TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
Padang — Kepolisian Negara Republik Indonesia terus menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. Pada Jumat, (9/1), Polri menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada warga terdampak banjir bandang di RT 002 RW 002, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Gurun Laweh, Aipda Hendri Hartono, S.H., bersama personel Biro Logistik Polda Sumatera Barat yang dipimpin AKP Suyanto, S.H.
Bantuan diserahkan secara langsung kepada masyarakat sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah warga yang sedang mengalami musibah.
Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan bahwa kegiatan bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
“Polri tidak hanya hadir dalam tugas penegakan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan. Melalui penyaluran bantuan ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus memastikan mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi musibah,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.
Ia menambahkan, kehadiran personel Polri di lapangan juga bertujuan untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Solidaritas dan
kebersamaan menjadi kunci dalam proses pemulihan pascabencana. Polri akan terus bersinergi dengan seluruh pihak untuk membantu masyarakat bangkit,” tambahnya.
Seluruh rangkaian kegiatan penyaluran bantuan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Warga setempat menyambut baik kehadiran Polri dan mengapresiasi bantuan sembako yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar pascabencana.
SURABAYA – Panitia Natal TNI dan Polri menggelar kegiatan Bakti Sosial donor darah yang dilaksanakan di Kantor PMI Cabang Surabaya, Jalan Embong Ploso No. 7–15, Surabaya, Kamis (8/1/2026).
Kegiatan kemanusiaan ini merupakan rangkaian peringatan Natal Tahun 2025, diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri dan ASN serta warga masyarakat.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan kegiatan tersebut sebagai wujud kepedulian sosial dan sinergitas lintas institusi dalam membantu sesama, khususnya pemenuhan stok darah di wilayah Jawa Timur.
Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengatakan, kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Natal yang tidak hanya bersifat seremonial, namun juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bakti sosial donor darah ini merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian TNI–Polri–ASN kepada masyarakat. Setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keselamatan dan kesehatan sesama,” kata Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan soliditas serta kebersamaan TNI, Polri, ASN, dan masyarakat dalam semangat Natal yang penuh kasih dan kepedulian.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, semangat toleransi, persaudaraan, dan kemanusiaan terus terjaga serta semakin memperkuat sinergi lintas sektor di Jawa Timur,”ungkap Kombes Abast.
Dalam kegiatan tersebut tercatat sebanyak 355 peserta yang terdiri dari 205 personel TNI AL, 50 personel TNI AD, 25 personel TNI AU, dan 75 personel Polri.
Secara keseluruhan, kegiatan Bakti Sosial donor darah Natal TNI–Polri–ASN dan Masyarakat Jawa Timur Tahun 2025 berjalan dengan tertib, aman, dan lancar, serta mendapat apresiasi dari PMI Surabaya atas kontribusi nyata dalam mendukung ketersediaan stok darah. (*)
GRESIK - Kepolisian Resor (Polres) Gresik Polda Jatim melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) berhasil mengungkap dan menetapkan Tiga tersangka dalam kasus aksi kekerasan brutal yang dilakukan komplotan gangster 'kampungan' di Dua lokasi berbeda dalam satu malam.
Aksi “sweeping” tersebut menyebabkan korban mengalami luka bacok serta kehilangan sejumlah barang berharga di wilayah Kecamatan Dukun dan Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu dalam press conference yang digelar di halaman Mapolres Gresik Polda Jatim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat atas doa, dukungan, serta kerja sama yang diberikan sehingga para pelaku dapat diamankan dalam waktu relatif singkat.
Peristiwa bermula pada Minggu dini hari, 4 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 WIB.
Sekitar 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi dari arah timur di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun.
Dengan membawa senjata tajam berupa celurit sepanjang kurang lebih satu meter yang diseret ke aspal, rombongan tersebut mengejar korban bernama Eka Adi Pradana (22) yang tengah berboncengan sepeda motor.
Motor korban ditabrak dari belakang hingga terjatuh. Setelah itu, korban dikeroyok oleh sekitar 10 orang.
Salah satu pelaku berinisial IPN yang kini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) membacok pinggang kiri korban sebanyak Dua kali menggunakan celurit.
Tidak berhenti di lokasi pertama, rombongan pelaku kembali melanjutkan aksinya ke wilayah Kecamatan Panceng.
Sekitar pukul 01.43 WIB, mereka menyerang korban lain bernama Ahmad Zaki Syariffudin saat hendak masuk ke warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen.
Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta mengalami perampasan barang berharga.
Dalam aksi tersebut, para pelaku juga merampas ponsel milik korban dan sejumlah saksi di sekitar lokasi, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Tim Resmob Satreskrim Polres Gresik Polda Jatim melakukan pengejaran intensif lintas wilayah hingga berhasil mengamankan tiga tersangka.
"Tiga tersangka kami amankan, salah satunya kami berikan tindakan tegas terukur karena melakukan perlawanan kepada anggota," tegas Kapolres Gresik, Jumat (9/1).
Identitas tiga tersangka adalah MS (18), warga Kecamatan Sidayu, diamankan di rumahnya pada hari kejadian.
Tersangka MYS alias Somad (26), warga Kecamatan Kebomas, ditangkap pada Rabu (7/1/2026) di wilayah Dlanggu, Kabupaten Mojokerto.
MK (21), warga Kecamatan Sidayu, ditangkap pada Kamis (8/1/2026) dini hari saat bersembunyi di area persawahan Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban.
Sementara itu, lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai DPO, masing-masing berinisial AZN, AZ, PSH, IPN (eksekutor pembacokan), dan DVD.
Berdasarkan hasil penyidikan, motif para pelaku adalah melakukan aksi sweeping atau pembersihan wilayah.
Mereka bergerak dari wilayah Sidayu menuju Kecamatan Dukun dengan dalih merasa diejek oleh korban.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam dengan nomor polisi S-3711-ABG, empat unit ponsel berbagai merek, serta pakaian yang digunakan para tersangka saat melakukan aksi kekerasan.
Adapun Lima anak di bawah umur yang turut berada dalam rombongan konvoi ditetapkan sebagai saksi.
Mereka dikenai sanksi pembinaan berupa wajib lapor serta kerja bakti setiap hari Sabtu selama dua pekan.
Para tersangka dijerat pasal berlapis berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), yaitu Pasal 262 tentang kekerasan secara bersama-sama di muka umum, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.
Selain itu tersangka juga dijerat Pasal 479 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun.
Kapolres Gresik mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya, sehingga tidak terjerumus dalam aksi kelompok yang mengatasnamakan perguruan pencak silat namun berujung pada tindak pidana.
“Mari bersama-sama kita jaga Kabupaten Gresik agar tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres Gresik. (*)
Bener Meriah — Kepolisian Resor Bener Meriah bersama personel Satuan Brimob Polda Aceh turun langsung membantu masyarakat membersihkan akses jalan yang tertutup material banjir dan longsor di Kampung Setie, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah. Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus simbol kehadiran negara di tengah kesulitan warga.
Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026. Personel Polres Bener Meriah dan Sat Brimob Polda Aceh bahu-membahu bersama warga membersihkan lumpur, bebatuan, hingga batang kayu yang menutup badan jalan utama kampung. Meski dihadapkan pada medan berat dan sisa material longsor, semangat para personel dan warga tak surut demi membuka kembali akses vital bagi aktivitas masyarakat dan kelancaran distribusi bantuan.
Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, keterlibatan Polri dalam kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Kehadiran Polri diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat pemulihan kondisi pascabencana, khususnya dalam membuka akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Kapolres.
Warga Kampung Setie menyambut kehadiran aparat kepolisian dengan rasa haru dan syukur. Gotong royong yang terjalin antara Polri dan masyarakat mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dalam menghadapi dampak bencana. Akses jalan yang mulai terbuka kembali menjadi harapan baru bagi warga untuk melanjutkan aktivitas sehari-hari serta mempercepat pemulihan kehidupan kampung.
Melalui kegiatan ini, Polres Bener Meriah bersama Sat Brimob Polda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat terdampak bencana. Tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban, Polri juga hadir dengan empati dan aksi nyata sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Jakarta - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia atas kontribusi nyata dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung.
Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto usai mengikuti panen raya jagung yang berlangsung di Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyebut Polri berkontribusi signifikan terhadap produksi jagung nasional tahun 2025.
"Selamat dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia karena, dari produksi 16,11 juta ton, itu 3,5 juta ton adalah hasil dari teman-teman kita di produksi dari Kepolisian Republik Indonesia," kata Titiek Soeharto kepada wartawan seusai panen raya jagung di Sukamahi, Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026).
Menurutnya, kontribusi Polri tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari total produksi jagung nasional sepanjang 2025. Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi.
"Artinya, 20 persen produksi nasional dihasilkan dari hasil kerja keras teman-teman kita di Kepolisian Republik Indonesia. Terima kasih, Pak Kapolri, yang sudah membantu mempercepat swasembada ini," kata dia.
Titiek juga menjelaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung. Berdasarkan data produksi dan konsumsi, hingga akhir 2025 masih tercatat adanya surplus.
"Dan untuk jagung sendiri, produksi sudah mencapai tahun 2025 kemarin, produksi 16,11 juta ton. Konsumsinya 15,60 juta ton, sehingga ada kelebihan, ada surplus hampir 1 juta ton. Dan dengan demikian, kita sudah bisa disebut kita sudah swasembada jagung," jelasnya.
Selain kepada Polri, Titiek turut memberikan apresiasi kepada pemerintah atas langkah percepatan swasembada pangan yang dinilai melampaui target awal. Ia menyebut target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto selama empat tahun berhasil dicapai jauh lebih cepat.
"Dan sekali lagi saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit," ucapnya.
Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan khusus atas kontribusi Kapolri Listyo Sigit Prabowo serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto.
Apresiasi tersebut disampaikan Amran saat menghadiri kegiatan panen raya jagung serentak kuartal IV yang digelar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1/2026). Menurutnya, capaian swasembada pangan nasional berhasil direalisasikan jauh lebih cepat dibandingkan target awal.
"Ibu Ketua (Komisi IV DPR) yang saya hormati, saya banggakan, beliau men-support penuh sehingga swasembada kita tercapai dalam waktu sesingkat-singkatnya, yaitu hanya satu tahun dari target Bapak Presiden 4 tahun. Ini tidak lepas dari support penuh oleh Ibu Ketua Komisi IV," ujar Amran.
Selain itu, Amran juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolri atas kontribusi besar Polri di sektor pertanian. Ia menilai dukungan tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan program swasembada pangan nasional.
"Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Kapolri telah berkontribusi besar sektor pertanian. Kami mewakili petani, mewakili pemerintah, kami mengucapkan terima kasih. Ini adalah kerja keras yang luar biasa dan Bapak Presiden mengapresiasi langsung kepada Ibu Ketua Komisi IV dan Bapak Kapolri," terangnya.
Lebih lanjut, Amran menjelaskan bahwa upaya percepatan swasembada pangan juga memiliki dampak strategis dalam aspek sosial dan keamanan. Peningkatan produksi pertanian merupakan langkah preventif yang dinilai mampu memperkuat kesejahteraan masyarakat serta menekan potensi terjadinya tindak kejahatan.
"Ini langkah yang paling baik untuk preventif, preventif kejahatan, kenapa? Karena dengan meningkatnya produksi. Yang pertama, meningkatkan pendapatan petani, menurunkan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan pada gilirannya mencegah kejahatan," jelasnya.
Amran menambahkan, peningkatan kesejahteraan petani menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial dan keamanan di masyarakat. Ia pun kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR RI atas peran aktif yang telah diberikan.
"Karena kalau orang miskin biasanya itu mendekati kekufuran, bahkan kejahatan, biasanya terjadi kejahatan. Ini langkah luar biasa preventif untuk mencegah semua yang saya sampaikan tadi, kejahatan dan kriminalitas di lapangan. Terima kasih Pak Kapolri, atas nama petani seluruh Indonesia ada 160 juta petani Indonesia yang menyampaikan terima kasih, Ibu Ketua, terima kasih," sambung Amran.
SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) turut memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Satuan Pengamanan (Satpam) Tahun 2025.
Kegiatan tersebut digelar melalui upacara dan tasyakuran yang diikuti oleh Polres di jajaran Polda Jatim serta mitra keamanan secara luring dan daring di Dyandra,Kamis (8/1/2026).
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan HUT Satpam ke-45 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Satpam sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).
“Satpam memiliki peran vital sebagai perpanjangan tangan Polri, khususnya dalam upaya pencegahan tindak kriminalitas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolda Jatim.
Dengan mengusung tema “Satpam Bersatu, Berdaulat, Berdedikasi, dan Profesional”, Kapolda Jatim menekankan pentingnya peningkatan kompetensi, profesionalisme, serta integritas personel Satpam di tengah tantangan keamanan yang semakin kompleks dan berkembang ke arah ancaman berbasis teknologi.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto juga mengingatkan agar Satpam mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi keamanan modern, menjaga etika profesi, serta memperkuat sinergi dengan jajaran Polri, khususnya Bhabinkamtibmas di wilayah tugas masing-masing.
Selain peringatan HUT Satpam, Polda Jatim secara resmi meluncurkan layanan Polisi Penolongku, sebuah terobosan pelayanan publik berbasis WhatsApp yang dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan kejadian dan memperoleh informasi kepolisian.
Layanan ini menghadirkan tiga fitur utama, yakni Lapor untuk pengaduan kejadian kriminalitas atau gangguan kamtibmas, Informasi untuk konsultasi layanan kepolisian, serta Kenalan yang memungkinkan masyarakat mengenal Bhabinkamtibmas di wilayahnya.
Kapolda Jatim menjelaskan, Polisi Penolongku dilengkapi mekanisme kontrol berjenjang guna menjamin kecepatan dan kepastian layanan.
Laporan masyarakat yang tidak direspons dalam kurun waktu tertentu akan secara otomatis diteruskan ke tingkat pimpinan di atasnya.
“Melalui layanan ini, masyarakat dapat memantau progres penanganan laporan secara transparan dan real-time,” jelasnya.
Kapolda Jatim menegaskan kepada seluruh personel Polri agar menjadikan layanan Polisi Penolongku sebagai sarana meningkatkan responsivitas dan empati dalam melayani masyarakat.
Menurutnya, teknologi hanyalah alat bantu, sementara kualitas pelayanan tetap bergantung pada sikap dan komitmen personel di lapangan.
Menutup sambutannya, Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satpam atas dedikasi dan pengabdiannya, serta berharap sinergi antara Polri, Satpam, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Jawa Timur yang aman dan kondusif. (*)