TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
BONDOWOSO - Tidak hanya memberikan pelayanan pengamanan, Polisi
Wanita (Polwan) Polres Bondowoso Polda Jatim juga tampak sigap membantu jemaat
lanjut usia (lansia) dan anak - anak yang datang untuk beribadah di Vihara
Ariya Maitera Kabupaten Bondowoso.
Senyum sapa para Srikandi Bhayangkara Polres Bondowoso itu seakan
menambah keyakinan para jemaat yang datang untuk beribadah dan merayakan Imlek
di Vihara Ariya Maitera menjadi lebih aman, nyaman dan khusuk.
Pengurus Sekaligus Ketua Vihara Ariya Maitreya Tanti Yuliawati dan
juga Pendeta Vihara Ariya Maitreya, Juni Hermini mengaku salut dan apresiasi kepada Polres Bondowoso Polda
Jatim, yang menjamin dan memastikan kegiatan ibadah perayaan Imlek di Vihara
Ariya Maitera berjalan aman dari awal, pertengahan hingga akhir ibadah.
"Atas nama pribadi dan jemaat, kami sangat bersyukur dan
apresiasi untuk Polres Bondowoso terutama ibu Polwan yang sigap membantu jemaat
kami," ujarnya, Selasa (17/2/26).
Sementara itu, Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, yang
juga hadir memastikan persiapan personelnya di lokasi Vihara menyampaikan bahwa
kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek
pengamanan, namun juga memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang
melaksanakan ibadah.
Ia menegaskan, pengamanan perayaan Imlek ini merupakan bentuk
komitmen Polres Bondowoso Polda Jatim dalam memberikan rasa aman dan nyaman
kepada masyarakat yang melaksanakan ibadah.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis, khususnya melalui
peran Polwan yang secara langsung membantu jemaat di lokasi vihara,” ujar
Kapolres Bondowoso.
AKBP Aryo Dwi Wibowo menambahkan, pengamanan dilakukan secara
maksimal dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis.
Hal itu guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta
memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman, tertib, dan lancar.
Dengan kehadiran Polwan Polres Bondowoso yang sigap dan responsif,
para jemaat merasa terbantu dan lebih tenang dalam menjalankan ibadah Imlek.
NGAWI – Dalam rangka mendukung program prioritas Presiden Republik
Indonesia Prabowo Subianto, Polres Ngawi Polda Jatim kembali menghadirkan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) II dan III.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga
Angga Widyatama usai kegiatan pendampingan operasi pasar murah di Jogorogo
Ngawi, Rabu (18/2/26).
AKBP Prayoga Angga Widyatama, mengatakan Kedua SPPG tersebut
diresmikan bareng saat mengikuti kegiatan Zoom Meeting peresmian dan
groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta gedung ketahanan
pangan Polri yang dilaksanakan secara serentak se-Indonesia oleh Presiden RI,
Jumat (13/2/2026) pekan yang lalu.
Kegiatan tersebut dipusatkan di SPPG II Polres Ngawi yang
berlokasi di Dusun Ngemplak, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten
Ngawi.
AKBP Prayoga Angga Widyatama menyebutkan peresmian SPPG ini
merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah dalam
meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
“Melalui SPPG ini, kami berharap program Makan Bergizi Gratis
dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah
Kecamatan Karangjati," ujar AKBP Prayoga.
Ia mengatakan pembangunan SPPG tersebut juga menjadi wujud
komitmen Polres Ngawi Polda Jatim dalam mendukung ketahanan pangan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kopolres Ngawi menegaskan, dibagunnya SPPG Polres Ngawi Polda
Jatim dalam rangka mendukung program Presiden RI terkait Makan Bergizi Gratis.
"Kami juga berharap manfaatnya dapat menjangkau seluruh
penerima manfaat, terutama di wilayah Kecamatan Karangjati," ungkap AKBP
Prayoga.
Dengan diresmikannya SPPG II dan SPPG III Polres Ngawi Polda Jatim
diharapkan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat penerima manfaat semakin
optimal serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas
di Kabupaten Ngawi.
GRESIK - Menjelang puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Kapolres
Gresik AKBP Ramadhan Nasution, melakukan peninjauan langsung kesiapan
pengamanan di Klenteng Kim Hin Kiong TITD, Jalan Dr. Setia Budi, Kelurahan
Pulopancikan, Kecamatan Gresik, Senin malam (16/02/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh rangkaian ibadah
umat Tionghoa di Kabupaten Gresik berjalan aman, nyaman, dan khidmat.
Sejumlah personel tampak disiagakan di area klenteng guna
mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta mengatur arus lalu lintas di
sekitar lokasi.
Dalam kunjungan itu, Kapolres Gresik didampingi jajaran Pejabat
Utama (PJU) Polres Gresik, di antaranya Kasat Narkoba AKP Ahmad Yani, Kasat
Intelkam Iptu Bagas Indra Wicaksono, hingga Kapolsek Gresik Kota Iptu Muhammad
Kevin Ramadhan.
Kehadiran rombongan kepolisian disambut hangat Ketua Klenteng Kim
Hin Kiong, Sdr. Sutanto, beserta jajaran pengurus.
AKBP Ramadhan Nasution menegaskan, kehadiran Polri bukan sekadar
memastikan aspek teknis pengamanan, melainkan juga memperkuat silaturahmi dan
komunikasi dengan tokoh agama serta pengurus rumah ibadah.
“Kunjungan ini untuk memastikan pengamanan Tahun Baru Imlek
berjalan optimal," ujar AKBP Ramadhan Nasution di Klenteng Kim Hin Kiong.
Kapolres Gresik menerangkan, selain pelayanan
pengamanan,kehadirannya bersama personel Polres Gresik juga ingin menjalin
komunikasi yang baik dengan para tokoh agama dan pengurus tempat ibadah demi
menjaga harmoni serta toleransi di Kabupaten Gresik.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga
ketertiban selama perayaan berlangsung, sehingga suasana damai dan penuh
kebersamaan dapat terus terpelihara.
Pihak pengurus Klenteng Kim Hin Kiong mengapresiasi langkah
proaktif Polres Gresik Polda Jatim dalam memberikan rasa aman bagi jemaat yang
melaksanakan ibadah malam Imlek.
Ketua Klenteng, Sutanto menyampaikan terima kasih atas perhatian
dan dukungan yang diberikan jajaran kepolisian.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian besar dari Bapak
Kapolres dan jajaran. Dukungan ini membuat kami merasa tenang dalam menjalankan
ibadah dan merayakan tahun baru,” ungkapnya.
Dengan pengamanan yang terencana dan koordinasi solid antara
kepolisian dan pihak internal klenteng, diharapkan perayaan Tahun Baru Imlek
2577 di Gresik dapat berlangsung aman, tertib, serta semakin memperkuat nilai
toleransi dan persaudaraan antarumat beragama di Kota Pudak.
SURABAYA,- Direktorat Lalu Lintas ( Ditlantas) Polda Jatim terus
menggelorakan kampanye keselamatan lalu lintas menjelang operasi Ketupat Semeru
2026 yang akan segera digelar serentak.
Kali ini melalui Satuan PJR (Patroli Jalan Raya), Ditlantas Polda
Jatim membagikan flyer himbauan penggunaan lajur kepada pengguna jalan
khususnya jalan tol.
Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana mengatakan
jajaran Polisi Lalu Lintas (Polantas) bergerak serentak melakukan penertiban
kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan tol sejak Minggu (15/2) malam.
Langkah ini dilakukan setelah adanya instruksi langsung dari
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, untuk meningkatkan ketertiban
serta menekan angka kecelakaan dan kepadatan arus lalu lintas di jalan bebas
hambatan.
Adapun Flyer yang dibagikan kepada para pengemudi diantaranya
berisi imbauan dan edukasi tentang penggunaan lajur kiri pada jalan tol
terutama kendaraan truk dan bus.
Kasat PJR Polda Jatim AKBP Hendrix Kusuma Wardhana menegaskan
penggunaan lajur kanan pada jalan tol hanya untuk mendahului.
Hal itu juga diatur pada Undang undang nomor 22 tahun 2009 Pasal
108 ayat (2) penggunaan jalur sebelah kanan hanya untuk mendahului atau jika
diperintahkan oleh rambu lalu lintas.
Selain itu penggunaan lajur pada jalan juga diatur pada Pasal 108
ayat (3) pada jalan yang memiliki lebih dari satu lajur, lajur kiri
diperuntukkan bagi kendaraan yang lebih lambat.
“Saya mengajak kepada semua pengguna jalan terutama angkutan
barang dan orang mari bersama sama tertib berlalulintas di jalan tol. Karena
menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain saat di jalan,” pungkasnya,
Rabu (18/2/26).
Sementara itu, Kasubdit Kamsel pada Ditlantas Polda Jatim, AKBP
Edith Yuswo Widodo mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah
antisipasi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.
AKBP Edith menyebut kegiatan ini juga merupakan langkah preventif
untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
"Kami ingin masyarakat pengguna jalan mematuhi aturan yang
ada terkait pemakain jalur baik itu di jalan tol maupun alteri yang memiliki
lebih dari satu jalur,"kata AKBP Edith.
Ia menegaskan, bahwa keamanan,keselamatan, ketertiban dan
kelancaran lalu lintas pada hakekatnya adalah tanggung jawab bersama dan bukan
hanya tanggung jawab petugas.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk bersama - sama
menggunakan jalan raya ataupun jalan tol sesuai dengan aturan yang ada demi
keamanan dan keselamatan serta kelancaran bersama.
Menurut AKBP Edith, pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension
Overload (ODOL) juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini.
Ia mengatakan, Truk dengan muatan berlebih dan dimensi tidak
sesuai aturan dinilai memperbesar potensi kerusakan jalan serta meningkatkan
risiko kecelakaan.
"Selain berdampak pada keselamatan, pelanggaran ini juga
sering memicu kemacetan panjang," pungkasnya.
BOJONEGORO – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, jajaran kepolisian
bersama instansi terkait kembali melakukan pengecekan dan pemantauan
ketersediaan serta stabilitas harga bahan pokok (Bapok) di wilayah Kabupaten
Bojonegoro sejak Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sejumlah titik distribusi dan penjualan
guna memastikan stok aman serta harga tetap terkendali di tengah meningkatnya
permintaan masyarakat menjelang Ramadan.
Pengecekan dipimpin oleh Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim,
Ipda A. Zaenan Na’im bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Disperindagkop,
Perum Bulog Kabupaten Bojonegoro, serta DKPP.
Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk memastikan distribusi
bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Lokasi yang menjadi sasaran pemantauan meliputi Pasar Kota
Bojonegoro, Bravo Swalayan, serta gudang Bulog Kabupaten Bojonegoro.
Tim gabungan melakukan pengecekan langsung terhadap harga jual di
tingkat pasar tradisional dan ritel modern, sekaligus memantau ketersediaan
stok di gudang penyimpanan.
“Secara keseluruhan, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten
Bojonegoro dalam kondisi mencukupi dan harga relatif stabil tanpa kenaikan
signifikan menjelang Ramadan 2026," ujar Ipda A. Zaenan Na’im, Rabu
(18/2/26).
Sementara itu, hasil pengecekan di gudang Bulog Kabupaten
Bojonegoro menunjukkan stok beras mencapai 6.200 ton, Minyakita sebanyak 250
karton, serta gula Maniskita sebanyak 10 ton.
"Pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan hingga
menjelang Hari Raya Idul Fitri,”tegas Ipda Na’im.
Kanit Pidsus juga mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja
secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh isu kenaikan harga
maupun kelangkaan barang, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang
apabila menemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar.
SURABAYA - Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Pahlawan berlangsung
dengan suasana penuh ketenangan dan kekhidmatan.
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si didampingi
para Pejabat Utama Polda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi
Sulistiawan melakukan peninjauan langsung ke Vihara Buddayana Surabaya, Selasa
(17/2/26).
Kunjungan ini guna memastikan rangkaian ibadah berjalan aman,
tertib dan memberikan rasa nyaman bagi umat yang merayakan.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa pengamanan perayaan Imlek merupakan
komitmen Polri dalam memberikan perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat
tanpa terkecuali.
"Seluruh personel ditempatkan secara strategis dengan
mengedepankan pendekatan humanis agar umat dapat beribadah dengan
khusyuk," ujar Irjen Nanang.
Kapolda Jawa Timur juga mengapresiasi kesiapan jajaran Polrestabes
Surabaya dalam mengelola pengamanan.
Menurut Kapolda Jatim, perayaan keagamaan merupakan momentum
penting yang harus dijaga bersama sebagai bagian dari keberagaman dan persatuan
bangsa.
"Perayaan Imlek di Surabaya tidak hanya menjadi ritual
keagamaan, tetapi juga simbol harmonisasi antar umat beragama," tutur
Irjen Nanang.
Kapolda Jatim juga menegaskan, kehadiran Kepolisian di tengah
masyarakat menjadi representasi negara dalam menjamin kebebasan beribadah serta
memperkuat nilai-nilai toleransi.
"Dengan pengamanan yang maksimal dan pendekatan yang
persuasif, umat yang melaksanakan doa dan ritual bisa merasa aman, nyaman dan
khusuk," kata Kapolda Jatim.
Kapolda Jatim menekankan, pengamanan perayaan Imlek menjadi bagian
dari upaya berkelanjutan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah
Jawa Timur sebagai komitmen Jogo Jawa Timur.
Sementara itu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan
mengatakan pendekatan preventif dan dialogis oleh Polrestabes Surabaya terus
dikedepankan untuk membangun kepercayaan publik.
Ia menyampaikan bahwa situasi kamtibmas selama perayaan
berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif.
Sinergi antara kepolisian, pengurus vihara, serta masyarakat
menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang tertib dan penuh
toleransi.
"Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Polri hadir bukan
hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan
pelayan masyarakat dalam setiap momentum penting, termasuk perayaan hari besar
keagamaan," ujar Kombes Pol Luthfi Sulistiawan.
Kunjungan Kapolda Jatim di Vihara Buddhayana Putat Gede Surabaya
tersebut tidak hanya sebagai bentuk pengamanan, tetapi juga wujud nyata
pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai
keyakinannya.
LUMAJANG – Dalam rangka memberikan rasa aman dan memastikan situasi kondusif menjelang perayaan Imlek, Satuan Samapta bersama Unit Satwa K9 Satsamapta melaksanakan kegiatan sterilisasi Vihara salah satunya Vihara Sari Putra Meitreya, Senin (16/2/2026) malam.
Kegiatan sterilisasi ini dipimpin langsung oleh Kasat Samapta Polres Lumajang Polda Jatim, AKP Sajito dengan melibatkan personel Satsamapta dan Unit Satwa K9.
Sterilisasi dilakukan secara menyeluruh sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya ancaman bahan peledak atau benda berbahaya lainnya.
Kasat Samapta Polres Lumajang mengatakan, sterilisasi ini merupakan prosedur standar pengamanan setiap kegiatan keagamaan berskala besar.
"Tujuannya untuk memastikan area ibadah benar-benar aman sebelum digunakan oleh jemaat,” ujar AKP Sajito.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir seluruh area vihara, mulai dari ruang utama ibadah, halaman, hingga area parkir yang digunakan kendaraan jemaat.
Proses sterilisasi menggunakan peralatan khusus seperti metal detector, mirror, serta melibatkan Satwa K9 jenis Belgian Malinois bernama IRIS yang memiliki kemampuan pelacakan bahan peledak.
AKP Sajito menambahkan, hasil dari kegiatan sterilisasi tidak ditemukan adanya benda mencurigakan maupun indikasi ancaman bahan peledak.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan situasi terpantau aman serta terkendali.
“Alhamdulillah, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hal-hal yang membahayakan. Kami pastikan vihara dalam kondisi aman dan siap digunakan untuk kegiatan ibadah perayaan Imlek,” jelasnya.
Selain sterilisasi, petugas juga memberikan imbauan kepada panitia vihara agar tetap waspada serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.
Kehadiran personel Polri dalam kegiatan sterilisasi ini mendapat respons positif dari panitia dan jemaat vihara.
Mereka merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalankan rangkaian ibadah perayaan Imlek. (*)
.jpeg)



