TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
SURABAYA - Penutupan sementara di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
selama 3 hari pada momen hari raya Nyepi di Bali, Polda Jawa Timur menyiapkan
kantong parkir sebagai zona penyangga (Buffer Zona) untuk kendaraan yang
menunggu dibukanya kembali jalur penyeberangan.
Jalur penyeberangan Ketapang mulai ditutup pada Rabu, (18/3/2026)
pukul 17.00 sampai Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol
Nanang Avianto usai memimpin jalannya Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru
2026 di halaman Mapolda Jatim, Kamis (12/3/2026).
"Kebijakan penutupan operasional pelabuhan sudah kita siasati
melalui rapat koordinasi lintas sektoral beberapa waktu lalu," ujar Irjen
Nanang.
Disampaikan oleh Kapolda Jatim, salah satu upayanya yaitu
menyiapkan buffer zone berupa rest area dan kantung parkir di dekat akses
menuju pelabuhan Ketapang di Banyuwangi.
Kapolda Jatim menambahkan, terkait dengan adanya penutupan di
Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
"Informasi berupa pembatasan operasional selama tiga momen
perayaan Hari Raya Nyepi tersebut terus kita sebarkan ke masyarakat," kata
Irjen Nanang.
Ia berharap masyarakat dapat menyiasati waktu perjalanan sehingga
tidak sampai terjebak (stuck) karena pembatasan operasional penyeberangan
kapal.
Selain itu, Polda Jatim terus berkoordinasi dengan stakeholder
yang ada di Banyuwangi untuk antisipasi potensi penumpukan kendaraan saat
pembatasan operasional telah berakhir.
Polda Jatim juga berkoordinasi dengan ASDP
Pelabuhan Ketapang, nantinya untuk mempersiapkan banyak kapal melakukan
percepatan angkutan penyeberangan ke Pelabuhan Gilimanuk.
"Kami sudah menyiapkan itu sudah kita rapatkan kemarin dengan
ASDP sehingga pada saat nanti setelah selesai acara kegiatan untuk pola-pola
penyeberangan akan kita atur lebih bagus lagi supaya semuanya bisa lebih
lancar," pungkasnya.
SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama jajaran menggelar
Gerakan Pangan Murah Polri secara serentak di berbagai wilayah di Jawa Timur
menjelang Hari Raya Idulfitri yang dipusatkan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo,
Jumat (13/3/26).
Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan
pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga dan
ketersediaan stok pangan.
Dalam kegiatan tersebut, disediakan diantaranya beras kemasan 5
kilogram dengan total stok 5 ton yang dijual Rp55.000 per kemasan.
Selain itu juga tersedia gula pasir sebanyak 1.000 kilogram dengan
harga Rp17.000 per kilogram.
Untuk minyak goreng merek Minyakita sebanyak 1.000 liter dengan
harga Rp15.000 per liter.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto secara simbolis
memberangkatkan para Bhabinkamtibmas untuk mendistribusikan dan menjual paket
sembako murah tersebut langsung kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Sementara itu Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing
mengatakan gerakan pangan murah ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat
memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas
harga menjelang Lebaran.
“Gerakan pangan murah ini kami laksanakan secara serentak di
wilayah Jawa Timur untuk menstabilkan harga serta menjaga ketersediaan stok
bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujar Kombes Tobing.
Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di wilayah Sidoarjo, harga
kebutuhan pokok hingga saat ini masih berada dalam kondisi stabil dan relatif
terjangkau oleh masyarakat.
“Untuk harga sembako di wilayah Sidoarjo berdasarkan data yang
kami terima masih dalam keadaan normal, stabil, dan terjangkau,” jelas Kombes
Tobing.
Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap masyarakat dapat lebih
mudah mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga wajar sekaligus menjaga
stabilitas pasokan pangan menjelang meningkatnya permintaan saat Idul Fitri.
PROBOLINGGO - Ruas Tol Prosiwangi (Probolinggo - Situbondo -
Banyuwangi) akan dibuka secara fungsional untuk mudik lebaran Idulfitri 1447 H
tahun 2026.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kasatlantas Polres Probolinggo,
AKP Safiq Jundhira Zulkarnain saat mempersiapkan Pos Pelayanan di Exit Tol
Kraksaan, Jumat (13/3/26).
AKP Safiq yang juga selaku Kasatgas Kamseltibcarlantas Operasi
Ketupat Semeru 2026 Polres Probolinggo mengatakan, ruas Tol Prosiwangi akan
dibuka fungsional mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026, mulai pukul 06.00 -
16.00 WIB.
"Ruas Tol Prosiwangi dibuka dua lajur A dan B, dari Kraksaan
- Paiton - Situbondo Barat," ujar AKP Safiq.
Namun demikian lanjut AKP Safiq, untuk ruas Paiton - Situbondo
Barat hanya diperuntukan untuk kendaraan Golongan 1 saja.
Masih kata AKP Safiq, Polres Probolinggo Polda Jatim telah
mendirikan Pos Pelayanan dan Pengamanan di setiap Exit Tol yang ada di wilyah
hukum Polres Probolinggo.
"Posyan dan Pospam di exit tol Paiton,Kraksaan,Gending dan
Leces sudah kita siapkan untuk memberikan pelayanan kepada pemudik," kata
AKP Safiq
Ia mengimbau agar para pemudik dapat memanfaatkan Pos yang sudah
disediakan oleh Kepolisian saat mudik atau balik lebaran nantinya.
"Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum
melakukan perjalanan, patuhi rambu lalu lintas dan memanfaatkan rest area untuk
beristirahat jika merasa lelah selama perjalanan,"pesan AKP Safiq.
Probolinggo - Jajaran Polsek Wonomerto Polres Probolinggo Kota
membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat yang melintas di depan
Mapolsek Wonomerto, Kamis (12/3/2026) sore. Kegiatan ini dilakukan sebagai
bentuk kepedulian kepada warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan
Ramadan.
Pembagian takjil tersebut dilaksanakan oleh sejumlah personel
Polsek Wonomerto di Jalan Sukapura, tepat di depan Mapolsek Wonomerto. Sasaran
kegiatan adalah masyarakat serta pengguna jalan yang melintas di kawasan
tersebut menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam kegiatan tersebut, petugas membagikan 100 paket takjil
kepada masyarakat yang melintas di depan Mapolsek.
Kapolsek Wonomerto AKP Bagus Purnama S.H. mengatakan kegiatan
berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat
sekaligus upaya untuk mempererat hubungan antara Polri dan warga.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat,
khususnya bagi warga yang masih berada di perjalanan saat menjelang waktu
berbuka puasa. Semoga kegiatan ini dapat bermanfaat dan semakin mempererat
hubungan antara polisi dan masyarakat,” ujar Bagus.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat yang
melintas di sekitar lokasi.
Salah satu penerima takjil, Rere, mengaku senang dan mengapresiasi
kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Wonomerto.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi dari Polsek Wonomerto yang
sudah berbagi takjil kepada kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal di bulan
Ramadan dan kami berharap jajaran Polsek Wonomerto selalu diberikan kesehatan,
keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan tugas menjaga keamanan
masyarakat,” ujar Rere.
TULUNGAGUNG – Polres Tulungagung Polda Jatim berhasil mengungkap
tindak pidana penyuntikan gas LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) yang diduga
menjadi penyebab kelangkaan gas di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung
beberapa waktu lalu.
Pengungkapan kasus tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres
Tulungagung AKBP Dr. Ihram Kustarto kepada awak media usai kegiatan apel gelar
pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah
Kabupaten Tulungagung, Kamis (12/03/2026).
Kapolres Tulungagung menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini
berawal dari informasi yang beredar di media sosial maupun pemberitaan media
nasional terkait kelangkaan LPG 3 kilogram di wilayah Tulungagung.
“Berawal dari informasi di media sosial maupun media nasional
terkait kelangkaan LPG 3 kg di wilayah Tulungagung, kemudian kami melakukan
pengecekan langsung ke lapangan,” ujar AKBP Dr. Ihram Kustarto.
Hasil pengecekan menunjukkan adanya kelangkaan LPG 3 kilogram di
beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Ngunut, Rejotangan, dan Ngantru, yang
kemudian merembet ke kecamatan lain di Kabupaten Tulungagung.
Menindaklanjuti temuan tersebut, jajaran Polres Tulungagung Polda
Jatim melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengungkap praktik
penyuntikan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung LPG non-subsidi ukuran 12
kilogram.
Dari hasil pengungkapan tersebut, Polisi menetapkan Dua orang
tersangka yakni HR (40) warga Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar dan IM
(47) warga Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.
Tersangka HR berperan
sebagai pelaku penyuntikan gas dan IM berperan sebagai penadah hasil
penyuntikan gas LPG.
“Motif para pelaku adalah untuk mencari keuntungan pribadi dengan
membeli LPG 3 kg subsidi, kemudian disuntikkan ke dalam tabung LPG 12 kg untuk
dijual kembali,” jelas AKBP Dr. Ihram Kustarto.
Kapolres Tulungagung juga menjelaskan bahwa praktik tersebut
berawal dari pelanggaran administrasi terkait aturan rayonisasi distribusi LPG,
di mana tabung LPG dari daerah lain juga ikut dibeli dan digunakan oleh para
pelaku.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas turut mengamankan
sejumlah barang bukti di 300 tabung gas LPG, 4 alat suntik, satu unit kendaraan
roda empat, alat penyuntik gas, potongan paralon, timbangan, serta berbagai
peralatan lain yang digunakan untuk melakukan praktik ilegal tersebut.
HM melakukan praktek suntik LPD dirumahnya dan dari pengakuannya
sudah berjalan 4 tahun menjual hasil suntik gas tersebut kepada IM (sebagai
penadah) dengan meraup keuntungan total keduanya kurang lebih per tabung Rp
100.000 hingga Rp 150.000.
Barang bukti sementara yang diamankan sejumlah kurang lebih 1300
tabung terdiri tabung gas lpg 3kg dan 12 kg yang berasal dari Ngantru, Ngunut
dan Rejotangan.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 55
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah
diubah melalui Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta
Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara atau denda paling banyak
Rp10 miliar.
SURABAYA - Polda Jawa Timur menyampaikan adanya kebijakan
pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik dan balik
Lebaran 2026.
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang
telah ditetapkan oleh instansi terkait.
SKB Nomor: KP-DRJD 854 Tahun 2026; HK.201/1/21/DJPL/2026;
Kep/43/II/2026; 20/KPTS/Db/2026 ditandatangani oleh Dirjen Perhubungan Darat
Aan Suhanan, Dirjen Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Dirjen Bina Marga Roy
Rizali Anwar, dan Kakor Lantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho.
Direktur Lalu Lintas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Saktiadi,
menjelaskan bahwa pembatasan tersebut tidak berlaku untuk seluruh jenis
angkutan barang.
Beberapa komoditas strategis tetap diperbolehkan beroperasi untuk
menjaga kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.
“Dalam SKB telah ditetapkan adanya pembatasan untuk angkutan
barang,namun demikian tidak semua barang dibatasi, karena ada pengecualian,”
ujar Kombes Pol Iwan Saktiadi, Kamis (12/3/26).
Ia menyebutkan, sejumlah angkutan yang dikecualikan dari kebijakan
pembatasan antara lain kendaraan pengangkut ternak, pupuk, bahan bakar minyak
(BBM), kebutuhan penanganan bencana alam, serta bahan pokok dan barang penting
(bapokting).
Kebijakan pembatasan angkutan barang tersebut berlaku mulai 13
hingga 29 Maret 2026.
Adapun kendaraan yang terkena pembatasan meliputi kendaraan dengan
tiga sumbu atau lebih, termasuk kendaraan dengan kereta tempel maupun
gandengan.
“Pembatasan ini berlaku bagi kendaraan sumbu tiga, kereta tempel,
dan kendaraan gandengan yang mengangkut barang di luar kategori pengecualian,”
jelasnya.
Meski demikian, Kombes Iwan menegaskan bahwa kebijakan tersebut
bukan merupakan pelarangan total terhadap aktivitas angkutan barang.
Pemerintah masih memberikan ruang bagi pelaku industri untuk
menyesuaikan pola distribusi logistik selama masa pembatasan berlangsung.
Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah mengalihkan moda
angkutan dari kendaraan besar menjadi kendaraan dengan kapasitas lebih kecil.
“Ini bukan pelarangan, tetapi pembatasan. Artinya pihak industri
masih bisa menempuh cara lain, misalnya mengalihkan angkutannya dari kendaraan
sumbu tiga atau lebih menjadi kendaraan sumbu dua dengan kapasitas yang lebih
kecil,” terangnya.
Dengan skema tersebut, distribusi logistik tetap dapat berjalan
tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan balik
Lebaran.
Pemerintah berharap kebijakan ini mampu mengurangi kepadatan
kendaraan di jalur utama sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan para
pemudik.
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerukan kepada
seluruh elemen bangsa untuk berjuang dan bergerak bersama membangun Bangsa
Indonesia. Menurutnya, hal itu bisa terwujud jika seluruh elemen bersinergi dan
menjaga nilai persatuan serta kesatuan.
Hal tersebut digelorakan Sigit saat menghadiri kegiatan buka puasa
bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) di Hotel
Aryaduta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
"Sehingga tentunya ini menjadi kegiatan yang terus mempererat
silaturahmi yang ada dan terus bersama-sama kita berjuang bersama-sama mengisi
dan membangun bangsa," kata Sigit.
Sigit menjelaskan, Polri merupakan institusi garda terdepan dalam
menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum,
memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan. Hal itu merupakan amanat
dari UUD hingga reformasi.
Oleh karena itu, Sigit menegaskan, Polri dan PB SEMMI memiliki
kesamaan dalam sebagai anak kandung dari reformasi. "Dan oleh karena itu,
tentunya kami akan terus menjalankan apa yang menjadi amanah tersebut,"
ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit mengajak sekaligus menekankan bahwa Polri terus
membuka ruang untuk seluruh elemen bangsa menyampaikan saran dan aspirasi untuk
kebaikan institusi Korps Bhayangkara ke depannya.
"Di satu sisi kami juga meminta kepada seluruh teman-teman
aktivis dari SEMMI khususnya, dari SI untuk terus ikut menjaga institusi kami.
Sehingga betul-betul bisa melaksanakan apa yang menjadi harapan dari
suara-suara dan aspirasi masyarakat sipil, suara-suara demokrasi untuk bisa
terus mewujudkan menjadi Polri yang bisa menjadi civilian police sesuai dengan
harapan masyarakat," ucap Sigit.
Selain itu, Sigit juga meminta agar terus mendukung dan mengawal
segala upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan perdamaian dunia di
tengah konflik global yang berlangsung belakangan ini.
"Pemerintah juga melakukan berbagai macam diplomasi di bidang
perdagangan dan juga bagaimana di dalam negeri kita harus bisa terus mendorong
agar kita mampu berdiri di atas kaki sendiri," tutur Sigit.
Demi mewujudkan kemandirian bangsa, Sigit menyatakan, Pemerintah
terus mendorong terciptanya ketahanan pangan sampai dengan energi. "Dan
tentunya seluruhnya ini bisa kita lakukan kalau kita solid, kita bersatu padu
untuk kemudian bergerak bersama," tutur Sigit.
Di sisi lain, Sigit menyinggung terjadinya bonus demografi yang
bakal dihadapi. Menurutnya, momentum itu harus dijadikan satu lompatan besar
untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dan disegani di mata dunia.
"Dan itu tentunya menjadi harapan kita dan kita titipkan pada
para generasi muda untuk terus bisa mempersiapkan diri mengisi pada saatnya
nanti menjadi calon-calon pemimpin pada saat Indonesia menjadi Indonesia Emas
di tahun 2045," tutup Sigit.