TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
Probolinggo - Jajaran Polsek Wonomerto Polres Probolinggo Kota
membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan
Mapolsek Wonomerto, Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai
bentuk kepedulian kepada warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan
Ramadan.
Pembagian takjil tersebut dilaksanakan oleh sejumlah personel
Polsek Wonomerto di Jalan Sukapura, tepat di depan Mapolsek Wonomerto. Sasaran
kegiatan adalah masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan
tersebut menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan 100 paket takjil
kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolsek.
Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama S.H. mengatakan kegiatan
berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat
sekaligus upaya untuk mempererat hubungan antara Polri dan warga.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,
khususnya bagi warga yang masih berada di perjalanan saat menjelang waktu
berbuka puasa. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat
hubungan antara polisi dan masyarakat,” ujar Bagus.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang
melintas di sekitar lokasi.
Salah satu penerima takjil, Rere, mengaku senang dan mengapresiasi
kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Wonomerto.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi dari Polsek Wonomerto yang
sudah berbagi takjil kepada kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal di bulan
Ramadan dan kami berharap jajaran Polsek Wonomerto selalu diberikan kesehatan,
keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas menjaga keamanan
masyarakat,” ujar Rere.
TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung Polda Jatim berhasil mengungkap
tindak pidana penyuntikan gas LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang diduga
menjadi penyebab kelangkaan gas di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung
beberapa waktu lalu.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres
Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto kepada awak media usai kegiatan apel gelar
pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah
Kabupaten Tulungagung, Kamis (12/03/2026).
Kapolres Tulungagung menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini
berawal dari informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan media
nasional terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Tulungagung.
“Berawal dari informasi di media sosial maupun media nasional
terkait kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Tulungagung, kemudian kami melakukan
pengecekan langsung ke lapangan,” ujar AKBP Dr. Ihram Kustarto.
Hasil pengecekan menunjukkan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram di
beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Ngunut, Rejotangan, dan Ngantru, yang
kemudian merembet ke kecamatan lain di Kabupaten Tulungagung.
Menindaklanjuti temuan tersebut, jajaran Polres Tulungagung Polda
Jatim melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap praktik
penyuntikan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung LPG non-subsidi ukuran 12
kilogram.
Dari hasil pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Dua orang
tersangka yakni HR (40) warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar dan IM
(47) warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Tersangka HR berperan
sebagai pelaku penyuntikan gas dan IM berperan sebagai penadah hasil
penyuntikan gas LPG.
“Motif para pelaku adalah untuk mencari keuntungan pribadi dengan
membeli LPG 3 kg subsidi, kemudian disuntikkan ke dalam tabung LPG 12 kg untuk
dijual kembali,” jelas AKBP Dr. Ihram Kustarto.
Kapolres Tulungagung juga menjelaskan bahwa praktik tersebut
berawal dari pelanggaran administrasi terkait aturan rayonisasi distribusi LPG,
di mana tabung LPG dari daerah lain juga ikut dibeli dan digunakan oleh para
pelaku.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan
sejumlah barang bukti di 300 tabung gas LPG, 4 alat suntik, satu unit kendaraan
roda empat, alat penyuntik gas, potongan paralon, timbangan, serta berbagai
peralatan lain yang digunakan untuk melakukan praktik ilegal tersebut.
HM melakukan praktek suntik LPD dirumahnya dan dari pengakuannya
sudah berjalan 4 tahun menjual hasil suntik gas tersebut kepada IM (sebagai
penadah) dengan meraup keuntungan total keduanya kurang lebih per tabung Rp
100.000 hingga Rp 150.000.
Barang bukti sementara yang diamankan sejumlah kurang lebih 1300
tabung terdiri tabung gas lpg 3kg dan 12 kg yang berasal dari Ngantru, Ngunut
dan Rejotangan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 55
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah
diubah melalui Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta
Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak
Rp10 miliar.
SURABAYA - Polda Jawa Timur menyampaikan adanya kebijakan
pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik dan balik
Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang
telah ditetapkan oleh instansi terkait.
SKB Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026;
Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026 ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat
Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Bina Marga Roy
Rizali Anwar, dan Kakor Lantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi,
menjelaskan bahwa pembatasan tersebut tidak berlaku untuk seluruh jenis
angkutan barang.
Beberapa komoditas strategis tetap diperbolehkan beroperasi untuk
menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.
“Dalam SKB telah ditetapkan adanya pembatasan untuk angkutan
barang,namun demikian tidak semua barang dibatasi, karena ada pengecualian,”
ujar Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/26).
Ia menyebutkan, sejumlah angkutan yang dikecualikan dari kebijakan
pembatasan antara lain kendaraan pengangkut ternak, pupuk, bahan bakar minyak
(BBM), kebutuhan penanganan bencana alam, serta bahan pokok dan barang penting
(bapokting).
Kebijakan pembatasan angkutan barang tersebut berlaku mulai 13
hingga 29 Maret 2026.
Adapun kendaraan yang terkena pembatasan meliputi kendaraan dengan
tiga sumbu atau lebih, termasuk kendaraan dengan kereta tempel maupun
gandengan.
“Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan sumbu tiga, kereta tempel,
dan kendaraan gandengan yang mengangkut barang di luar kategori pengecualian,”
jelasnya.
Meski demikian, Kombes Iwan menegaskan bahwa kebijakan tersebut
bukan merupakan pelarangan total terhadap aktivitas angkutan barang.
Pemerintah masih memberikan ruang bagi pelaku industri untuk
menyesuaikan pola distribusi logistik selama masa pembatasan berlangsung.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengalihkan moda
angkutan dari kendaraan besar menjadi kendaraan dengan kapasitas lebih kecil.
“Ini bukan pelarangan, tetapi pembatasan. Artinya pihak industri
masih bisa menempuh cara lain, misalnya mengalihkan angkutannya dari kendaraan
sumbu tiga atau lebih menjadi kendaraan sumbu dua dengan kapasitas yang lebih
kecil,” terangnya.
Dengan skema tersebut, distribusi logistik tetap dapat berjalan
tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik
Lebaran.
Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mengurangi kepadatan
kendaraan di jalur utama sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan para
pemudik.
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan kepada
seluruh elemen bangsa untuk berjuang dan bergerak bersama membangun Bangsa
Indonesia. Menurutnya, hal itu bisa terwujud jika seluruh elemen bersinergi dan
menjaga nilai persatuan serta kesatuan.
Hal tersebut digelorakan Sigit saat menghadiri kegiatan buka puasa
bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) di Hotel
Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
"Sehingga tentunya ini menjadi kegiatan yang terus mempererat
silaturahmi yang ada dan terus bersama-sama kita berjuang bersama-sama mengisi
dan membangun bangsa," kata Sigit.
Sigit menjelaskan, Polri merupakan institusi garda terdepan dalam
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum,
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Hal itu merupakan amanat
dari UUD hingga reformasi.
Oleh karena itu, Sigit menegaskan, Polri dan PB SEMMI memiliki
kesamaan dalam sebagai anak kandung dari reformasi. "Dan oleh karena itu,
tentunya kami akan terus menjalankan apa yang menjadi amanah tersebut,"
ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit mengajak sekaligus menekankan bahwa Polri terus
membuka ruang untuk seluruh elemen bangsa menyampaikan saran dan aspirasi untuk
kebaikan institusi Korps Bhayangkara ke depannya.
"Di satu sisi kami juga meminta kepada seluruh teman-teman
aktivis dari SEMMI khususnya, dari SI untuk terus ikut menjaga institusi kami.
Sehingga betul-betul bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan dari
suara-suara dan aspirasi masyarakat sipil, suara-suara demokrasi untuk bisa
terus mewujudkan menjadi Polri yang bisa menjadi civilian police sesuai dengan
harapan masyarakat," ucap Sigit.
Selain itu, Sigit juga meminta agar terus mendukung dan mengawal
segala upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan perdamaian dunia di
tengah konflik global yang berlangsung belakangan ini.
"Pemerintah juga melakukan berbagai macam diplomasi di bidang
perdagangan dan juga bagaimana di dalam negeri kita harus bisa terus mendorong
agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri," tutur Sigit.
Demi mewujudkan kemandirian bangsa, Sigit menyatakan, Pemerintah
terus mendorong terciptanya ketahanan pangan sampai dengan energi. "Dan
tentunya seluruhnya ini bisa kita lakukan kalau kita solid, kita bersatu padu
untuk kemudian bergerak bersama," tutur Sigit.
Di sisi lain, Sigit menyinggung terjadinya bonus demografi yang
bakal dihadapi. Menurutnya, momentum itu harus dijadikan satu lompatan besar
untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan disegani di mata dunia.
"Dan itu tentunya menjadi harapan kita dan kita titipkan pada
para generasi muda untuk terus bisa mempersiapkan diri mengisi pada saatnya
nanti menjadi calon-calon pemimpin pada saat Indonesia menjadi Indonesia Emas
di tahun 2045," tutup Sigit.
SURABAYA - Polda Jawa Timur menggelar apel kesiapan Operasi
Ketupat 2026 sebagai langkah awal pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di
Lapangan Apel Mapolda Jatim, Kamis (12/3/26).
Operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai
13 hingga 25 Maret mendatang.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi,
mengatakan bahwa pelaksanaan gelar Operasi Ketupat dilakukan secara serentak
seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bentuk kesiapan
menghadapi mobilitas masyarakat selama Idulfitri.
Ia menjelaskan, Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada
pengamanan lalu lintas, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang
menjalankan ibadah selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.
Menurutnya, perjalanan mudik bukan sekadar perjalanan fisik,
melainkan juga perjalanan spiritual bagi masyarakat yang ingin bertemu keluarga
di kampung halaman sekaligus melaksanakan ibadah salat Idulfitri.
“Operasi ini tidak semata-mata perjalanan fisik, namun juga
perjalanan spiritual. Kepolisian hadir untuk melayani masyarakat yang akan
mudik ke kampung halaman dan menjalankan ibadah,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus mudik
dan balik, Polda Jatim telah melakukan pemetaan sejumlah titik rawan sejak
sebulan lalu.
Pemetaan tersebut dilakukan bersama sejumlah instansi terkait
seperti Jasa Marga, Dinas Pekerjaan Umum kabupaten dan Provinsi, Dinas
Perhubungan, serta instansi lainnya.
Hasil survei tersebut mengidentifikasi sejumlah potensi kerawanan,
mulai dari titik rawan kemacetan, rawan kecelakaan lalu lintas, hingga titik
kelelahan pengemudi.
"Pemetaan dilakukan baik di jalur arteri maupun jalan tol di
wilayah Jawa Timur," ujar Kombes Iwan.
Pada jalur arteri, beberapa kawasan yang menjadi perhatian antara
lain jalur Pantura (Lintas Utara), jalur tengah, jalur selatan, wilayah Tapal
Kuda, serta jalur di kawasan timur Jawa Timur.
Salah satu titik yang menjadi perhatian khusus adalah jalur arteri
di Kabupaten Tuban yang berbatasan langsung dengan Rembang, Jawa Tengah.
Jalur tersebut diketahui menjadi salah satu lintasan utama
kendaraan logistik yang tidak melalui jalan tol.
“Arteri Tuban menjadi tumpuan kendaraan logistik, terutama
kendaraan berat yang tidak melalui tol. Di sana juga terdapat beberapa titik
yang kami prediksi rawan kecelakaan,” ungkapnya.
Dirlantas Polda Jatim menyebutkan, di wilayah Tuban terdapat
sekitar 25 titik yang dipetakan sebagai potensi kerawanan lalu lintas, mulai
dari perbatasan Rembang hingga jalur menuju Lamongan dan Bojonegoro.
Selain itu, potensi kemacetan akibat hambatan samping seperti
pasar tumpah juga menjadi perhatian.
Di wilayah Madura, tercatat terdapat sekitar delapan lokasi pasar
tumpah yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Lokasi-lokasi tersebut sudah kami sampaikan kepada masing-masing
Kasat Lantas agar dilakukan langkah antisipasi jauh hari sebelum pelaksanaan
mudik maupun arus balik,” katanya.
Di sisi lain, Polda Jatim juga memetakan sejumlah titik lelah bagi
pengendara, khususnya di sepanjang ruas jalan tol.
Hal ini dilakukan mengingat panjangnya jaringan tol di Jawa Timur
yang menghubungkan wilayah timur, selatan, hingga utara.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, tersedia sekitar 27 rest area
di sepanjang ruas tol di Jawa Timur, baik di jalur kiri maupun kanan.
Rest area tersebut terdiri dari beberapa tipe, yakni tipe A, B,
dan C yang dibedakan berdasarkan fasilitas yang tersedia.
“Rest area tersebut sudah kami cek sejak sebulan lalu dan
kondisinya siap digunakan untuk memfasilitasi para pemudik yang membutuhkan
tempat beristirahat,” pungkasnya.
Jakarta – Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 mulai berjalan
untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Operasi ini
tidak hanya berfokus pada pengaturan lalu lintas, tetapi juga memastikan
seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri
berlangsung aman.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen. Pol Agus Suryonugroho
mengatakan bahwa Operasi Ketupat telah dimulai setelah Kapolri memimpin Apel
Gelar Pasukan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
“Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert.
Operasi ini bukan hanya operasi di bidang lalu lintas, tetapi bagaimana Polri
hadir memastikan momen sosial dan spiritual masyarakat selama Ramadan hingga
Idulfitri semuanya aman,” ujar Kakorlantas.
Ia menjelaskan bahwa dalam Operasi Ketupat 2026 terdapat lima
klaster utama pengamanan, yakni jalan tol, jalan arteri, kawasan penyeberangan
pelabuhan, simpul transportasi seperti terminal, bandara dan stasiun, serta
tempat ibadah dan destinasi wisata.
“Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan bersama
stakeholder. Harapannya Operasi Ketupat tahun ini dapat berjalan lebih baik
dengan tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” jelasnya.
Selain pengamanan arus mudik, Polri juga menyiapkan berbagai
fasilitas pelayanan bagi masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kapolri
Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menyerahkan bantuan kendaraan operasional
kepada tiga Polda yang sebelumnya terdampak bencana.
“Setiap Polda mendapatkan 50 kendaraan untuk mendukung pelayanan
Operasi Ketupat, termasuk di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Operasi Ketupat tidak hanya menghadirkan
petugas di jalan untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat
dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman hingga kembali ke tempat asalnya.
“Kehadiran anggota Polri harus menjamin masyarakat berangkat mudik
dengan aman, sampai tujuan dengan aman dan bahagia, serta kembali juga dengan
selamat,” ujarnya.
Dalam pengamanan arus mudik, Korlantas Polri juga memanfaatkan
infrastruktur teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time.
Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pemantau, hingga body camera
yang digunakan oleh anggota di lapangan.
“Operasi Ketupat saat ini menggunakan dukungan teknologi. Kami
memantau kondisi lalu lintas menggunakan drone dan perangkat lainnya untuk
memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” jelas Kakorlantas.
Terkait rekayasa lalu lintas, Agus menjelaskan bahwa penerapan
contraflow dan one way akan dilakukan secara situasional berdasarkan parameter
jumlah kendaraan yang terpantau melalui sistem traffic counting.
Sebagai contoh, apabila volume kendaraan di tol mencapai 5.500
kendaraan per jam, maka akan diterapkan contraflow lajur pertama. Jika jumlah
kendaraan meningkat hingga 6.500 kendaraan per jam, maka contraflow akan
diperluas hingga dua lajur.
“Jika kondisi masih padat, maka akan diberlakukan one way tahap
pertama dari kilometer 70 hingga kilometer 236 menuju Jawa Tengah untuk
mengurai kepadatan arus kendaraan,” katanya.
Selain di jalan tol, rekayasa lalu lintas juga akan diterapkan di
sejumlah jalur wisata dan arteri. Di kawasan Gadog misalnya, akan diterapkan
sistem one way menuju Puncak pada pagi hari saat akhir pekan dan dievaluasi
kembali pada sore hari berdasarkan volume kendaraan.
Pengaturan serupa juga disiapkan di jalur Bogor–Sukabumi (Bocimi)
hingga sejumlah titik rawan kepadatan lainnya, termasuk kawasan wisata di
Malang Raya dan simpul pertemuan arus kendaraan di Mengkreng, Jawa Timur.
“Seluruh skenario rekayasa lalu lintas sudah kami siapkan melalui
survei lapangan dan tactical floor game agar pelaksanaan Operasi Ketupat
berjalan optimal,” pungkasnya.
Polri berharap melalui berbagai kesiapan tersebut, pelaksanaan
mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung aman, lancar serta
menghadirkan mudik aman, keluarga bahagia bagi seluruh masyarakat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI
Jenderal Agus Subianto memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di
kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat pada Kamis (12/3).
Dalam amanatnya, Kapolri menginstruksikan kepada seluruh jajaran
agar dapat bertugas dengan sungguh-sungguh sehingga dapat mewujudkan tagline
“Mudik
Aman, Keluarga Bahagia”.
"Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita
bersama. Untuk itu, terus tingkatkan soliditas dan sinergisitas dalam setiap
pelaksanaan tugas, bersama kita wujudkan Mudik Aman, Keluarga Bahagia,"
ujarnya.
Sigit mengatakan momentum Hari Raya Idul Fitri sangat penting
untuk mendorong perekonomian nasional karena mampu mendorong perputaran uang
yang signifikan dan
memberikan multiplier effect di seluruh daerah.
Ia menjelaskan dari hasil survei Kementerian Perhubungan,
diperkirakan jumlah masyarakat yang akan melaksanakan mudik pada tahun ini
mencapai 143,9 juta orang.
Meskipun diperkirakan menurun 2,5 juta dibanding tahun lalu,
Kapolri meminta seluruh petugas untuk tetap waspada dan mengantisipasi lonjakan
jumlah masyarakat yang mudik.
"Terlebih lagi ada stimulus kebijakan pemerintah yang
memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik,
antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum, hingga
kebijakan work from anywhere," tuturnya.
Lebih lanjut, Kapolri mengingatkan puncak arus mudik diprediksi
terjadi pada dua gelombang yakni 14-15 Maret dan 18-19 Maret. Sementara untuk
puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24-25 Maret dan 28-29 Maret.
Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengaturan
lalu lintas selama periode Lebaran 2026 mulai dari pembatasan operasional
angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow dan ganjil-genap,
pengaturan penyeberangan laut hingga alih fungsi penimbangan kendaraan sebagai
tempat istirahat.
"Untuk itu, saya berharap seluruh personel memedomani dan
mensosialisasikan pelaksanaan SKB ini, sehingga dapat dipahami dan dilaksanakan
dengan baik," jelasnya.
Di sisi lain, Sigit mengingatkan dari hasil perhitungan BMKG
kondisi cuaca pada saat arus mudik Lebaran 2026 akan dalam kondisi berawan
hingga hujan lebat.
Oleh sebab itu, ia meminta agar seluruh anggota yang bertugas
dalam kondisi siaga penuh menghadapi seluruh potensi bencana alam yang mungkin
terjadi.
"Perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana
hidrometeorologi, terutama di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan
Nusa Tenggara," tuturnya.
"Untuk itu, diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim
tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah
penanganan bencana baik pada
tahap pra, saat dan pasca bencana," imbuhnya.
Terakhir, Sigit juga meminta kepada jajaran kepolisian untuk
melakukan pemetaan potensi gangguan kambtimas mulai dari premanisme, balap liar
hingga perkelahian antar kelompok.
Ia secara khusus memerintahkan agar patroli rutin dengan
melibatkan Pam Swakarsa terus ditingkatkan khususnya pada
titik-titik dan jam rawan.
Selain itu, kata dia, seluruh jajaran Polsek hingga Polres diminta
untuk turun melakukan pendataan rumah yang kosong ditinggalkan pemudik. Serta
menyediakan penitipan kendaraan guna memberikan rasa aman bagi
masyarakat yang mudik.
"Optimalkan layanan Kepolisian 110 guna menghadirkan
pelayanan Kepolisian yang responsif dan solutif, sehingga masyarakat dapat
merasakan kehadiran rekan-rekan," pungkasnya.