TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Racing
Postingan Populer
News
KOTA MOJOKERTO - Polres Mojokerto Kota Polda Jatim membubarkan aksi konvoi memenuhi jalan oleh sekelompok pemuda pada Selasa malam ( 16/6/2026).
Petugas membubarkan aksi konvoi tersebut untuk menindaklanjuti laporan masyarakat yang melihat aksi kelompok pemuda mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di beberapa tempat, diantaranya, Sekar Putih, Kedundung, Joging Track
Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto melalui Kasi Humas Iptu Suhartanto kepada awak media, Kamis (18/6/2026).
"Saat melakukan patroli, petugas mendapat informasi dari masyarakat sekelompok adanya kelompok pemuda tengah melakukan kegaduhan di sepanjang jln Joging Track Kota Mojokerto," kata Iptu Suhartanto.
Ia mengatakan dari 3 Lokasi, Polisi mengamankan 80 pemuda serta puluhan unit sepeda motor yang kemudian dibawa ke Mapolres Mojokerto Kota untuk pemeriksaan awal.
Puluhan Sepeda Motor yang diamankan ditangani Satlantas Polres Mojokerto Kota untuk dilakukan penindakan berupa tilang karena sejumlah pelanggaran lalu lintas.
Salah satunya sepeda motor yang menggunakan knalpot brong serta tidak dilengkapi dengan Nopol dan kelengkapan kendaraan bermotor yang tidak sesuai dengan SNI.
Sementara itu 80 pemuda diserahkan ke Satsamapta Polres Mojokerto Kota Polda Jatim untuk dilakukan pembinaan.
"Selebihnya diserahkan ke Satsamapta Polres Mojokerto Kota untuk dilakukan pembinaan," jelas Iptu Suhartanto.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota mengatakan, 80 pemuda yang diamankan saat ini telah dikembalikan kepada keluarga setelah dilakukan pembinaan di Polres Mojokerto Kota.
Sementara itu Satu pemuda dilakukan pendalaman oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota karena telah ditemukan 1 buah Celurit dan 2 petasan di dalam Jok sepeda motor yang ditumpangi pemuda tersebut.
Kasi Humas Iptu Suhartanto menegaskan, Polres Mojokerto Kota tidak akan mentolerir setiap tindakan yang mengganggu ketertiban masyarakat.
Polres Mojokerto Kota berkomitmen menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, termasuk konvoi dan tindakan anarkis lainnya.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Laporkan segera ke Polisi terdekat atau bisa lewat call center 110 layanan kepolisian bebas pulsa jika melihat atau mengalami tindakan kejahatan maupun gangguan kamtibmas, "pungkasnya. (*)
SURABAYA - Polda Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari Bakti Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, diikuti para Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Bhayangkari, serta personel Mapolda Jatim, Rabu (17/6/2026)
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, aksi kemanusiaan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial yang digelar Polda Jatim untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Menurut Kombes Pol Abast, donor darah merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Polri kepada masyarakat yang sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke - 80 tahun 2026.
“Melalui kegiatan donor darah ini, kami ingin menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan stok darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI)," ujar Kombes Abast.
Kombes Abast berharap, setetes darah yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kombes Abast menambahkan, peringatan Hari Bhayangkara tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga berbagai aksi sosial dan kemanusiaan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
“Kami berharap semangat berbagi dan gotong royong ini terus tumbuh, tidak hanya di lingkungan Polri, tetapi juga menginspirasi masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap sesama,” pungkas Kombes Abast. (*)
SURABAYA,- Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jawa Timur menggelar Kejuaraan Judo Kapolda Cup 2026 yang diikuti ratusan atlet berlangsung di Gedung PJSI Surabaya, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno No. 2, Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/6/2026).
Kejuaraan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Polri dalam membangun semangat sportivitas sekaligus pembinaan atlet muda berbakat di cabang olahraga judo.
Pertandingan diikuti puluhan atlet berbagai kontingen dari Polda Jatim maupun Polres jajaran yang bertanding pada kategori putra dan putri di sejumlah kelas pertandingan.
Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing selaku Ketua Bidang Lomba Judo Kejuaraan Kapolda Cup 2026 menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah pembinaan mental, disiplin, dan karakter generasi muda yang sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara.
“Kejuaraan Judo Kapolda Cup 2026 ini lebih dari sekadar pertandingan, namun menjadi sarana membangun karakter, melatih kedisiplinan, serta menanamkan nilai sportivitas kepada seluruh peserta yang bertanding,” kata Kombes Pol Roy H.M. Sihombing.
Ia mengatakan Polda Jawa Timur ingin terus menghadirkan kegiatan positif yang berdampak langsung terhadap pembinaan prestasi olahraga sekaligus memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat.
“Kami ingin Hari Bhayangkara tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga melalui kegiatan nyata yang memberi manfaat luas," tambah Kombes Roy.
Menurut Kombes Roy olahraga seperti judo mengajarkan keberanian, pengendalian diri, fokus, dan daya juang yang sangat penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.
Antusiasme peserta yang tinggi menjadi indikator bahwa olahraga bela diri khususnya judo memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Jawa Timur.
“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet berprestasi yang nantinya bisa membawa nama daerah bahkan Indonesia di level nasional maupun internasional,” kata Kombes Roy.
Ia juga menegaskan bahwa Polri akan terus mendukung kegiatan olahraga yang mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda agar tumbuh sehat, kompetitif, dan berprestasi.
“Polda Jawa Timur berkomitmen mendukung kegiatan positif seperti ini. Kami ingin terus hadir bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung lahirnya generasi muda yang tangguh, disiplin, dan siap berprestasi,” tegasnya. (*)
NGAWI, Tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum, tetapi juga hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan setulus hati.
Sebagai wujud kepedulian tersebut, personel Polsek Geneng Polres Ngawi membantu proses penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH ) Plus Tahap II yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Geneng, Kamis (18/6/2026).
Dalam kegiatan itu, personel Polsek Geneng mengutamakan pelayanan kepada para lanjut usia (lansia) dengan membantu proses antrean, memberikan pendampingan, serta memastikan para penerima manfaat tidak mengalami kesulitan saat menerima bantuan.
Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kapolsek Geneng Iptu Harli Prabowo menyampaikan bahwa Polri akan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Polri tidak hanya bertugas menjaga kamtibmas dan menegakkan hukum, tetapi juga berkewajiban melayani masyarakat dengan sepenuh hati," ungkap Iptu Harli.
Menurut Kapolsek Geneng, melalui pendampingan penyaluran bantuan sosial ini, pihaknya ingin memastikan para lansia dapat menerima haknya dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala.
Sementara itu beberapa orang lansia (lanjut usia) yang dibantu, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari anggota Polsek Geneng.
Tak hentinya para lansia memberikan pujian atas pelayanan humanis anggota Polsek Geneng yang hadir sejak pagi yang membantu warga penerima bantuan sosial tetsebut.
"Matur suwun pak Polisi, sampun dibantu, (terimakasih pak Polisi sudah dibantu)," kata Mbah Sih, salah satu lansia pemerima bansos. (*)
SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur terus mengembangkan penyidikan kasus sindikat kejahatan siber Internasional yang menjadikan warga negara asing sebagai sasaran penipuan.
Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan 45 orang sebagai tersangka, terdiri dari 30 warga negara China, empat warga negara Jepang, tujuh warga negara Taiwan, dan tiga warga negara Indonesia (WNI).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, mengatakan penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk memburu sejumlah pelaku yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dalam penanganan perkara ini, Polrestabes Surabaya Polda Jatim bekerja sama dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri guna memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum di Jepang dan China.
Sejumlah korban di Jepang telah dimintai keterangan, sementara pemeriksaan terhadap korban di China segera dilakukan untuk melengkapi alat bukti.
"Koordinasi lintas negara terus kami lakukan agar seluruh rangkaian kejahatan ini dapat diungkap secara menyeluruh," ujar Kombes Pol Luthfi, Rabu (17/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Polisi memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban. Seluruh korban diketahui merupakan warga negara Jepang dan China.
Dari hasil penyidikan terungkap, para pelaku menjalankan aksinya dengan menggunakan puluhan telepon seluler.
Mereka menghubungi korban melalui sambungan telepon maupun video call dengan menyamar sebagai aparat kepolisian.
Korban kemudian dituduh terlibat tindak pidana, seperti pencucian uang, sehingga dipaksa mentransfer sejumlah uang.
Untuk meyakinkan korban, sindikat tersebut menyiapkan ruangan khusus yang didesain menyerupai kantor polisi dan dibuat kedap suara sehingga saat melakukan video call tampak seperti proses pemeriksaan resmi.
Selain itu, hasil digital forensik terhadap barang bukti elektronik menemukan sekitar 30.000 data calon korban asal Jepang serta puluhan ribu data warga negara China yang diduga telah dipersiapkan sebagai target penipuan berikutnya.
Saat ini penyidik masih mendalami barang bukti digital, menelusuri jaringan pelaku, serta berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Mabes Polri terkait mekanisme penanganan hukum, termasuk kemungkinan kerja sama dengan negara asal para tersangka.
Dalam perkara ini, para tersangka dijerat dengan ketentuan dalam KUHP dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Untuk kasus yang melibatkan korban asal Jepang, penyidik juga menangani dugaan tindak pidana penyekapan terhadap dua korban.
Kapolrestabes Surabaya menegaskan akan menuntaskan pengungkapan kasus tersebut dan memastikan seluruh pelaku yang terlibat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)
BONDOWOSO - Kedatangan truk tangki air bersih dari Polres Bondowoso Polda Jatim langsung disambut warga Dusun Sumber Biru Desa Klabang Kecamatan Tegalampel.
Desa Klabang merupakan salah satu wilayah terparah di 9 Kecamatan yang menjadi wilayah darurat kekeringan dan sulit mendapatkan air bersih setiap harinya.
Jika tidak ada dropping setiap kepala keluarga harus mengambil air sejauh kurang lebih 2 kilometer.
Kapolres Bondowoso, AKBP. Aryo Dwi Wibowo, SH, SIK, MM. mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak terkait, agar setiap hari dapat mendistribusikan air bersih ke desa darurat kekeringan.
"Kita lakukan pendistribusian air bersih ke 20 Dusun di 9 Kecamatan dengan harapan masyarakat bisa merasakan manfaat langsung disaat krisis air bersih saat musim kekeringan melanda,"kata AKBP Aryo, Rabu (17/6/2026).
Selain dibagikan pada warga petugas juga mengisi tandon air di beberapa titik dusun yang krisis air bersih.
Warga yang mendapat bantuan air bersih mengaku sangat terbantu dengan bantuan puluhan ribu liter air bersih oleh Polres Bondowoso Polda Jatim.
"Alhamdulillah, dengan bantuan air bersih dari Polres Bondowoso, kami tidak lagi ambil air yang lokasinya jauh dari tempat tinggal kami " ujar salah satu warga setempat. (*)
Jakarta – Polri terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi kepolisian. Hal tersebut ditegaskan dalam kegiatan Wisuda Mahasiswa Program S1 Angkatan ke-83, S2 Angkatan ke-14, dan Program Doktor Ilmu Kepolisian Tahun Akademik 2026 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri di Kampus STIK-PTIK, Jakarta, Rabu (17/6).
Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Drs. Ridwan Zulkarnain Panca Putra Simanjuntak, M.Si., menyampaikan bahwa sebanyak 289 wisudawan yang terdiri dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor telah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari upaya Polri meningkatkan kualitas dan kapabilitas personel dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Ini adalah bagian dari upaya Polri untuk terus meningkatkan kemampuan pengetahuan seluruh personel SDM Polri agar mampu memahami serta melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya melalui pendekatan keilmuan yang mereka ikuti selama program pendidikan di STIK Lemdiklat Polri,” ujar Komjen Pol. Panca.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan merupakan implementasi dari rekomendasi Tim Percepatan Reformasi Polri serta kebijakan Kapolri dalam membangun SDM yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab harapan masyarakat.
Komjen Pol. Panca juga mengungkapkan bahwa Kapolri mendorong STIK untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui pengembangan Universitas Kepolisian yang saat ini tengah dikaji. Universitas tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan bagi anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat yang ingin mendalami ilmu-ilmu terkait keamanan dan ketertiban.
“Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian harus terus beradaptasi dan mengembangkan diri melalui Universitas Kepolisian yang saat ini sedang kita bahas untuk dapat mengakomodasi tidak hanya polisi, tetapi seluruh elemen masyarakat yang ingin menimba ilmu dan berkaitan dengan masalah-masalah keamanan,” katanya.
Sementara itu, Ketua STIK Lemdiklat Polri Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si., menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan aspek etika, logika, dan rasa dalam pembentukan perwira Polri.
“Polisi harus pintar. Kami terus berbenah agar STIK menjadi bagian penting dalam mencetak kader-kader Polri yang bermartabat, profesional, dan beradab,” ujar Irjen Pol. Eko.
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar STIK Lemdiklat Polri Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, M.A., Ph.D., menilai peningkatan jumlah lulusan pendidikan tinggi, khususnya program doktoral, akan memperkuat kualitas kepemimpinan di lingkungan Polri.
“Semakin cerdas, semakin tinggi, semakin pintar, semakin memiliki empati kepada publik,” ungkap Prof. Hermawan.
Melalui penguatan pendidikan tinggi kepolisian, Polri berharap dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya memiliki kecakapan akademis, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, serta semakin dekat dengan masyarakat sesuai arah kebijakan Kapolri dan harapan Presiden Republik Indonesia.
Langganan:
Postingan (Atom)