TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
Jakarta - Pasukan Pelopor Korps Brimob Polri masuk dalam lima besar nominasi Kompolnas Awards 2026. Penilaian tersebut dilakukan melalui visitasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) di Korbrimob Polri, Kelapa Dua, Kamis (13/8/2026).
Visitasi dilakukan untuk melihat secara langsung berbagai program, inovasi, serta capaian kinerja Pasukan Pelopor Korbrimob, khususnya dalam implementasi Indeks 5P yang mencakup People, Prosperity, Planet, Peace, dan Partnership.
Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, Pasukan Pelopor Korbrimob merupakan salah satu satuan kerja yang selalu menjadi nominasi dalam Kompolnas Awards. Menurutnya, visitasi dilakukan untuk memastikan proses penilaian berjalan objektif melalui pengecekan langsung terhadap berbagai program yang telah dijalankan.
“Korps Brimob adalah salah satu satuan kerja komando yang paling tegas. Oleh karena itu, satuan ini selalu menjadi nominasi dalam ajang Kompolnas Awards. Pada tahun 2026, Pasukan Pelopor Korps Brimob berhasil masuk sebagai salah satu dari lima besar nominasi,” kata Dr. Yusuf.
Dr. Yusuf menambahkan, melalui visitasi tersebut Kompolnas ingin melihat secara langsung implementasi indeks 5P sekaligus memastikan adanya proses checks and balances dalam penilaian. Ia berharap Pasukan Pelopor mampu menunjukkan fakta dan keunggulan program yang menjadi pembeda dengan satuan kerja Polri lainnya.
Dalam implementasi aspek People, Pasukan Pelopor Korbrimob menjalankan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembinaan integritas dan mental, hingga perawatan moral serta psikologis personel melalui home visit. Upaya tersebut juga didukung dengan penyediaan fasilitas olahraga dan peningkatan kemampuan serta kebugaran personel.
Pada aspek Prosperity, Pasukan Pelopor turut berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberian alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit jagung kepada kelompok tani. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan hasil pertanian lokal dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Sementara aspek Planet diwujudkan melalui optimalisasi lahan produktif atau Green Initiative dengan gerakan penanaman jagung. Pasukan Pelopor juga memiliki layanan Call Center SAR sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan.
Untuk aspek Peace, Pasukan Pelopor memperkuat profesionalisme dan kesiapsiagaan personel melalui pelatihan manajemen taktis, pemeliharaan kemampuan fungsi Pelopor, standarisasi kemampuan petugas penindak huru-hara, penggunaan Body Worn Camera, serta patroli dialogis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan profesional, humanis, dan sesuai standar operasional.
Sedangkan aspek Partnership diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, kelompok tani, komunitas, dan masyarakat. Sejumlah program seperti patroli dialogis, Call Center SAR, bus sekolah gratis, Jumat Berkah, serta kegiatan sosial lainnya menjadi sarana membangun komunikasi dua arah dan menjaga kepercayaan publik.
Pasukan Pelopor Korbrimob sendiri memiliki empat resimen yang tersebar di Bogor, Depok, Cikeas, serta Karawang dan Purwakarta. Satuan ini memiliki tugas dalam penanggulangan konflik sosial, huru-hara, massa anarkis, kejahatan insurjensi, pencarian dan penyelamatan, penanggulangan bencana, serta mendukung fungsi Pelopor pada satuan Brimob Polda.
Sepanjang 2025, Pasukan Pelopor Korbrimob mencatat capaian kinerja sebesar 106,59 persen. Personelnya juga meraih berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional, dengan total 142 personel.
Dalam pelaksanaan tugas, Pasukan Pelopor turut terlibat dalam penanganan bencana alam tanah longsor dan banjir di wilayah hukum Polda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025, penanganan KKB di wilayah hukum Polda Papua, penanganan konflik Agustus Kelabu 2025, serta pengamanan dan pengawalan objek vital nasional melalui Operasi Amole dan pengamanan barang berharga milik negara.
Melalui berbagai program tersebut, Pasukan Pelopor Korbrimob Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
SURABAYA- Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan tersangka pembuat serta kurir narkotika jenis tembakau Sintetis dan juga Ganja yang diedarkan diwilayah Surabaya hingga ke Sidoarjo.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi melalui Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Dodi Pratama mengatakan, selain menyediakan daun dan biji ganja serta Sabu, tersangka juga memproduksi tembakau Sintetis dengan berbagai aroma rasa.
"Tersangka saudara BS (23), asal Madiun yang kita amankan kos didaerah penambangan Taman Sidoarjo," ujar AKBP Dodi, Kamis (13/8/2026).
Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya mengungkapkan, sebelum BS ini diamankan, anggota Unit 1 Satresnarkoba Polrestabes Surabaya lebih dulu mengamankan terduga pelaku penyalahgunaan narkoba yang telah diproses hukum.
Berawal dari penangkapan pada bulan Juni 2026 di wilayah Surabaya itu, selanjutnya petugas Satresnarkoba melaksanakan pengembangan, terkait peredaran dan penyelidikan mengarah ke pelaku BS.
Melalui penyelidikan hingga pemetaan wilayah tempat tersangka berada, kemudian dilaksanakan penangkapan terhadap BS pada, Sabtu 18 Juli 2026 sekira pukul 14.30 di wilayah Penambangan Krembangan Sidoarjo.
"Tersangka BS menyewa 1 kamar kos yang digunakan khusus sebagai gudang penyimpanan dan tempat pembuatan tembakau sintetis," jelas AKBP Dodi.
Dalam menjalankan produksi, BS meracik dengan dipandu oleh AJ melalui telfon secara langsung.
"Tersangka BS mengaku tidak mengetahui keberadaan AJ yang saat ini masih dalam pengejaran dan kita nyatakan DPO,"kata AKBP Dodi.
Pada ungkap kasus ini, Polisi juga mengamankan barang bukti, 42 kantong plastik daun narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat seluruhnya 145,458 gram, 1 kantong plastik berisikan biji narkotika jenis ganja dengan netto 16,707 gram.
Selain itu juga disita Satu kantong plastik berisikan batang narkotika jenis ganja seberat 3,839 gram, kantong plastik sabu seberat 0,799 gram, tas rangsel, timbangan elektrik, 3 hairdryer, 6 botol bekas isi aroma, 1 botol aroma Coffe, timba plastik dan 1 Jirigen Alkohol Super 96 persen.(*)
PROBOLINGGO— Polres Probolinggo Polda Jatim bersama tim gabungan bergerak cepat melakukan pemadaman titik api yang muncul di kawasan JLKT (Jalur Lingkar Kaldera Tengger), Rabu (12/8/2026).
Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan penanganan di lokasi serta mengendalikan titik api agar tidak semakin meluas.
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar melalui Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardhianto mengatakan bahwa pihaknya bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke kawasan Seruni Point.
“Kami bersama tim gabungan langsung bergerak melakukan pemadaman di titik api kawasan JLKT menggunakan kendaraan truk Karhutla dari Samapta Polda Jatim," Kompol Rizal.
Menurut Kompol Rizal, langkah ini dilakukan untuk mencegah api meluas, khususnya ke arah kawasan Seruni Point.
Wakapolres Probolinggo juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Polres Probolinggo Polda Jatim memastikan upaya pemadaman terus dilakukan hingga kondisi di lokasi dapat dikendalikan. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Gerak cepat tim gabungan ini menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk melindungi kawasan wisata dan lingkungan di sekitar Seruni Point dari ancaman kebakaran. (*)
Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.
“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.
Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.
“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.
Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.
Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.
Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.
Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.
Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.
Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.
Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.
“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri.
MOJOKERTO - Polres Mojokerto Polda Jatim berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di lingkungan Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Dari ungkap kasus ini, Polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka yang diketahui merupakan sindikat pencurian pemberatan (curat) antarpulau.
Tiga tersangka tersebut berinisial S (50), warga asal Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Provinsi Jateng, MAT (43), warga asal Kecamatan Masohi Kabupaten Maluku Tengah dan H (33) warga asal Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Jawa Barat.
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si yang melalui Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada, S.I.K., M.I.K mengatakan, ketiga tersangka diamankan di lokasi yang berbeda.
Tersangka S (50) diamankan di area kantin Universitas Muhammadiyah Klaten, Kabupaten Klaten pada tanggal 31 Juli 2026 pukul 14.00 WIB sedangkan tersangka MAT dan H ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim Kota Pekanbaru pada tanggal 4 Agustus 2026 pukul 22.30 WIB.
"Para pelaku merupakan sindikat profesional. Berdasarkan hasil penyidikan, mereka memetakan target-target potensial secara acak hanya dengan menggunakan aplikasi Google. Jadi, murni tidak ada keterlibatan orang dalam kampus," ujar Kompol Grandika saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Rabu (12/8/2026).
Dari rekaman CCTV Kampus, komplotan datang menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2859 KIH dan masuk ke area gedung dengan cara merusak teralis serta jendela ruangan pada Kamis 23 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Di dalam ruangan, tersangka merusak pintu brankas menggunakan linggis lalu menguras seluruh uang tunai di dalamnya lebih kurang Rp1,4 Miliar.
Berdasarkan keterangan dari 3 pelaku yang berhasil diamankan, didapatkan fakta baru bahwa pelaku berjumlah 5 orang.
"Dua orang lainnya masih dalam pengejaran dan telah diterbitkan DPO," kata Kompol Grandika.
Menurut Kompol Grandika, dalam menjalankan aksinya ketiga tersangja ini mempunyai peran masing - masing.
Tersangka S berperan menyediakan sarana berupa 1 unit kendaraan dan menerima upah Rp30.000.000.
Tersangka MAT selaku eksekutor yang merusak brankas dengan alat yang disiapkan dan H berperan melakukan pengawasan di sekitar lokasi dan menjadi joki atau sopir.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman 9 tahun penjara dan Pasal 477 ayat (2) jo Pasal 21 ayat (1) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang membantu menyediakan sarana dengan ancaman 2/3 dari pidana pokok.
Selain 3 tersangka, barang bukti yang berhasil diamankan oleh Polisi antara lain, 1 unit Avanza hitam, 2 linggis, 8 obeng berbagai ukuran, 1 kunci L, 1 kater, 1 tang potong, 6 buff, 1 pasang sarung tangan, 4 unit handphone berbagai merek, 3 kartu Simpati, 2 tas, dan uang tunai Rp5.000.000 yang disita dari MAT.
Dalam pengembangan, penyidik juga menemukan bahwa para pelaku diduga melakukan pencurian dengan pemberatan di wilayah hukum Tuban, Jatim. Kasus tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.
"Pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa kejahatan lintas daerah dapat kami jangkau dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," pungkas Kompol Grandika. (*)
JAKARTA – Stand Booth Korsabhara Baharkam Polri sukses mencuri perhatian dalam hari kedua gelaran Pameran Indo Security 2026 Expo dan Forum yang berlangsung di Hall C1, JI. Expo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Kehadiran personel Polri di ajang internasional ini mendapat apresiasi tinggi dari para pengunjung karena dinilai mampu menghadirkan suasana yang meriah, edukatif, dan menyenangkan.
Kabagrenmin Korsabhara Baharkam Polri, Kombes Pol Dodi Rahmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan personel di hari kedua berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan terkoordinasi dengan sangat baik.
"Korsabhara hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi sekaligus memastikan keamanan selama pameran berlangsung. Stan Booth Korsabhara Presisi mengintegrasikan fungsi tiga direktorat utama," ujar Kombes Pol Dodi Rahmawan dalam keterangannya, Rabu (12/8) malam.
Sinergi tiga direktorat di bawah Korsabhara Baharkam Polri yang ditampilkan dalam pameran tersebut meliputi:
*Edukasi Alat Khusus (Alsus) Ditsamapta*
Personel Ditsamapta bertindak sebagai koordinator dan operator Alsus. Mereka aktif melakukan pengecekan, penyiapan, pengoperasian, serta memberikan penjelasan detail kepada pengunjung mengenai fungsi dan kecanggihan teknologi Alsus yang dimiliki Korsabhara dalam mendukung tugas kepolisian.
*Pelayanan dan Ekspose Media oleh Ditpamobvit*
Personel Ditpamobvit menggelar berbagai peralatan alsus pengamanan objek vital di stan Korsabhara Presisi. Selain melayani antusiasme pengunjung, perwakilan Ditpamobvit juga melakukan sesi wawancara khusus dengan Polri TV guna mengulas fungsi peralatan modern yang dipamerkan serta melakukan konsolidasi monitoring situasi.
*Patroli Pengamanan K-9 oleh Ditpolsatwa*
Guna menjamin keamanan total di area pameran, personel Ditpolsatwa bersama unit satwa (K-9) melaksanakan patroli dan pemantauan situasi di Hall B dan Hall C. Kehadiran K-9 tidak hanya memastikan kondisi tetap kondusif, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Personel Ditpolsatwa kemudian bergabung di stan utama untuk memberikan pelayanan dan pengamanan bersama direktorat lainnya.
Melalui komitmen "Siap, Solid, Berhasil", Korsabhara Baharkam Polri membuktikan bahwa Polri tidak hanya profesional dalam menjaga keamanan, tetapi juga humanis dan selalu berada di hati masyarakat.
JAKARTA — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan pengelolaan Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku, mulai dari penerimaan dan penempatan tahanan, pelayanan, kunjungan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pengawasan keamanan dan ketertiban.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengelolaan Rutan Bareskrim mengacu pada Perkap Nomor 4 Tahun 2015 tentang ketentuan mengenai perawatan tahanan di lingkungan Polri. Setiap proses dilaksanakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan dan berada dalam sistem pengawasan secara berjenjang.
“Pengelolaan Rutan Bareskrim dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mulai dari penempatan tahanan, pelayanan, kunjungan, pemenuhan kebutuhan makanan dan kesehatan, sampai dengan pengawasan dan penjagaan semuanya memiliki ketentuan yang harus dipatuhi,” kata Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Ia menjelaskan, pelayanan terhadap tahanan mencakup pembinaan kerohanian dan jasmani, pemberian makanan, pemeriksaan kesehatan, pakaian tahanan, waktu kunjungan, serta mekanisme penyampaian keluhan. Seluruh bentuk pelayanan tersebut merupakan bagian dari perawatan tahanan yang telah diatur.
“Fasilitas dan pelayanan yang diberikan kepada tahanan juga sudah diatur dalam Perkap Nomor 4 Tahun 2015,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan kunjungan, misalnya, setiap pengunjung wajib melalui pemeriksaan dan pencatatan identitas serta pemeriksaan barang bawaan. Kunjungan juga dilaksanakan pada waktu yang telah ditentukan dan tidak dipungut biaya.
Johnny menegaskan, aspek keamanan juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan Rutan. Petugas jaga memiliki kewajiban melakukan pemeriksaan secara berkala dan insidentil, termasuk pemeriksaan terhadap kondisi ruang tahanan serta penggeledahan apabila diperlukan.
“Penjagaan dilakukan secara berlapis. Ada pemeriksaan secara periodik dan insidentil, pengawasan ruang tahanan secara berkala, serta pencatatan setiap kegiatan jaga. Ini semua dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam Rutan,” kata Johnny.
Selain itu, terdapat sejumlah larangan yang wajib dipatuhi oleh tahanan, di antaranya membawa alat komunikasi, membawa uang, melakukan perjudian, serta memasukkan, menyimpan, menggunakan maupun mengedarkan narkoba di dalam Rutan.
Pengawasan dan pengendalian perawatan tahanan di tingkat Mabes Polri juga dilaksanakan melalui supervisi, monitoring dan evaluasi, serta bimbingan teknis dan arahan. Pelaksanaannya berada dalam koordinasi Kabareskrim Polri dan dilakukan secara berjenjang.
Menurut Johnny, keberadaan fasilitas Rutan juga telah disesuaikan dengan kebutuhan perawatan tahanan, antara lain ruang penjagaan, ruang tahanan, MCK, ruang kunjungan, ruang makan, ruang ibadah, tempat penyimpanan barang titipan, serta sarana pengamanan seperti CCTV dan metal detector.
“Prinsipnya, seluruh proses perawatan tahanan dilaksanakan berdasarkan prosedur, dengan mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, pelayanan, dan penghormatan terhadap hak-hak tahanan. Pengawasan juga terus dilakukan untuk memastikan seluruh ketentuan berjalan sebagaimana mestinya,” pungkas Johnny.
Langganan:
Postingan (Atom)