengah untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana serta sinergi TNI-Polri dan seluruh unsur terkait dalam penanganan karhutla.

Kehadiran Wakapolri bersama KSAD di Palangka Raya merupakan bagian dari pembagian tugas pimpinan TNI-Polri yang diarahkan Presiden untuk memastikan penanganan karhutla di empat provinsi Kalimantan berjalan cepat, terpadu dan serentak.

Polri sendiri telah melakukan berbagai upaya penanganan sejak awal, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, penguatan sarana prasarana, edukasi masyarakat hingga penegakan hukum.

Wakapolri menegaskan kesiapan jajaran untuk terus mengoptimalkan seluruh kekuatan dalam melaksanakan arahan Presiden.

“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”

Secara nasional, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.

Untuk memperkuat respons, jajaran Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.

Kesiapan pemadaman juga didukung 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau.

Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, telah disiapkan 7.775 personel gabungan, 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.

Jajaran Polda Kalimantan Tengah juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melakukan patroli di 18.687 titik.

Wakapolri bersama KSAD memastikan seluruh kekuatan tersebut terus dioptimalkan untuk mendukung pemadaman di lapangan, mempercepat respons terhadap titik api dan mencegah kebakaran meluas.

Polri juga terus memperkuat pemanfaatan teknologi, termasuk drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception, untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi sedini mungkin.

Penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, masyarakat serta kementerian dan lembaga terkait.

Dari Palangka Raya, Polri memastikan seluruh jajaran siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan kekuatan yang ada untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas dan melindungi masyarakat.
PALANGKA RAYA, Sabtu, 22 Agustus 2026 — Polri siap mengakselerasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengoptimalkan kekuatan personel, sarana prasarana, teknologi, serta kolaborasi bersama TNI dan seluruh stakeholder.

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang hari ini turun langsung ke Kalimantan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan cepat, terpadu dan efektif.

Dari Palangka Raya, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan kesiapan kekuatan TNI-Polri serta sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Polri sebelumnya telah melakukan berbagai upaya penanganan secara berkelanjutan, mulai dari deteksi dini, patroli, pengerahan personel untuk pemadaman, edukasi masyarakat, penguatan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Wakapolri menegaskan seluruh upaya tersebut akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan direktif Presiden.

“Kita hadir sedini mungkin. Setiap potensi api harus segera kita deteksi, verifikasi, dan tangani bersama agar tidak berkembang dan meluas. Dengan kesiapsiagaan, sinergi, dan kecepatan respons, kita optimistis penanganan karhutla dapat dilakukan secara lebih efektif.”

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Polri telah memantau 31.392 hotspot dan melaksanakan 2.748 tindakan pemadaman.

Peningkatan hotspot menjadi perhatian bersama. Pada Juli tercatat 7.175 hotspot, sedangkan pada periode 1–18 Agustus 2026 mencapai 7.655 hotspot.

Untuk memperkuat respons, Polri telah melaksanakan 168.500 kegiatan patroli, 42.800 kegiatan monitoring titik api, 2.850 kegiatan sosialisasi, 1.285 kegiatan pelatihan, 3.250 kegiatan rapat koordinasi, serta 1.420 kegiatan water bombing.

Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif bersama TNI, pemerintah daerah, BNPB, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, kementerian/lembaga terkait serta masyarakat. Kolaborasi mencakup pemadaman, patroli, deteksi dini, pencegahan, edukasi, dukungan sarana prasarana hingga penegakan hukum.

Di bidang sarana prasarana, Polri siap mengoptimalkan dukungan 3.076 embung, 2.056 sekat kanal, 18 sumur bor dan 647 menara pantau sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat kesiapsiagaan, memastikan ketersediaan sumber air, mempercepat deteksi titik api dan mendukung pemadaman di lapangan.

Khusus Kalimantan Tengah, tercatat 17.513 hotspot dan 1.610 firespot, dengan luas lahan terbakar mencapai 4.383,21 hektare.

Polda Kalimantan Tengah telah menyiagakan 7.775 personel gabungan, didukung 379 menara pantau, 1.227 embung, 4.910 titik sumur bor, 99 pos lapangan dan 15 command center.

Jajaran Polda Kalteng juga telah melaksanakan 26.438 kegiatan sosialisasi, menyebarkan 25.059 lembar maklumat, serta melaksanakan patroli di 18.687 titik.

Dukungan teknologi terus diperkuat, antara lain melalui penggunaan drone pemantau dan inovasi Beehive Drone Precision Fire Interception untuk mendeteksi anomali panas dan melakukan intervensi pada fase awal kebakaran.

Selain pemadaman dan pencegahan, Polri memastikan penegakan hukum tetap berjalan. Hingga 21 Agustus 2026, telah diterima 77 laporan polisi terkait karhutla dan ditetapkan 70 tersangka, dengan luas areal terbakar dalam perkara mencapai 987,6 hektare.

Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran, dengan tetap membuka ruang pendalaman terhadap pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan lahan.

Polri memandang pemadaman, pencegahan, penegakan hukum dan kolaborasi sebagai satu kesatuan dalam penanganan karhutla.

Kehadiran Presiden di Kalimantan hari ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi dan mengakselerasi seluruh upaya yang telah berjalan.

Polri siap melaksanakan direktif Presiden dengan mengoptimalkan seluruh kekuatan bersama untuk mempercepat pemadaman, mencegah api meluas, melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan.