Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

SURABAYA - Upaya mencegah kecelakaan lalu lintas tidak hanya dilakukan melalui penertiban pengendara, tetapi juga dengan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. 

Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menggelar pemeriksaan kendaraan atau ramp check di area parkir Wisata Religi Sunan Ampel, Jumat (4/9/2026) pagi.

Pemeriksaan menyasar bus dan kendaraan angkutan umum yang terparkir di lokasi tersebut. Petugas gabungan mengecek kelengkapan surat-surat kendaraan serta kondisi teknis bus yang digunakan untuk mengangkut para peziarah.

Sejumlah komponen keselamatan turut diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi ban, sistem pengereman, lampu, hingga perangkat pendukung keselamatan lainnya.

Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Sayfudin Rodji mengatakan, kegiatan tersebut adalah bagian dari upaya Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

“Pemeriksaan ini kami lakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan oleh kondisi kendaraan yang kurang prima,” kata AKP Imam.

Ia mengingatkan seluruh pengelola dan pengemudi angkutan umum agar selalu melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan beroperasi. 

"Pengecekan tersebut mencakup aspek teknis keselamatan maupun kelengkapan administrasi kendaraan,karena hal itu sangat penting, terutama sebelum melakukan perjalanan jauh,"
 tambah AKP Imam.

Tidak hanya memeriksa kendaraan, petugas juga mengecek kondisi sopir dan kernet bus. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan, kadar alkohol, serta penggunaan narkotika.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sopir dan kernet yang menjalani tes dinyatakan dalam kondisi baik. Hasil tes alkohol dan narkotika juga menunjukkan hasil nihil atau negatif.

“Seluruh hasil tes alkohol dan narkotika dinyatakan negatif. Kami juga mengingatkan para sopir agar menjaga kondisi tubuh dan tetap berkonsentrasi selama berkendara,” pungkasnya. (*)
JAKARTA - Polri terus memperkuat penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga 4 September 2026, Polri telah menangani sebanyak 169 laporan polisi dengan luas areal terbakar mencapai 4.741,8915 hektare dan menetapkan 113 orang sebagai tersangka.

Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol. Pipit Subiyanto mengatakan, para tersangka yang telah ditetapkan hingga saat ini didominasi oleh perorangan yang melakukan pembakaran di lahan miliknya sendiri, antara lain dengan motif membuka lahan.

“Dari hasil penanganan perkara yang kami lakukan, tersangka sejauh ini didominasi perorangan. Mereka melakukan pembakaran di lahan yang berada di sekitar atau merupakan miliknya sendiri, salah satunya dengan motif untuk membuka lahan,” ujar Pipit dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Pipit menjelaskan, penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan di masing-masing wilayah. Polda Riau menjadi wilayah dengan jumlah tersangka terbanyak, yakni 42 orang, disusul Polda Sumatera Selatan dan Polda Kalimantan Tengah masing-masing 20 orang. Selanjutnya Polda Kalimantan Timur 13 orang, Polda Jambi 8 orang, Polda Kalimantan Barat 7 orang, dan Polda Kalimantan Selatan 3 orang.

“Ini terus kami dalami. Apabila dalam proses penyelidikan maupun penyidikan ditemukan adanya keterlibatan korporasi, tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Pipit.

Sementara itu, Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk mencegah karhutla sekaligus memberikan efek jera kepada pihak-pihak yang melakukan pembakaran secara melawan hukum.

“Polri tidak hanya melakukan pemadaman dan penanganan ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memastikan aspek penegakan hukum berjalan. Setiap informasi dan temuan terkait dugaan tindak pidana karhutla akan ditindaklanjuti secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Trunoyudo menegaskan, Polri terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla. Penegakan hukum dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan pembakaran hutan dan lahan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak. Polri mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran,” tuturnya.

Berdasarkan data pada periode 1 Januari sampai 4 September 2026, dari 169 laporan polisi, sebanyak 55 perkara masih dalam tahap penyelidikan dan 79 perkara dalam tahap penyidikan. 

Dari keseluruhan penanganan tersebut, Polda Riau mencatat luas areal terbakar terbesar yakni 2.112,25 hektare, disusul Polda Kalimantan Barat 1.696,3 hektare dan Polda Lampung 637,4 hektare.

Polri memastikan proses penegakan hukum terhadap pelaku karhutla akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan maupun masyarakat.
Manggarai, NTT — Tim Kesehatan Korbrimob terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan kondisi pasien secara berkala di Pos Kesehatan Barangkolong, Kecamatan Reo.

Pada Sabtu (5/9/2026) pukul 15.30 WITA, Tim Kesehatan Korbrimob yang dipimpin Iptu dr. David Yohan melaksanakan kegiatan follow up terhadap pasien yang sebelumnya telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan Barangkolong.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan kondisi kesehatan pasien tetap terpantau sekaligus menentukan tindak lanjut medis yang diperlukan.

Pemantauan secara berkala menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan di tengah situasi pascabencana. Selain memberikan penanganan awal, tim kesehatan juga memastikan masyarakat memperoleh pendampingan sesuai dengan kondisi masing-masing.

Kehadiran Tim Kesehatan Korbrimob di Pos Kesehatan Barangkolong merupakan wujud komitmen dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan selama masa tanggap darurat.

Melalui pelayanan yang berkelanjutan, Korbrimob berupaya hadir tidak hanya pada saat kondisi darurat, tetapi juga dalam setiap tahapan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak gempa di wilayah Manggarai.
MAMASA — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda Dusun Pasir Putih, Desa Rantekamase, Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (3/9/2026). Kobaran api menghanguskan area seluas kurang lebih lima hektare yang terdiri dari kebun milik warga serta vegetasi hutan non-produktif di sekitar bahu Jalan Poros Polewali–Mamasa.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga warga setempat dilaporkan mengalami kerugian setelah sejumlah tanaman di kebun mereka ikut terbakar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh anggota Damkar Sumarorong, John Sora, sekitar pukul 02.00 WITA. Saat melintas di lokasi, ia melihat kobaran api dan segera melakukan pemadaman awal bersama tim.

Upaya tersebut membuahkan hasil dan api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.00 WITA. Namun, sisa bara yang masih terdapat di lokasi kembali memicu kebakaran setelah ditiup angin kencang.

Sekitar pukul 11.10 WITA, warga kembali melaporkan bahwa api mulai membesar dan merambat ke area lainnya. Menyikapi laporan tersebut, Damkar Sumarorong bersama personel Polsek Sumarorong dan Koramil Sumarorong langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Penanganan kemudian diperkuat dengan kedatangan satu unit Damkar Polres Mamasa pada pukul 13.30 WITA. Tidak lama berselang, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa turut bergabung dalam upaya penanganan.

Melalui kerja sama lintas instansi, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Sumarorong IPTU M. Isfan Fajar Satrio, S.Tr.K., M.H., menjelaskan kondisi cuaca panas, semak belukar yang mengering, serta hembusan angin kencang menjadi faktor yang menyebabkan api dengan cepat meluas.

Selain itu, medan lokasi yang cukup sulit dijangkau serta keterbatasan panjang selang pemadam sempat menjadi kendala bagi petugas dalam menjinakkan api.

Akibat kebakaran tersebut, kebun milik tiga warga turut terdampak. Sejumlah tanaman seperti alpukat, durian, dan nanas dilaporkan hangus dilalap api.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, api dapat dipicu oleh kelalaian manusia, termasuk kemungkinan adanya pengguna jalan yang membuang puntung rokok sembarangan maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan musim kemarau.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Hindari membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan,” ujar AKBP Ariantony.

Ia menegaskan, upaya pencegahan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan menjadi langkah penting dalam melindungi lingkungan, kawasan hutan, serta kebun dan permukiman warga dari ancaman kebakaran.

“Kami berharap masyarakat semakin peduli dan meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” pungkasnya.
BONDOWOSO – Perjuangan tak kenal lelah ditunjukkan oleh tim gabungan di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M.

Menembus medan yang ekstrem dan kepungan angin kencang, personel gabungan akhirnya berhasil menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Desa Jampit, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, pada Jumat (4/9/2026).

Kebakaran yang sempat mengancam vegetasi hijau di lereng Ijen tersebut langsung direspons secara kilat. Begitu kepulan asap terdeteksi, Kapolres Bondowoso bersama jajaran dari Polres Bondowoso Polda Jatim serta pihak Perhutani langsung bergerak menuju titik koordinat api untuk melakukan lokalisir secara manual.

Tantangan di lapangan terbilang berat. Selain bentang alam yang terjal dan jurang yang curam, hembusan angin kencang khas pegunungan terus meniup material kering sehingga membuat api sempat melompat ke beberapa titik baru. 

Bermodalkan peralatan pemadaman manual (gepyok) dan pasokan air seadanya, seluruh personel bahu-membahu menyisir semak-semak yang membara demi menyelamatkan kawasan hutan yang lebih luas.

"Ini adalah wujud nyata dari soliditas dan sinergitas Polri bersama instansi lintas sektor dan masyarakat sekitar. Fokus utama kami adalah keselamatan ekosistem dan memastikan kabut asap tidak sampai mengganggu aktivitas warga maupun pariwisata. Kami pastikan pergerakan api terkunci," ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo di tengah pekatnya asap di lokasi.

Kapolres Bondowoso itu juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh petugas yang berada di garda terdepan. Menurutnya, dedikasi para personel yang tetap bertahan melumpuhkan api di bawah terik matahari dan ancaman bahaya struktural patut diacungi jempol.

Mengingat kondisi cuaca kering akibat musim kemarau yang ekstrem, AKBP Aryo mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan di area hutan.

"Kondisi alam saat ini sangat rentan. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera hubungi Polsek, Koramil, atau pos Perhutani terdekat. Kecepatan laporan adalah kunci pencegahan bencana yang lebih besar. Mari kita jaga bersama hutan Ijen ini," tegasnya.

Memasuki Jumat sore, kobaran api utama dipastikan telah padam. Kendati demikian, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. 

Petugas masih disiagakan untuk melakukan proses pendinginan (cooling down) secara intensif guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah yang berpotensi menyala kembali. Saat ini, situasi di kawasan Jampit Ijen dilaporkan telah sepenuhnya aman dan kondusif. (*)
SIDOARJO – Kepedulian terhadap ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, terus mengalir. Pascainsiden dugaan keracunan massal, personel Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama elemen masyarakat menggelar aksi religi berupa doa bersama untuk kesembuhan para santri.

Aksi solidaritas doa bersama tersebut dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al Ikhlas Mako Polresta Sidoarjo sesaat setelah pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, pada Jumat (4/9/2026). 

Prosesi doa dipimpin langsung oleh Ustaz H.M. Luqman Hakim dan diikuti oleh seluruh personel kepolisian serta masyarakat yang hadir sebagai jamaah Shalat Jumat.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing mengajak masyarakat untuk menyatukan hati demi kesembuhan para santri yang kini tengah menjalani perawatan intensif dan berharap para santri bisa segera pulih dan kembali menuntut ilmu seperti sediakala.

Selain memohon kesembuhan, Kombes Pol. Christian Tobing juga berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. 

Ia turut mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan seluruh penanganan medis maupun investigasi permasalahan ini kepada pihak berwenang.

“Marilah kita bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita, para santri yang sedang sakit, agar segera diberikan kesehatan dan kesembuhan oleh Allah SWT. Semoga peristiwa seperti ini tidak kembali terulang,” ajak Kombes Pol. Christian Tobing

Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan wujud nyata dari empati, kepedulian, dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat di tengah situasi prihatin.

Menurut Kombes Pol. Christian Tobing, doa ini dipanjatkan agar keselamatan senantiasa menaungi warga Sidoarjo, terkhusus bagi keluarga besar Ponpes Manbaul Hikam yang saat ini fokus dalam masa pemulihan kesehatan.

“Doa bersama ini adalah wujud kepedulian kita bersama untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dan bagi para santri serta keluarga Ponpes Manbaul Hikam, semoga segera diberikan kesehatan sehingga aktivitas belajar dan mengajar dapat kembali berjalan normal,” ungkap Kombes Pol. Christian Tobing.

Melalui sinergi penanganan medis yang cepat di lapangan serta dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat, diharapkan kondisi para santri terdampak dapat segera membaik. 

Kapolresta Sidoarjo juga berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sidoarjo tetap terjaga dengan aman, damai, dan kondusif. (*)

BANJARBARU, KALIMANTAN SELATAN — Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Selain mengandalkan metode pemadaman konvensional, penanganan karhutla gambut kini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan mendinginkan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Polda Kalimantan Selatan menerapkan kombinasi drone thermal, sistem pipa undercooling, serta cairan pemadam berbahan dasar Methyl Ester Sulfonate (MES) yang dikembangkan Bidlabfor Polda Kalsel. Teknologi tersebut diterapkan salah satunya di kawasan Pengayuan, Banjarbaru, untuk menghadapi karakteristik lahan gambut yang memungkinkan panas dan bara bertahan di bawah permukaan meski api di atas tanah telah padam.

Berdasarkan data kesiapsiagaan, sebanyak 3.030 personel Polda Kalsel menjadi bagian dari 11.681 personel gabungan yang disiapkan untuk penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Kekuatan tersebut dikerahkan sesuai tingkat kerawanan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

Khusus di kawasan Pengayuan, sedikitnya 350 personel gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Dinas Perkebunan dan Peternakan, pihak perusahaan, serta unsur pendukung diterjunkan. Personel bekerja dalam tiga shift untuk memastikan proses pemadaman, pembasahan, pendinginan, dan pemantauan berlangsung secara berkelanjutan.

Pengayuan menjadi salah satu contoh penerapan kekuatan personel yang dipadukan dengan teknologi dalam menangani karhutla di lahan gambut. Kondisi gambut membuat api tidak selalu terlihat di permukaan karena panas dapat menjalar dan bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, sistem pipa undercooling digunakan dengan menancapkan pipa hingga sekitar dua meter ke dalam lapisan gambut. Cairan pemadam kemudian diinjeksi langsung ke bagian bawah permukaan yang masih menyimpan panas.

Di saat yang sama, personel tetap melakukan pemadaman dan pembasahan dari permukaan menggunakan metode konvensional. Dengan pola tersebut, penanganan dilakukan dari dua arah, yakni memadamkan api dari atas sekaligus mendinginkan sumber panas dari bawah.

Deteksi titik panas dilakukan menggunakan drone thermal milik Ditintelkam Polda Kalsel. Pemantauan dilakukan sebelum dan sesudah proses penanganan untuk mengetahui kondisi temperatur di lokasi.

Pada salah satu titik pengujian, pemantauan awal mendeteksi suhu tanah gambut mencapai sekitar 120 derajat Celsius. Tim kemudian melakukan pembasahan permukaan dan menginjeksikan cairan melalui sistem pipa undercooling selama kurang lebih satu menit.

Setelah proses penanganan, lokasi kembali dipantau menggunakan drone thermal. Hasil pemantauan menunjukkan suhu pada titik yang ditangani turun ke kisaran 30 derajat Celsius dan titik panas yang sebelumnya terdeteksi tidak lagi terlihat pada pemantauan berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pemanfaatan teknologi tersebut bertujuan membantu petugas mengetahui kondisi karhutla secara lebih menyeluruh.

"Kita tidak hanya melihat apakah api di permukaan sudah padam. Kita juga perlu mengetahui apakah masih ada panas yang tersimpan di bawah tanah. Drone thermal membantu menemukan titik panas, kemudian sistem undercooling digunakan untuk melakukan pendinginan dari bawah," ujar Trunoyudo.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak menggantikan metode pemadaman yang selama ini digunakan. Sebaliknya, teknologi menjadi tambahan kemampuan bagi petugas, khususnya dalam menghadapi karakteristik lahan gambut.

"Metode konvensional tetap dilakukan. Cara baru ini menambah kemampuan tim, khususnya ketika menghadapi karakter gambut yang memungkinkan bara bertahan di bawah permukaan," lanjutnya.

Cairan yang digunakan dalam sistem undercooling merupakan formula berbahan dasar MES hasil pengembangan Bidlabfor Polda Kalsel. Dalam penerapannya, sekitar 100 liter formula dapat dicampurkan dengan 12.000 liter air dalam satu kolam bioflok portable.

Kolam tersebut digunakan untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan sekaligus mendukung pembasahan permukaan dan proses injeksi melalui pipa undercooling. Polda Kalsel juga menyiapkan kolam bioflok portable berkapasitas 12.000 liter untuk mendukung kebutuhan operasi di lapangan.

Selain inovasi teknologi, penanganan karhutla tetap diperkuat dengan kesiapan personel dan sarana pendukung. Sejumlah peralatan yang disiapkan antara lain empat drone, 16 kendaraan AWC, enam kendaraan SAR, 115 kendaraan roda dua, 33 kendaraan R4 double cabin, 14 kendaraan R4 single cabin, tujuh kendaraan R4 tangki, 19 kendaraan R6 truck, 31 mesin pompa, lima pompa apung, dan lima pompa portable.

Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., bersama Gubernur Kalimantan Selatan dan unsur Forkopimda meninjau langsung penerapan metode tersebut di kawasan Pengayuan, Rabu, 2 September 2026.

Pengerahan di kawasan tersebut dilakukan secara terpadu melalui patroli, pemadaman, pembasahan, pendinginan, hingga pemantauan titik-titik rawan. Evaluasi terhadap penerapan metode baru juga terus dilakukan untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi petugas di lapangan.

Trunoyudo mengatakan inovasi dalam penanganan karhutla harus diukur berdasarkan efektivitasnya di lapangan, bukan sekadar menjadi teknologi tambahan.

"Kita tidak ingin inovasi hanya menjadi demonstrasi. Ukurannya adalah apakah benar-benar membantu petugas. Apakah lebih mudah diterapkan, apakah titik panas lebih cepat diketahui, dan apakah proses pendinginan dapat dilakukan dengan lebih tepat. Itu yang terus kita evaluasi," katanya.

Kapolda Kalsel juga menginstruksikan Bidlabfor Polda Kalsel untuk meningkatkan produksi formula cairan pemadam serta menyiapkan standardisasi sistem pipa undercooling agar dapat digunakan secara lebih luas oleh Satgas Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat penanganan sekaligus mendukung upaya pencegahan. Dengan deteksi panas yang lebih dini, titik rawan diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

"Personel sudah dikerahkan, sarana sudah disiapkan, dan kerja bersama terus berjalan. Sekarang kita perkuat dengan teknologi dan cara baru. Tujuannya sederhana: ketika ada panas, kita bisa lebih cepat menemukan; ketika ada bara, kita bisa lebih tepat mendinginkan," ujar Trunoyudo.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur karena persoalan kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

"Polri tidak bekerja sendiri. Ada TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, instansi teknis, dunia usaha, relawan, dan masyarakat. Semua memiliki peran. Inovasi ini menjadi salah satu cara untuk memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi karhutla," katanya.

Penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dilakukan melalui rangkaian upaya mulai dari deteksi titik panas, pengerahan personel, pemadaman permukaan, pembasahan, pendinginan bawah tanah, pemantauan ulang, hingga pencegahan agar api tidak kembali muncul.

Penerapan metode di Pengayuan menjadi salah satu contoh bagaimana pendekatan konvensional dapat dipadukan dengan teknologi untuk menghadapi karakter kebakaran gambut yang tidak selalu terlihat dari permukaan.