TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
NGAWI – Warga Dusun Blandongan Ngawi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas rampungnya perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi yang dibangun oleh Polres Ngawi.
Jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan dinilai kurang layak, kini telah selesai diperbaiki, sehingga dapat digunakan dengan aman dan nyaman oleh masyarakat.
Jembatan ini merupakan akses vital yang menunjang aktivitas sehari-hari warga, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah.
Sebelum diperbaiki, kondisi jembatan cukup memprihatinkan dan berisiko bagi para pengguna.
Perbaikan yang dilakukan selama kurun waktu kurang lebih seminggu itu, menghadirkan perubahan signifikan.
Struktur jembatan kini lebih kokoh, dilengkapi pagar pengaman yang lebih kuat hingga di bagian ujung jembatan, sehingga memberikan rasa aman bagi setiap warga yang melintas.
Tak hanya itu, jembatan juga dicat lebih cantik sehingga nyaman dipandang bagi yang melintas.
Warga setempat yang diwaliki oleh Kepala Desa Eko Budi Sudarmanto, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Polres Ngawi Polda Jatim.
Mereka menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Ngawi,AKBP Prayoga Angga Widyatama yang dinilai peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur, sekarang akses sudah aman dan anak-anak bisa berangkat sekolah dengan nyaman tanpa rasa takut,” ungkapnya, Rabu (29/4/26).
Sementara itu, Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Jembatan Merah Putih Presisi ini diharapkan dapat menunjang aktivitas warga serta meningkatkan keselamatan masyarakat. Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.
Dengan selesainya perbaikan jembatan tersebut, diharapkan konektivitas warga semakin lancar serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan pendidikan di wilayah Dusun Blandongan, Desa Ngawi Kecamatan Ngawi. (*)
TANJUNG PERAK – Aksi pencurian besi yang sempat viral di media sosial akhirnya berhasil diungkap jajaran Unit 1 Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Seorang pria berinisial AFF (44) ditangkap setelah diduga kuat menjadi pelaku pencurian dengan pemberatan di sebuah kantor ekspedisi di kawasan Perak Timur, Surabaya.
Penangkapan dilakukan pada Senin, 27 April 2026, setelah polisi mengantongi bukti kuat dari rekaman CCTV serta hasil penyelidikan mendalam.
Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Minggu, 26 April 2026.
Korban, yang merupakan pihak dari kantor ekspedisi PT Lie Jasa Transportasi di Jalan Perak Timur No. 68-A, mendapati sejumlah komponen besi penting telah hilang.
Saat membuka area pagar, korban menemukan tutup tandon air dan tutup alat ukur air milik PDAM sudah tidak berada di tempat.
Kecurigaan kemudian mengarah pada rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria tak dikenal membawa kabur barang-barang tersebut sekitar pukul 17.45 WIB.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Dari hasil laporan dan pengecekan di lokasi, benar telah terjadi pencurian. Rekaman CCTV menjadi petunjuk awal yang sangat penting dalam mengidentifikasi pelaku,” tutur Iptu Suroto, Selasa (28/04).
Kasus ini sempat menjadi perhatian publik setelah video pencurian beredar luas di media sosial.
Menindaklanjuti hal tersebut, Unit 1 Jatanras bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lokasi.
Anggota Jatanras kemudian melakukan analisis terhadap beberapa titik CCTV di sekitar lokasi kejadian dan berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku, termasuk kendaraan yang digunakan saat beraksi.
Informasi tersebut dikembangkan hingga akhirnya mengarah pada identitas tersangka yang diketahui tinggal di kawasan Kalimas Baru, Perak Utara.
Saat dilakukan penangkapan di rumah pelaku, Polisi menemukan sejumlah barang yang identik dengan yang terekam dalam CCTV,diantaranya pakaian yang dikenakan saat beraksi serta kendaraan yang digunakan pelaku.
Barang bukti yang diamankan meliputi rekaman CCTV, dokumen pembelian tutup besi dari pihak korban, serta pakaian dan sepeda motor milik tersangka yang sesuai dengan visual rekaman.
Setelah dilakukan interogasi, pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 477 ayat (1) dan (2) KUHP berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. (*)
SITUBONDO — Situasi gawat darurat yang mengancam nyawa bisa terjadi kapan saja dan di mana saja saat anggota kepolisian sedang bertugas di lapangan.
Guna membekali anggotanya dalam menghadapi kondisi kritis tersebut, Bagian SDM Polres Situbondo Polda Jatim menggelar pelatihan peningkatan kemampuan personel Polri tentang Basic Life Support (BLS), Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Rupatama Tantya Sudhirajati ini menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Situbondo.
Menariknya, salah satu narasumber yang hadir adalah dr. Kartika Ikrama Shafirlana, Sp.O.G., yang merupakan Ketua Bhayangkari Cabang Situbondo, Ny. Lana Bayu AS.
Ia turun langsung membagikan keahlian medisnya bersama dr. Budiman Bahagia, Sp.An., dan tim dokter dari IDI Situbondo.
Acara ini dibuka oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., bersama Wakapolres Kompol Toni Irawan, S.H. M.H., diikuti Pejabat Utama Polres Situbondo, Kapolsek Jajaran dan Perwira Staf serta anggota Polres Situbondo.
Dalam arahannya, Kapolres Situbondo menekankan pentingnya pelatihan medis dasar ini bagi setiap anggota Polri yang kerap menjadi orang pertama di lokasi kejadian (TKP).
"Personel yang hadir harus mampu mengimplementasikan pelatihan ini jika menemui situasi gawat darurat, atau membutuhkan penanganan yang cepat sebelum bantuan medis tiba di lokasi. Dalam hal ini tentunya membutuhkan keahlian dan pengetahuan yang mencukupi bagi personel Polri,"ujar AKBP Bayu Anuwar.
Karena pentingnya keahlian pertolongan pertama ini, Kapolres Situbondo meminta seluruh jajarannya untuk menyerap ilmu yang diberikan narasumber dengan sebaik-baiknya.
"Saya berharap para personel dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius dan sungguh-sungguh. Karena yang tidak lulus di akhir tes nanti tidak boleh pulang. Sehingga diharapkan pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan dengan baik," tambahnya.
Kapolres Situbondo juga menitipkan tiga pesan moral penting. Ia meminta anggotanya untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, meniatkan tugas kedinasan sebagai ibadah, serta tidak pernah bosan untuk bersyukur atas keberhasilan yang telah diraih.
Setelah dibuka secara resmi, rangkaian acara langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi dari narasumber, sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan praktik langsung penanganan medis darurat (BLS) yang didampingi oleh Narasumber dan tim dokter dari IDI Situbondo. (*)
SURABAYA - Menjelang momentum Hari Buruh Internasional atau May
Day 2026 Polrestabes Surabaya merancang strategi rekayasa lalu lintas berbasis
kanalisasi di 22 titik krusial, terutama di persimpangan padat dan lokasi putar
balik (U-turn).
Langkah ini demi kelancaran, keamanan dan kenyamanan masyarakat
pada momen peringatan May Day ‘26
Dngan pendekatan dan pelayanan pengamanan yang lebih sistematis
dan terukur, Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengedepankan kelancaran
mobilitas masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan kegiatan penyampaian
aspirasi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan melalui Waka
Polrestabes AKBP Rosyid Hartanto mengatakan kanalisasi yang diterapkan
merupakan metode pengaturan arus lalu lintas dengan membagi jalur kendaraan
secara terstruktur.
Titik-titik tersebut tersebar mulai dari kawasan Taman Pelangi
hingga jalur menuju wilayah Tembaan–Bubutan.
"Jarak antar titik pengamanan juga telah dihitung secara
presisi, untuk memastikan distribusi personel merata dan respons cepat terhadap
potensi kepadatan maupun gangguan lalu lintas," tutur AKBP Rosyid, Senin
(27/4/26).
AKBP Rosyid menegaskan menjadi titik fokus antara lain kawasan
Ahmad Yani, Margorejo, Wonokromo, hingga pusat kota seperti Tunjungan dan
Tegalsari.
"Wilayah-wilayah ini dikenal sebagai jalur vital dengan
intensitas kendaraan tinggi," terang AKBP Rosyid.
Waka Polrestabes Surabaya mengungkapkan, dalam kegiatan pelayanan
pengamanan ini Polrestabes Surabaya tidak bekerja sendiri.
Kekuatan personel melibatkan unsur kepolisian dari berbagai
satuan, termasuk lalu lintas, samapta, hingga unit reskrim.
"Dukungan dari instansi lintas sektor turut memperkuat
pelayanan pengamanan di lapangan," kata AKBP Rosyid.
Ia menjelaskan jumlah personel di setiap titik disesuaikan dengan
tingkat kerawanan dan kepadatan arus lalu lintas.
Beberapa lokasi strategis bahkan diperkuat hingga puluhan personel
guna memastikan pengendalian situasi tetap optimal.
“Pengaturan ini dirancang agar aktivitas masyarakat tetap berjalan
lancar, sekaligus memberikan ruang yang aman bagi penyampaian aspirasi. Kami
mengedepankan langkah preventif dan humanis,” ujarnya.
Selain pengaturan lalu lintas sambung AKBP Rosyid, titik-titik
yang berdekatan dengan pusat aktivitas massa juga menjadi perhatian utama.
Kawasan seperti Bundaran Waru, Wonokromo, dan jalur menuju pusat
kota diprediksi menjadi titik konsentrasi pergerakan massa.
Dengan pola kanalisasi ini, petugas pelayanan dapat mengarahkan
arus kendaraan agar tidak bertabrakan dengan jalur mobilisasi peserta aksi.
Skema ini juga memungkinkan pengalihan arus secara fleksibel
apabila terjadi eskalasi situasi di lapangan.
AKBP Rosyid kepada masyarakat untuk tetap mematuhi arahan petugas
serta memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama kegiatan
berlangsung.
Dengan strategi ini, diharapkan peringatan Hari Buruh dapat
berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu stabilitas aktivitas kota.
NGAWI – Dalam rangka mendukung gerakan peduli lingkungan, Polres
Ngawi Polda Jawa Timur menggelar aksi bersih - bersih (kurve) di kawasan
Jembatan Ngawi Purba, Minggu (27/4/26).
Aksi tersebut dilaksanakan dengan menggandeng instansi lintas
sektor dan elemen masyarakat dengan membersihkan endapan lumpur dan sampah yang
berpotensi menghambat aliran air guna mencegah terjadinya banjir.
Kapolres Ngawi Prayoga Angga Widyatama mengatakan, kerja bakti ini
sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan untuk mewujudkan program Indonesia
ASRI (Aman,Sehat,Resik dan Indah).
Menurutnya Kegiatan Indonesia ASRI ini tidak hanya sekadar
membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai upaya mencegah terjadinya banjir
dengan memastikan aliran sungai tetap lancar.
"Ini bentuk nyata kepedulian kita bersama, terhadap
lingkungan sekaligus langkah preventif dalam mengantisipasi bencana
banjir," ujar AKBP Prayoga.
Ia menambahkan, sinergi antara Polri bersama instansi lintas
sektor dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih,
sehat, dan aman.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat
semakin meningkat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta terus menjaga
kelestarian lingkungan di wilayah Kabupaten Ngawi.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, penuh semangat gotong royong,
serta mencerminkan kebersamaan antar instansi dan masyarakat