TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
Jakarta - Survei terbaru yang dirilis Indikator Politik Indonesia
menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026
berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas
terhadap pelayanan mudik tahun ini. Survei dilakukan melalui wawancara tatap
muka pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden menggunakan
metode multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan
tingkat kepercayaan 95 persen.
Pengamat transportasi Darmaningtyas menilai tingginya kepuasan
publik tersebut mencerminkan keberhasilan pengelolaan arus mudik, khususnya
pada sektor transportasi jalan. Ia menegaskan bahwa respons masyarakat
merupakan gambaran nyata kondisi di lapangan yang dirasakan langsung oleh para
pemudik.
“Jawaban masyarakat ini sangat jujur dan bukan dibuat-buat.
Terutama dirasakan oleh mereka yang mudik menggunakan kendaraan bermotor, baik
pribadi maupun umum. Mudik tahun ini, baik arus mudik maupun arus balik,
tergolong lancar,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Selasa (8/4).
Menurutnya, kelancaran tersebut tidak lepas dari penerapan
rekayasa lalu lintas yang tepat, seperti contraflow dan one way, yang
diterapkan berdasarkan pemantauan volume kendaraan secara real time.
“Keputusan penerapan contraflow maupun one way dilakukan secara
baik sehingga masyarakat bisa melakukan perjalanan dengan lancar. Memang ada
penumpukan di rest area bagi pemudik yang beristirahat, tetapi tidak mengganggu
secara signifikan terhadap kelancaran perjalanan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan mudik tahun ini juga ditopang oleh
koordinasi lintas sektor yang semakin solid antara Kepolisian Negara Republik
Indonesia, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, pengelola jalan tol
seperti Jasa Marga, hingga dukungan santunan kecelakaan dari Jasa Raharja.
“Saya melihat koordinasi dan kolaborasi antar-stakeholder beberapa
tahun terakhir sangat harmonis. Semua hadir dan aktif di lapangan, sehingga
keputusan bisa diambil cepat dan berbasis data,” katanya.
Selain koordinasi, penggunaan teknologi juga dinilai memberikan
kontribusi besar. Pemantauan melalui command center, analisis volume kendaraan,
hingga pemanfaatan drone membantu aparat menentukan kebijakan rekayasa lalu
lintas secara lebih presisi.
Darmaningtyas juga menyoroti faktor pengalaman panjang
penyelenggaraan mudik nasional sebagai kunci keberhasilan. Menurutnya,
pembagian peran antara perencanaan oleh Kementerian Perhubungan dan pelaksanaan
di lapangan oleh Polri berjalan efektif dan saling melengkapi.
“Pembagian tugas ini membuat pelaksanaan di lapangan lebih tegas
dan cepat. Petugas tidak perlu lagi ragu dalam bertindak karena sudah ada
perencanaan matang yang disusun bersama,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pendekatan humanis petugas di lapangan dalam
menghadapi kepadatan, khususnya di sekitar rest area.
“Polri tidak hanya menerapkan rekayasa lalu lintas, tetapi juga
rekayasa kemanusiaan. Edukasi dan pendekatan persuasif membuat pemudik tetap
tenang meski harus menunggu,” tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan Operasi Ketupat 2026 dapat dilihat dari
dua indikator utama, yakni kelancaran lalu lintas dan penurunan angka
kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau ditanya indikator keberhasilan Operasi Ketupat, bagi saya
ada dua: kelancaran lalu lintas dan penurunan angka kecelakaan. Tahun ini
keduanya tercapai dan itu patut diapresiasi,” tegasnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan
agar pengelolaan arus mudik dan balik ke depan semakin optimal.
“Ke depan perlu terobosan baru agar perjalanan mudik maupun arus
balik bisa sama-sama semakin lancar dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.
SIDOARJO - Sebanyak 19 kasus narkoba dengan jumlah tersangka 25
orang, berhasil diungkap Satuan Resnarkoba Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur
pada Bulan Maret 2026.
Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing pada konferensi
pers menyampaikan, para tersangka yang diamankan berjenis kelamin laki-laki dan
mayoritas berperan sebagai kurir maupun pengedar.
“Selama Maret 2026, kami berhasil mengungkap 19 kasus dengan 25
tersangka," kata Kombes Christian, Kamis (9/4/26).
Ia menegaskan, pengungkapan kasus ini bagian dari komitmen
Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan
narkoba di wilayah Sidoarjo.
Dari pengungkapan tersebut, Polisi juga menyita berbagai barang
bukti narkotika, di antaranya sabu seberat 235,79 gram, 52 butir ekstasi, serta
ganja seberat 408,66 gram.
Menurut Kapolresta Sidoarjo, jika dikalkulasikan, pengungkapan
kasus ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 4.000 jiwa dari potensi
penyalahgunaan narkoba, dengan nilai ekonomis barang bukti mencapai Rp 387
juta.
Dalam sejumlah kasus menonjol, Polisi mengungkap peredaran narkoba
dengan berbagai modus, mulai dari sistem ranjau hingga transaksi langsung
(COD).
Para tersangka umumnya mendapatkan barang haram tersebut dari
jaringan yang masih dalam pengejaran (DPO).
Salah satu kasus terjadi pada 5 Maret 2026 di wilayah Tulangan, di
mana seorang tersangka berinisial AH diamankan di dalam rumahnya.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku berperan sebagai kurir
yang menerima sabu dari seorang DPO untuk diedarkan di wilayah Sidoarjo.
Kasus lain pada 9-10 Maret 2026 mengungkap jaringan peredaran sabu
dan ganja yang melibatkan tiga tersangka di wilayah Sidoarjo.
Mereka mengaku mendapat pasokan dari jaringan lain untuk diedarkan
kembali dengan imbalan tertentu.
Pengungkapan juga dilakukan pada 13 Maret 2026 di wilayah Tarik
serta 26 Maret 2026 di kawasan Sarirogo, dengan modus serupa, yakni peredaran
melalui sistem ranjau dan COD.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat
(2) dan/atau Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, dengan ancaman hukuman mulai dari pidana penjara hingga pidana mati.
“Kami tidak berhenti sampai di sini. Pengembangan terus dilakukan
untuk mengungkap jaringan di atasnya. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut
berperan aktif memberikan informasi terkait peredaran narkoba,” tegasnya.
Jakarta, 10 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Polri) terus mengakselerasi transformasi di bidang pendidikan melalui
penguatan kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi. Salah satu langkah
konkret ditunjukkan melalui kerja sama antara Polri dan Universitas Borobudur
dalam pembentukan Pusat Studi Kepolisian, sebagai bagian dari upaya yang perlu
segera diketahui masyarakat luas dalam mendukung Transformasi Polri.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri),
Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menegaskan
bahwa pembangunan pusat studi kepolisian merupakan bagian penting dari
transformasi Polri yang adaptif dan terbuka terhadap kolaborasi akademik. Hal
ini diungkapkan Wakapolri saat Rapat Analisa dan Evaluasi Quickwins jajaran
Polri pada 9 April 2026 di Mabes Polri.
“Akselerasi transformasi di bidang pendidikan. Juga terima kasih
kepada seluruh rekan-rekan jajaran yang sudah melaksanakan kegiatan PKS Pusat
Studi Kepolisian di sembilan perguruan tinggi yang ada di wilayah. Kemudian
enam pusat studi sudah kita dirikan di PTIK. Harapan kita, dari tambahan PKS
beberapa Polda harus kita lakukan, karena ini bagian dari komunikasi akademik
yang kita bangun terus dan networking. Ketika kita sudah bisa masuk ke daerah
kampus, kemampuan-kemampuan kampus untuk berpikir kritis dapat memberikan saran
dan masukan kepada kita. Kita terbuka dan komunikasi,” ujar Wakapolri.
“Kami sangat antusias dan mengapresiasi langkah terbuka Polri
dalam memanfaatkan riset ilmiah kampus sebagai dasar kajian penyusunan
program-program kepolisian ke depan. Kolaborasi ini menjadi ruang strategis
bagi dunia akademik untuk berkontribusi nyata dalam mendukung kebijakan Polri
yang berbasis data dan keilmuan,” ujar Direktur Pascasarjana Universitas
Borobudur, Prof. Faisal Santiago, S.H., M.M.
Secara nasional, penguatan kolaborasi Polri dengan dunia akademik
terus berkembang signifikan, dengan capaian sebagai berikut:
• 77 Nota Kesepahaman (MoU) dengan
kampus terkemuka di seluruh Indonesia;
• 25 universitas telah memiliki
Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan telah meluncurkan Pusat Studi Kepolisian;
• 16 Pusat Studi Kepolisian dengan
spesialisasi keilmuan telah dibentuk di STIK-PTIK Lemdiklat Polri.
Pusat Studi Kepolisian ini menjadi pilar dalam mendukung
pengembangan dan implementasi konsep Smart Policing, yang mencakup:
• Mengharmonikan dan menyatukan berbagai
model pemolisian;
• Mampu memprediksi, menghadapi, hingga
merehabilitasi permasalahan;
• Adaptif terhadap berbagai lingkungan
sosial;
• Dapat diimplementasikan pada tingkat
lokal, nasional hingga global;
• Mengatasi gangguan keteraturan sosial
secara sistematis (by design);
• Menjawab tantangan keteraturan sosial
di ruang digital/virtual;
• Memberikan perlindungan, pengayoman,
dan pelayanan publik secara prima melalui one stop service;
• Bersifat prediktif, proaktif, dan
problem solving;
• Mampu menjembatani berbagai situasi
darurat (emergency) maupun kontijensi;
• Didukung oleh personel Polri yang
profesional, cerdas, bermoral, dan modern.
Sebagai implementasi nyata di lapangan, Polres Metro Jakarta Timur
bersama Universitas Borobudur telah melaksanakan langkah awal pembentukan Posko
Pusat Studi Kepolisian.
Pada Selasa, 7 April 2026, Wakapolres Metro Jakarta Timur AKBP
Achmad Akbar, S.I.K., M.Si. melaksanakan audiensi ke Universitas Borobudur guna
membahas teknis pembentukan Posko Pusat Studi Kepolisian. Kegiatan ini
merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Polda Metro Jaya
dengan Universitas Borobudur terkait penyelenggaraan pusat studi tersebut.
Audiensi diisi dengan diskusi teknis mengenai implementasi kerja
sama, mencakup pertukaran data, riset ilmiah, serta program pengabdian kepada
masyarakat di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur. Dalam kegiatan tersebut,
Wakapolres didampingi Kasat Binmas dan perangkat Posko, sementara dari pihak
kampus dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. Syaiful, M.Si.,
serta Direktur Pascasarjana Prof. Faisal Santiago, S.H., M.M. selaku penanggung
jawab Pusat Studi Kepolisian Universitas Borobudur, beserta jajaran terkait.
Melalui pertemuan tersebut, juga disepakati pendirian Posko Pusat
Studi Kepolisian di lingkungan kampus Universitas Borobudur yang akan
difungsikan sebagai sekretariat bersama dalam mendukung kegiatan riset, kajian,
dan pengabdian masyarakat.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen Polri dalam menghadirkan
institusi yang modern, terbuka, dan berbasis ilmu pengetahuan, sekaligus
memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan
masyarakat serta dinamika sosial, sebagai bagian dari Transformasi Polri.
KOTA MOJOKERTO – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat
sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban, Polres Mojokerto Kota Polda
Jatim menggelar kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama berbagai elemen
masyarakat, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas ini sebagai wujud nyata
komitmen Polres Mojokerto Kota Polda Jatim dalam membangun kemitraan dengan
masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif
Dihadiri langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan
Arifianto didampingi Wakapolres Kompol Jalaludin, S.H., para Pejabat Utama
(PJU), Sabuk Kamtibmas diikuti puluhan perwakilan masyarakat mulai dari ojek
online, tukang parkir, tukang becak dan pedagang kaki lima.
Kapolres Mojokerto Kota mengatakan,terciptanya situasi yang aman
dan kondusif di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tidak lepas dari peran
serta masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat
yang telah hadir dan yang selama ini turut membantu dalam menjaga Kamtibmas di
wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, ” ujar AKBP Herdiawan.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang
berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat.
Ke depan, pihaknya akan membentuk grup komunikasi berbasis
WhatsApp sebagai sarana berbagi informasi terkait kamtibmas secara cepat dan
efektif.
“Partisipasi aktif dari ojek online, tukang parkir, tukang becak,
pedagang kaki lima, hingga warga sangat penting dalam menjaga keamanan
sehari-hari," tambahnya.
Ia juga berharap sinergi ini terus terjalin, sehingga setiap
potensi gangguan kamtibmas dapat segera diantisipasi bersama.
Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan juga diisi dengan pemberian
tali asih kepada para peserta yang hadir.
Jakarta - Sebanyak 21 personel Korps Brimob Polri dipercaya
memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam ajang bergengsi 6th FAI World Cup
Indoor Skydiving yang digelar pada 9–11 April 2026 di Lesquin, Lille, Prancis.
Keikutsertaan ini menjadi wujud kontribusi Polri dalam mengharumkan nama
Indonesia di kancah olahraga dirgantara internasional sekaligus menunjukkan
profesionalisme personel Brimob di bidang olahraga ekstrem.
Kejuaraan dunia tersebut diikuti oleh 24 negara yang siap bersaing
di berbagai kategori, yakni 4-Way FS Open yang diikuti 26 tim dari 16 negara,
4-Way FS Female sebanyak 14 tim dari 12 negara, serta 4-Way VFS Open yang
diikuti 10 tim dari 8 negara. Ajang tahunan ini mempertemukan atlet indoor
skydiving terbaik dunia dalam disiplin formation skydiving dan vertical
formation skydiving, sehingga menjadi salah satu kompetisi paling prestisius di
cabang olahraga dirgantara.
Ketua Kontingen Timnas Indoor Skydiving Indonesia, Irjen. Pol.
Almas Widodo Kolopaking, menegaskan bahwa partisipasi personel Brimob merupakan
kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam membawa nama Indonesia di
panggung global.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia
agar Timnas Indoor Skydiving dapat tampil maksimal, menjaga semangat juang,
serta memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Almas.
Kontingen Indonesia terdiri dari 21 personel gabungan Korps Brimob
Polri yang terlatih dan siap mewakili Indonesia pada sejumlah nomor
pertandingan. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan
dalam meningkatkan prestasi olahraga dirgantara nasional.
Kejuaraan yang berlangsung di Lille, Prancis ini diharapkan
menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Indonesia dalam kompetisi
internasional serta menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di bidang
olahraga dirgantara.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan
(Ditlantas Polda Kalsel) secara resmi meluncurkan operasional Safety Driving
Center (SDC), sebuah fasilitas modern yang dirancang untuk meningkatkan
kompetensi dan etika berkendara masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.
Acara peresmian pada Rabu (8/4/2026) ini dihadiri langsung oleh
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho,
S.H., M.Hum., Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan,
S.I.K., S.H., M.H. dan pejabat utama Polda Kalsel serta jajaran terkait.
Peresmian oleh Kakorlantas Polri ini juga menandai komitmen
bersama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran
lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik di Kalimantan Selatan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.,
mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa kehadiran
pusat pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menekan angka
kecelakaan lalu lintas melalui jalur edukasi.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi berkendara yang
mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Selatan.
Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri
serta Kakorlantas Polri atas dukungannya dalam pembangunan SDC di Bumi Lambung
Mangkurat. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan dan DPRD Provinsi Kalsel yang telah bersinergi menyukseskan
program yang dibuat oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr. M. Fahri
Siregar, S.H., S.I.K., M.H. ini.
"Harapan kami dengan keberadaan SDC di Provinsi Kalimantan
Selatan ini bisa meningkatkan budaya tertib berlalulintas, khususnya kepada
masyarakat di Kalimantan Selatan," ujar Kapolda Kalsel di hadapan awak
media.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa fokus utama dari
pengoperasian SDC ini adalah untuk menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan.
Dengan pelatihan dan edukasi yang terstandarisasi di SDC, masyarakat diharapkan
memiliki keterampilan berkendara yang lebih baik serta kesadaran hukum yang
tinggi saat di jalan raya.
Safety Driving Center Polda Kalsel menjadi sarana bagi masyarakat
untuk belajar teknik berkendara yang aman dan benar, membentuk karakter
pengendara yang disiplin dan patuh pada aturan lalu lintas.
Selain itu juga untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas,
terutama yang mengakibatkan korban jiwa. Polda Kalsel akan terus berkoordinasi
dengan Korlantas Polri untuk pengembangan program-program SDC ke depannya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kakorlantas Polri Irjen
Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa fasilitas ini bukan
sekadar tempat ujian, melainkan pusat edukasi bagi pengemudi agar memiliki
keterampilan teknis yang mumpuni sekaligus kesadaran hukum yang tinggi saat di
jalan raya.
Kakorlantas berharap Peluncuran ini dapat menjadi titik balik
dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang lebih aman di Kalimantan Selatan.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas
otomotif, hingga instansi terkait untuk memanfaatkan fasilitas ini guna
memastikan setiap pengemudi yang turun ke jalan adalah pengemudi yang
bertanggung jawab.
Dengan diresmikannya Safety Driving Center ini, Ditlantas Polda
Kalsel mempertegas slogan "Utamakan Keselamatan sebagai Kebutuhan"
bagi seluruh warga Banua.
KOTA PASURUAN — Penutupan total Jalan Ir H Juanda Kota Pasuruan
resmi diberlakukan mulai Rabu (08/04/2026).
Kebijakan ini dilakukan sebagai dampak dari pembongkaran Jembatan
Bok Wedi yang terletak di Jalan Raya Ir H Juanda, Kelurahan Blandongan,
Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, menjadi akses vital bagi masyarakat.
Oleh karena itu, penutupan sementara ruas jalan ini berdampak
cukup signifikan terhadap mobilitas kendaraan, baik dari dalam kota maupun luar
daerah.
Menyikapi hal tersebut, Satlantas Polres Pasuruan Kota Polda Jatim
menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan ke sejumlah
jalur alternatif yang dinilai mampu menampung volume kendaraan selama proses
pembongkaran berlangsung.
Untuk kendaraan dari arah timur, arus lalu lintas dialihkan
melalui jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan.
Pengendara diarahkan melintasi Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Jalan
Raya KH Hasyim Ashari, Jalan Raya Untung Surapati, hingga Jalan Raya Gatot
Subroto sebagai jalur penghubung utama.
Sementara itu, kendaraan dari arah barat, khususnya dari Jalan
Raya Ir Soekarno Hatta, dialihkan melalui Jalan Raya Balaikota, dilanjutkan ke
Jalan Raya dr Wahidin Sudiro Husodo, kemudian menuju Jalan Raya KH Hasyim
Ashari hingga tersambung ke Jalan Raya HOS Cokroaminoto.
Pengalihan arus ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan
akibat penutupan total ruas Jalan Ir H Juanda.
Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya preventif guna
meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi
pekerjaan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan,
mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis
untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengarahkan pengguna
jalan.
“Kami telah menempatkan anggota di lapangan serta memasang
rambu-rambu petunjuk arah. Kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi
arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar AKP Amrullah
Setiawan, Rabu (8/4/26).
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk menyesuaikan waktu
perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan situasi arus
kendaraan tetap kondusif selama proses pembongkaran Jembatan Bok Wedi
berlangsung.