TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
PACITAN - Satreskrim Polres Pacitan Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian uang dan perhiasan milik seorang lansia inisial M (60) warga Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan.
Peristiwa pencurian yang terjadi pada bulan Juli yang lalu terjadi saat pemilik rumah tengah menghadiri hajatan.
Dalam ungkap kasus ini, Polisi mengamankan satu tersangka berinisial SRW (43) yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh Satreskrim Polres Pacitan.
Pelarian tersangka yang terekam CCTV tersebut berakhir saat Polisi menangkapnya di wilayah Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku nekat mencuri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Namun setelah Polisi melakukan pemeriksaan terhadap handphone dan rekening tersangka, diduga sebagian besar hasil kejahatan ini digunakan untuk judi online (Judol).
“Ngakunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ada transaksi deposit yang kalau ditotal nilainya mencapai sekitar Rp100 juta diduga kuat untuk Judol,” terang AKBP Ayub saat konferensi pers, Senin (24/8/2026).
Kapolres Pacitan mengungkapkan, dalam pemeriksaan tersangka juga mengaku telah melakukan pencurian serupa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda.
Dari tangan tersangka, Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain tiga unit sepeda motor jenis Smash, Vario, dan Beat yang dibeli dari hasil penjualan emas curian.
Selain itu juga diamankan uang tunai Rp2,5 juta, celana pendek hitam yang digunakan saat beraksi, kartu ATM, satu unit HP, linggis, surat emas, kotak penyimpanan, serta dua buah anak kunci.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku resmi ditahan sejak 23 Agustus 2026. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara.
"Selanjutnya berkas perkara beserta barang bukti kami limpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkas AKBP Ayub. (*)
JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri terus memperkuat dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pendukung bagi petugas di lapangan.
Untuk Kalimantan Barat, bantuan karhutla yang dikirim dari Jakarta telah diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (25/8/2026). Bantuan tersebut meliputi 100 set masker gas dan canister, 200 tabung oksigen, serta berbagai peralatan pendukung pemadaman, seperti selang pemadam, selang hisap, pistol nozzle, connector Y, kolam air embung berkapasitas 5.000 liter, pompa robin, pompa apung, genset, dan pompa darat.
Bantuan tersebut dikirim menggunakan sejumlah penerbangan secara bertahap untuk selanjutnya diterima dan dimanfaatkan dalam mendukung penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Sementara itu, bantuan logistik dan tabung oksigen untuk wilayah lainnya juga terus dipersiapkan. Pengiriman dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan angkutan udara, kapasitas pengiriman, serta kebutuhan di masing-masing wilayah terdampak.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Polri memastikan dukungan logistik terus disalurkan agar penanganan karhutla di lapangan dapat berjalan secara optimal.
“Polri terus memastikan kebutuhan personel dan masyarakat di wilayah terdampak karhutla mendapat dukungan yang memadai. Bantuan dikirim secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan sarana angkutan dan kondisi di lapangan, sehingga setiap bantuan dapat segera diterima oleh jajaran yang membutuhkan,” ujar Isir, Selasa (25/8/2026).
Ia menegaskan, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung kegiatan pemadaman, tetapi juga untuk menjaga keselamatan dan kesehatan petugas serta masyarakat yang terdampak asap karhutla.
“Peralatan pemadaman dan dukungan kesehatan, termasuk tabung oksigen dan masker gas, menjadi bagian dari upaya Polri untuk melindungi petugas yang bekerja di lapangan sekaligus membantu masyarakat yang terdampak,” katanya.
Polri akan terus memantau perkembangan karhutla di berbagai daerah dan menyesuaikan dukungan yang diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah. Pengiriman bantuan selanjutnya dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan angkutan dan prioritas kebutuhan di lapangan.
Polri juga terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait, serta seluruh unsur penanggulangan bencana untuk mempercepat penanganan karhutla dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.
MANGGARAI - Bagi warga yang masih bertahan di pengungsian pascagempa, sebotol air minum bukan sekadar pelepas dahaga. Di tengah keterbatasan, air bersih menjadi kebutuhan sederhana yang begitu berarti untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Suasana itulah yang terlihat di Posko Pengungsian Barangkolong, Desa Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin (24/8/2026) sore. Korps Brimob Polri melalui Satgas SAR BKO Polda NTT hadir membawa kendaraan khusus Watergen untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum warga.
Sejak pukul 17.00 hingga 18.45 WITA, sebanyak 10 personel Satgas SAR Korbrimob yang dipimpin Komandan Kontingen Tugas (Dankigas) AKP Roy Ronaldo Dansu menyalurkan air minum kepada warga pengungsi.
Menggunakan kendaraan khusus (ransus) Watergen, personel berhasil menghasilkan dan mendistribusikan 200 liter air siap minum. Sebanyak 150 warga menerima manfaat dari layanan tersebut, dengan masing-masing memperoleh sekitar 1 hingga 1,5 liter air untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama berada di pengungsian.
AKP Roy Ronaldo Dansu mengatakan, penyaluran air minum tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat personel Brimob dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.
"Kami berupaya hadir di tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan paling vital, khususnya air minum yang higienis dan layak konsumsi, senantiasa tersedia," ungkap AKP Roy di lokasi pengungsian.
Senada dengan itu, Komandan Satgas SAR Korbrimob Polri BKO Polda NTT Kombes Pol Hasripuddin menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu perhatian utama personel selama berada di wilayah terdampak gempa.
"Di tengah situasi seperti ini, kami tidak hanya fokus pada evakuasi, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Air minum merupakan kebutuhan utama yang harus tersedia bagi warga selama berada di pengungsian," ujar Kombes Pol Hasripuddin.
Menurutnya, keberadaan kendaraan Watergen menjadi salah satu upaya Brimob untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat.
"Kami akan terus bergerak dan berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga. Prinsipnya, selama masyarakat masih membutuhkan, personel akan terus hadir dan memberikan pelayanan terbaik," tambahnya.
Kehadiran personel Brimob bersama kendaraan Watergen disambut antusias oleh warga. Senyum dan ucapan terima kasih menjadi bentuk apresiasi atas kepedulian yang diberikan di tengah kondisi pengungsian.
SITUBONDO – Polres Situbondo Polda Jatim mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan truk dari Mapolres Situbondo, Senin (24/8/2026).
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa melalui mekanisme distribusi yang telah dikoordinasikan oleh Polda Jatim.
Pengiriman bantuan ini merupakan wujud solidaritas keluarga besar Polres Situbondo Polda Jatim untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.
Pelepasan bantuan yang dilakukan oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Situbondo dari halaman Mapolres Situbondo yang bernilai lebih kurang 25 juta tersebut juga sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas keluarga besar Polres Situbondo kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT, "kata AKBP Bayu.
Kapolres Situbondo berharap,bantuan kemanusian dari seluruh personel Polres Situbondo dan Bhayangkari Cabang Situbondo dapat meringankan beban korban gempa di NTT.
"Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar AKBP Bayu.
AKBP Bayu menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Ia juga berharap bantuan ini dapat segera diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
"Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan dan mendoakan agar masyarakat di NTT dapat segera bangkit dan pulih,”pungkas AKBP Bayu. (*)
KOTA MALANG – Polresta Malang Kota Polda Jawa Timur mengirimkan satu truk berisi bantuan logistik untuk membantu warga terdampak bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut disalurkan secara resmi melalui Posko Peduli NTT di Jl Mayjend Pandjaitan, Kecamatan Klojen, Kota Malang,Senin (24/8/2028).
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo P.S., didampingi Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk aksi kemanusiaan dan kepedulian Polri kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
“Kami mewakili seluruh anggota Polresta Malang Kota, turut berduka atas bencana di NTT dan ini sedikit bantuan dari kami semoga bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Danang,
Kapolresta Malang Kota mengungkapkan Polresta Malang Kota memilih menyalurkan bantuan secara langsung melalui Posko Peduli NTT agar dapat dikelola dan diberikan kepada penerima manfaat sesuai kebutuhan.
Kombes Pol Danang berharap sinergi ini dapat mempercepat proses pemulihan dan memberikan kekuatan moral bagi masyarakat NTT yang sedang tertimpa musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Danang juga menyampaikan pesan kepada masyarakat NTT yang tinggal dan beraktivitas di Kota Malang untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Kami titip kepada saudara-saudara dari NTT yang berada di Kota Malang untuk terus menjalin silaturahmi, kami membuka ruang komunikasi apabila terdapat persoalan” tutur Kombes Danang.
Sementara itu Koordinator Posko Peduli NTT di Kota Malang, George dan Ketua Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT), Teja turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Polresta Malang Kota terhadap keberadaan Posko Peduli NTT.
“Kami dari JKJT akan terus mendukung kegiatan Posko Peduli NTT dan berkoordinasi dengan Polresta Malang Kota,” kata Teja.
Hal senada juga diungkapkan oleh Koordinator Posko Peduli NTT bahwa pihaknya akan segera mendistribusikan bantuan dari Polresta Malang Kota Polda Jatim kepada masyarakat terdampak bencana gempa NTT.
"Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak Kapolresta Malang Kota dan keluarga besar Polresta Malang Kota. Bantuan berupa kebutuhan pangan, sandang, perlengkapan tidur, perlengkapan kebersihan, kebutuhan perempuan dan anak, obat-obatan hingga bantuan uang tunai Rp. 11 juta ini akan kami salurkan secara transparan," ucap George. (*)
JAKARTA, 25 Agustus 2026 — Polri mengajak masyarakat untuk semakin cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di ruang digital. Masyarakat diimbau tidak hanya melihat isi atau banyaknya unggahan, tetapi juga memastikan sumber, waktu, lokasi, serta konteks informasi sebelum mempercayainya.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan literasi digital masyarakat di tengah cepatnya arus informasi di media sosial. Berbagai konten lama dapat kembali beredar dan digunakan dalam konteks yang berbeda, sehingga berpotensi menimbulkan pemahaman yang tidak sesuai dengan fakta.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat dengan tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum terverifikasi.
“Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya atau menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” ujar Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (25/8/2026).
Isir menuturkan, salah satu pola yang perlu menjadi perhatian adalah beredarnya kembali konten atau video lama yang kemudian disertai narasi baru. Dalam sejumlah penelusuran, terdapat video yang sebelumnya telah beredar pada 2025 dan kembali muncul dalam unggahan dengan konteks yang berbeda pada 2026.
Menurutnya, kemunculan kembali konten lama tidak serta-merta berarti seluruh informasi yang menyertainya tidak benar. Namun, perubahan konteks dan keterangan pada sebuah konten perlu dicermati agar masyarakat tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi yang berbeda. Karena itu, yang perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, lokasi dan narasi yang menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyaknya akun yang mengunggah informasi serupa tidak selalu menjadi ukuran bahwa informasi tersebut telah terkonfirmasi. Replikasi sebuah konten dapat membuat informasi terlihat semakin luas, meskipun sumber dan kebenarannya belum jelas.
“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” kata Isir.
Polri mendorong masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas serta memberikan ruang bagi proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan maupun menyebarkannya kepada orang lain.
“Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang,” pungkasnya.
Polri akan terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat, sekaligus mengantisipasi penyebaran hoaks, misinformasi maupun disinformasi di tengah masyarakat.
PONOROGO – Jajaran Polres Ponorogo Polda Jawa Timur memperketat pengawasan terhadap aktivitas tempat hiburan malam (THM) di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Langkah preventif ini diwujudkan melalui razia gabungan berskala besar yang menyasar sejumlah THM di kawasan perkotaan Ponorogo pada akhir pekan ini.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H melalui Kabagops Polres Ponorogo Kompol Edi Suyono menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penegakan hukum pada Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.
Kompol Edi Suyono mengatakan,operasi ini difokuskan pada pemeriksaan identitas, pemeriksaan barang bawaan, serta deteksi dini penggunaan zat terlarang.
"THM menjadi salah satu titik fokus kami untuk memastikan tidak ada ruang bagi peredaran barang haram tersebut di wilayah Ponorogo," kata Kompol Edi Suyono, Senin (24/8/2026).
Pada operasi tersebut, petugas gabungan menyisir satu per satu room karaoke, pub, dan tempat ketangkasan untuk memeriksa para pengunjung serta pemandu lagu (LC).
Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Ponorogo,AKP Eka Supriyadi mengatakan selain memeriksa barang bawaan pengunjung maupun pekerja THM, pihaknya juga melakukan tes Urine di tempat.
AKP Eka menegaskan Operasi Tumpas Semeru 2026 ini juga menyasar peredaran gelap narkoba, psikotropika, dan obat-obatan terlarang lainnya.
"Kami juga melaksanakan pengecekan urine secara acak di lokasi untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan obat terlarang," terang AKP Eka Supriyadi
Dari hasil pemeriksaan intensif dan tes urine yang dilakukan terhadap puluhan pengunjung malam itu, petugas tidak menemukan adanya barang bukti narkotika.
"Ada lebih kurang 19 orang kami lakukan tes urine, hasil tes urine para pengunjung dan pekerja di THM yang diperiksa menunjukkan negatif atau tidak terindikasi memakai narkotika," ungkap AKP Eka.
Meskipun tidak ditemukan pelanggaran signifikan dalam razia kali ini, Kasatresnarkoba Polres Ponorogo menegaskan tidak akan mengendurkan pengawasan.
"Polres Ponorogo berkomitmen untuk terus menggelar operasi serupa secara acak dan berkala selama pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2026 berlangsung," tegas AKP Eka.
Selain melakukan penindakan, petugas di lapangan juga memberikan edukasi dan imbauan kepada pengelola THM agar memperketat pengawasan internal.
Masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke call center 110 bebas pulsa jika menemukan pengunjung yang membawa atau mengonsumsi narkoba di dalam area hiburan.
"Partisipasi masyarakat sangat penting demi mewujudkan wilayah Ponorogo yang aman, kondusif, dan bersih dari narkoba," pungkas AKP Eka. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)