TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May
Day), Polda Jawa Timur menggelar layanan medical check up (MCU) gratis bagi
sekitar 2.000 buruh di sejumlah wilayah sebagai bentuk kepedulian terhadap
kesehatan pekerja.
Kegiatan ini dipusatkan di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso
Surabaya dan dilaksanakan serentak di beberapa rumah sakit Bhayangkara lainnya,
antara lain di Kediri, Nganjuk, Tulungagung, Batu, Lumajang, Bondowoso, serta
RS Pusdik Brimob dan RS Pusdik Sabhara.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menegaskan bahwa
kesehatan merupakan faktor utama dalam mendukung produktivitas kerja, khususnya
bagi buruh dengan aktivitas tinggi.
“Kesehatan menjadi hal utama dalam menjalankan aktivitas.
Pemeriksaan berkala penting agar kondisi tubuh tetap terjaga dan gangguan
kesehatan dapat dideteksi sejak dini,” ujar Irjen Nanang, Selasa (21/4/2026).
Kapolda Jatim menambahkan, melalui MCU ini para buruh dapat
mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, baik yang sudah merasakan
keluhan maupun yang masih dalam kondisi sehat, sehingga langkah pencegahan
dapat dilakukan lebih cepat.
Antusiasme buruh dalam mengikuti kegiatan ini juga dinilai tinggi,
mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan.
Lebih lanjut, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda
Jatim dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya di bidang
keamanan, tetapi juga aspek kemanusiaan dan kesehatan.
Kapolda Jatim mengatakan kegiatan ini juga menjadi bagian dari
pendekatan humanis Polri dalam menjaga kondusivitas menjelang May Day melalui
pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Ini bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, memberikan
pelayanan yang bermanfaat langsung bagi para pekerja,” tambahnya.
Kapolda Jatim turut mengapresiasi dukungan berbagai pihak,
termasuk pemerintah daerah dan stakeholder terkait, sehingga kegiatan ini dapat
terlaksana dengan baik.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah bersinergi sehingga
kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Mari kita terus jaga kebersamaan dan
semangat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya
Jakarta – Bareskrim Polri bersama Polda jajaran kembali mengungkap
tindak pidana penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi dalam periode 7 hingga 20
April 2026. Dalam kurun waktu 13 hari tersebut, aparat berhasil mengamankan 330
tersangka di 223 tempat kejadian perkara (TKP).
Hal ini disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin
Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin, didampingi Dirtipidter
Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni, serta dihadiri sejumlah perwakilan
instansi terkait, Selasa (21/4).
Dalam sambutannya, Wakabareskrim Polri menyampaikan bahwa
pemerintah terus berupaya menjaga ketahanan energi nasional dengan
mempertahankan stabilitas harga BBM dan LPG bersubsidi agar tetap terjangkau
oleh masyarakat di tengah dinamika global.
Namun, ia menegaskan masih terdapat pihak-pihak yang
menyalahgunakan subsidi negara untuk kepentingan pribadi.
“Modus yang dilakukan antara lain dengan menimbun, memindahkan,
mengoplos, memodifikasi tabung, memanipulasi dokumen angkutan, hingga menjual
kembali dengan harga industri untuk memperoleh keuntungan berlipat,” ujar Irjen
Pol. Nunung Syaifuddin.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk
pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat.
“Setiap liter BBM dan setiap tabung LPG bersubsidi yang
disalahgunakan sejatinya adalah hak masyarakat kecil petani, nelayan, pedagang,
sopir angkutan, dan kelompok rentan lainnya yang dirampas demi keuntungan
segelintir pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Polri menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi
pelaku kejahatan di sektor energi.
“Siapapun yang terlibat, baik pelaku lapangan, pemodal, penampung,
maupun aktor di balik layar, akan ditindak tegas dan diproses hingga tuntas,”
lanjutnya.
Selain pengungkapan terbaru, sepanjang periode 2025 hingga 2026
tercatat sebanyak 65 SPBU terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan BBM dan
LPG bersubsidi, dengan rincian 46 perkara telah dinyatakan lengkap (P21) dan 19
masih dalam proses penyidikan.
Akibat perbuatan para pelaku, negara mengalami kerugian,
distribusi energi terganggu, dan masyarakat menjadi korban.
“Keluhan terkait kelangkaan LPG 3 kg, kesulitan memperoleh solar
subsidi, hingga antrean panjang di SPBU menjadi dampak nyata dari praktik
ilegal tersebut,” ungkap Wakabareskrim.
Dalam periode 7–20 April 2026, aparat turut mengamankan barang
bukti berupa:
- 403.158 liter solar
- 58.656 liter pertalite
- 8.473 tabung LPG 3 kg
- 322 tabung LPG 5,5 kg
- 4.441 tabung LPG 12 kg
- 110 tabung LPG 50 kg
- 161 unit kendaraan (R4/R6)
Kerugian negara pada periode ini diperkirakan mencapai
Rp243.069.600.800.
Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menjelaskan,
para pelaku menggunakan berbagai modus dalam menjalankan aksinya.
“Pembelian berulang BBM subsidi dari berbagai SPBU kemudian
ditimbun dan dijual kembali untuk kepentingan industri, penggunaan kendaraan
modifikasi dengan tangki besar, penggunaan plat nomor palsu untuk memanipulasi
barcode, serta kerja sama dengan oknum petugas SPBU untuk mendapatkan kuota,”
jelasnya.
Sementara untuk LPG, modus yang dilakukan adalah pemindahan isi
tabung 3 kg ke tabung non-subsidi.
“Pemindahan isi tabung gas LPG 3 kg ke dalam tabung 12 kg dan 50
kg, kemudian dijual sebagai LPG non-subsidi,” tambah Brigjen Irhamni.
Penindakan ini tidak hanya menyasar pelaku lapangan, tetapi juga
menelusuri jaringan distribusi ilegal yang terorganisir.
Polri menegaskan akan konsisten dalam menindak seluruh jaringan
penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi, termasuk dengan menerapkan pasal
berlapis.
“Kami memerintahkan kepada seluruh penyidik untuk menelusuri
aliran dana dan keuntungan hasil kejahatan dengan menerapkan pasal Tindak
Pidana Pencucian Uang (TPPU), bekerja sama dengan PPATK,” tegas Wakabareskrim
Polri.
Polri juga terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian
dan lembaga, seperti Kejaksaan Agung RI, PPATK, Puspom TNI, Pertamina, dan SKK
Migas.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan media juga diajak untuk
turut berperan aktif dalam pengawasan distribusi energi.
“Segera laporkan apabila menemukan praktik penimbunan,
pengoplosan, modifikasi tabung, penjualan BBM subsidi di atas harga resmi,
maupun distribusi LPG 3 kg yang tidak wajar,” imbau Wakabareskrim Polri.
Menutup pernyataannya, Wakabareskrim Polri menegaskan tidak ada
toleransi terhadap pelaku penyalahgunaan subsidi energi.
“Tidak ada kompromi terhadap pelaku penyalahgunaan BBM dan LPG
bersubsidi. Jangan pernah menganggap subsidi negara sebagai celah untuk mencari
keuntungan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan komitmen tegas dalam pemberantasan praktik
ilegal tersebut.
“Zero Tolerance terhadap mafia BBM dan LPG subsidi. Kalian nekad,
kami tindak tegas.”
Polri memastikan akan terus menegakkan hukum secara tegas,
profesional, transparan, dan berkeadilan demi menjaga kepentingan negara dan
kesejahteraan masyarakat.
Jakarta, 20 April 2026 — Kepolisian Negara Republik Indonesia
(Polri) menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan
pengarusutamaan peran Polisi Wanita (Polwan) sebagai bagian dari transformasi
kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia yang inklusif dan berkeadilan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan dengan delegasi United
Nations Police Division yang dipimpin oleh United Nations Police Adviser Faisal
Shahkar, yang berlangsung di Ruang Perjamuan Mabes Polri, Trunojoyo, Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Faisal Shahkar menyampaikan bahwa
peningkatan keterwakilan perempuan menjadi prioritas utama United Nations
Police dalam misi perdamaian dunia.
“Kami mendorong peningkatan keterwakilan perempuan, termasuk pada
posisi senior leadership dalam misi PBB. Indonesia memiliki potensi besar untuk
berkontribusi lebih jauh dalam hal ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa UN akan terus membuka ruang bagi
pengembangan kapasitas Polwan melalui berbagai program, termasuk pelatihan
kepemimpinan seperti Female Commander Training, sebagai bagian dari upaya
membangun pipeline kepemimpinan perempuan di level global.
Sebagai langkah konkret, Polri secara aktif melaksanakan capacity
building Polwan melalui pelatihan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun
kolaborasi internasional, guna memastikan kesiapan personel perempuan dalam
menghadapi dinamika tugas di wilayah konflik.
Wakapolri Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa
Polri terus membuka ruang yang setara bagi Polwan untuk berperan tidak hanya
pada fungsi pendukung, tetapi juga pada posisi operasional hingga kepemimpinan
dalam misi internasional.
Salah satu capaian penting adalah keberhasilan penugasan AKP Fajar
Yuliyanto sebagai Gender-Based Violence Adviser pada misi UNISFA, yang berperan
dalam penanganan isu kekerasan berbasis gender serta perlindungan kelompok
rentan di daerah konflik.
Dalam kontribusinya di lapangan, Polri saat ini menugaskan:
* 140 personel Formed Police Unit (FPU) pada misi MINUSCA di
Republik Afrika Tengah;
* 51 personel Individual Police Officer (IPO) yang tersebar di
lima misi, yaitu:
* 14 personel di MINUSCA
(Afrika Tengah);
* 19 personel di UNMISS
(Sudan Selatan);
* 9 personel di MONUSCO
(Republik Demokratik Kongo);
* 6 personel di UNFICYP
(Siprus);
* 3 personel di UNISFA
(Abyei).
“Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan peran Polwan dalam
misi internasional, termasuk melalui penguatan kapasitas, akses yang setara,
serta kesempatan untuk menduduki posisi strategis di tingkat global,” ujar
Wakapolri.
Sejalan dengan hal tersebut, Polri juga memperkuat jejaring
internasional melalui keterlibatan aktif dalam International Association of
Women Police, sebuah organisasi global yang berfokus pada penguatan kapasitas,
jaringan, dan profesionalisme Polwan di seluruh dunia.
Polri telah berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan IAWP
sejak tahun 2020 dan akan menjadi tuan rumah IAWP Conference 2026 di Bali, yang
akan menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran dan posisi Polwan
Indonesia di tingkat global.
Kolaborasi antara Polri, UN Police, dan IAWP juga sejalan dengan
upaya global dalam mendorong peningkatan jumlah dan kualitas female
peacekeepers, sekaligus memperkuat perspektif gender dalam operasi perdamaian.
Pendekatan berbasis gender ini dinilai tidak hanya meningkatkan
efektivitas pelaksanaan misi, tetapi juga memperkuat pendekatan humanis dalam
penanganan konflik, khususnya dalam perlindungan perempuan, anak, serta
kelompok rentan lainnya.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi Polri untuk terus
memperkuat kontribusi dalam misi perdamaian dunia, dengan memastikan bahwa
nilai kesetaraan, inklusivitas, dan profesionalisme Polwan menjadi bagian
integral dalam setiap penugasan internasional.
Ke depan, Polri optimistis bahwa melalui kerja sama yang erat dan
berkelanjutan dengan PBB serta jejaring global, Polwan Indonesia akan semakin
siap tampil dan berperan pada level kepemimpinan strategis dalam misi
perdamaian dunia.
PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jatim melalui Satuan Lalu
Lintas terus berupaya menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada
masyarakat.
Bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo
(Harjakapro) ke-280 tahun 2026, Satlantas Polres Probolinggo menggelar kegiatan
edukasi keselamatan berkendara (safety riding) di Alun-alun Kraksaan, Minggu
(19/4/26).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang melibatkan
komunitas sepeda motor, komunitas cosplay, serta masyarakat umum yang hadir.
Edukasi keselamatan berkendara tersebut dikemas dalam kegiatan
kopi darat (kopdar) gabungan, sehingga penyampaian materi berlangsung secara
santai namun tetap efektif.
Dalam kegiatan ini, Polres Probolinggo Polda Jatim memberikan
pemahaman terkait pentingnya tertib berlalu lintas, penggunaan perlengkapan
keselamatan seperti helm berstandar SNI, serta larangan berkendara secara
ugal-ugalan dan penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif melalui Kasat Lantas
AKP Safiq Jundhira Z menegaskan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan
tanggung jawab bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan
komunitas sepeda motor, untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Jadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban,” tegas AKP
Safiq.
Lebih lanjut, AKP Safiq Jundhira
menekankan agar seluruh pengendara senantiasa mematuhi aturan lalu
lintas, melengkapi surat-surat kendaraan, serta menjaga etika berkendara di
jalan.
AKP Safiq juga mengingatkan agar tidak melakukan konvoi yang
mengganggu ketertiban umum, tidak menggunakan knalpot brong, serta menghindari
aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan
lainnya.
Ia mengajak seluruh warga masyarakat Kabupaten Probolinggo pada
Momentum Harjakapro mengisi dengan kegiatan positif.
"Jangan sampai euforia perayaan justru menimbulkan gangguan
kamtibmas ataupun kecelakaan lalu lintas. Mari kita jaga bersama situasi yang
aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo,” kata AKP Safiq.
Selain itu, AKP Safiq juga mengajak para orang tua dan tokoh
masyarakat untuk turut berperan aktif dalam memberikan pengawasan dan pembinaan
kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam kegiatan negatif di jalan raya.
Diharapkan melalui kegiatan edukasi ini, kesadaran masyarakat
dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga dapat mewujudkan keamanan dan
keselamatan bersama di jalan raya.
KOTA MALANG – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas) terus digencarkan Polresta Malang Kota Polda Jatim melalui
pendekatan edukatif.
Kali ini, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji
Prabowo melaksanakan silaturahmi sekaligus menjadi pemateri dalam kegiatan
pembinaan dan penyuluhan di sekolah.
Dalam paparannya, AKP Rahmad Aji Prabowo menekankan pentingnya
literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang turut membuka
celah terjadinya kejahatan siber.
Ia menjelaskan bahwa kejahatan siber mencakup berbagai bentuk,
mulai dari penipuan online, peretasan akun, penyebaran konten ilegal, hingga
praktik judi online (judol) yang kini marak menyasar generasi muda.
Contoh yang sering terjadi adalah penipuan melalui media sosial
atau aplikasi pesan instan, di mana pelaku memanfaatkan kelengahan korban untuk
memperoleh data pribadi atau keuntungan finansial.
"Dampaknya tidak hanya kerugian materiil, tetapi juga trauma
psikologis bagi korban,” jelas AKP Aji, Senin (20/4/26).
Ia juga mengingatkan bahwa pelaku kejahatan siber dapat dijerat
dengan undang-undang yang berlaku, seperti Undang-Undang Informasi dan
Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana yang tidak ringan.
Oleh karena itu, siswa diimbau untuk bijak dalam menggunakan
teknologi serta tidak terlibat dalam aktivitas ilegal di dunia maya.
Terkait masih maraknya praktik judi online yang belum sepenuhnya
terblokir, AKP Aji menjelaskan bahwa penanganan judi online merupakan tanggung
jawab lintas sektor dan terus diupayakan secara berkelanjutan oleh pemerintah
bersama aparat penegak hukum.
Pemblokiran situs judi online memang terus dilakukan, namun pelaku
kerap membuat domain baru dengan cepat.
Di sinilah pentingnya peran masyarakat, termasuk pelajar, untuk
tidak mengakses maupun terlibat dalam aktivitas tersebut.
"Edukasi dan kesadaran menjadi kunci utama dalam memutus
rantai penyebarannya,” tegasnya.
AKP Aji menambahkan, kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran
hukum sejak dini serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia
pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman, cerdas, dan berintegritas.
“Kami ingin para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi
juga memiliki pemahaman hukum yang baik dan bisa menjadi agen perubahan yang
turut menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
JAKARTA – Direktorat Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri resmi
menyelesaikan rangkaian Pelatihan Internal Auditor Sistem Manajemen Pengamanan
(SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) dan Objek Tertentu (Obter) hari kelima.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Royal Palm Cengkareng, Jakarta Barat, Senin
(20/4/2026), menjadi momentum krusial dalam memperkuat standar keamanan aset
strategis negara.
Pelatihan ini diikuti oleh 106 peserta yang berasal dari berbagai
instansi pengelola Obvitnas, Obter, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), serta
personel Polri. Program ini dirancang untuk mencetak auditor yang memiliki
kompetensi tajam dalam mengawasi dan mengevaluasi sistem pengamanan secara
mandiri dan profesional.
Pada hari kelima ini, para peserta menjalani simulasi praktik
audit yang intensif pada Elemen 3, 4, dan 5. Di bawah bimbingan narasumber
ahli, Angelo M. Turang, S.E., M.Si., dan Drs. Sutrisno Dewo Gono Murti, M.M.,
peserta ditantang untuk mengimplementasikan teori perencanaan hingga pelaporan
audit secara nyata.
"Fokus kami adalah memastikan setiap peserta tidak hanya
memahami teori, tetapi mampu mempraktikkan langsung bagaimana elemen-elemen
audit ini bekerja di lapangan," ujar Kasubdit Audit Sispamobvitnas, Kombes
Pol Hamam Wahyudi, S.H., S.I.K., M.H., yang menutup kegiatan secara resmi.
Sebelum rangkaian pelatihan berakhir, para peserta menjalani Post
Test untuk mengukur sejauh mana penyerapan materi selama lima hari pelatihan.
Hasilnya, peserta dinyatakan mampu mengimplementasikan perencanaan dan
pelaporan audit pada elemen-elemen kritikal sistem manajemen pengamanan.
Acara ditutup dengan penuh khidmat pada pukul 16.30 WIB. Meski
pelatihan internal telah usai, tantangan sesungguhnya bagi para calon auditor
ini akan berlanjut esok hari dalam sesi Uji Kompetensi untuk mendapatkan
sertifikasi resmi.
Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan Korsabhara
Baharkam Polri dalam meningkatkan kualitas pengamanan objek vital nasional.
Dengan hadirnya auditor internal yang kompeten di setiap instansi, diharapkan
potensi gangguan keamanan terhadap aset negara dapat dideteksi dan dimitigasi
sejak dini melalui sistem manajemen yang auditabel dan terukur.
TANJUNG PERAK - Dua bulan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO),
pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bjerhasil diringkus Unit
Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Tersangka AJ, 35, ditangkap usai mencuri motor di Jalan Kalimas
Udik, Surabaya. Ia sempat viral usai aksinya ini terekam CCTV di lokasi.
Tersangka yang diketahui warga Jalan Wonokusumo Jaya Baru,
Surabaya, ini melarikan diri usai mencuri motor pada 28 Februari 2026 lalu.
Ia akhirnya berhasil ditangkap usai pulang ke rumahnya.
"Tersangka kami tangkap Kamis (16/4) saat pulang ke
rumahnya," kata Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto,
Sabtu (18/4).
Kejadian tersebut bermula ketika korban usai pulang kerja main ke
rumah temannya di Jalan Kalimas Udik, Surabaya.
Korban memarkirkan kendaraannya di depan rumah temannya dengan
keadaan dikunci setir.
Saat hendak pulang, korban terkejut ternyata sepeda motor yang
tadinya terparkir tidak ditemukan.
Korban kemudian memberitahu temannya dan sempat mencari namun
tidak ditemukan. Hingga rekaman CCTV di lokasi diunggah ke medsos oleh korban.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang mengetahui kejadian
tersebut langsung menyelidiki.
Polisi mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan
mengetahui ciri-ciri pelaku.
"Kami mencari ke rumahnya namun tersangka melarikan diri
karena tahu sudah viral," tuturnya.
Hingga akhirnya tersangka AJ kembali pulang ke rumahnya pada 16
April lalu. Saat itu juga Unit Jatanras Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung
Perak menangkapnya. "Pengakuannya kangen rumah sehingga .emilih
pulang," jelasnya.
Hasil penyidikan, diketahui tersangka beraksi bersama temannya
Sinyo yang saat ini sudah diamankan Polsek Dukuh Pakis karena perkara curanmor.
Ternyata tersangka merupakan residivis kasus penipuan di Polsek
Cerme dan pernah mencuri sepeda motor di ruko Jalan Demak, Surabaya. "Kami
masih mengembangkan TKP lain," tuturnya.