TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
SURABAYA - Dalam upaya memperkuat ikatan spiritual sekaligus menjalin sinergitas dengan para tokoh agama, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak yang baru menjabat, AKBP Irwan Kurniawan, melaksanakan kegiatan ziarah dan silaturahmi di kawasan Wisata Religi Sunan Ampel serta Makam Boto Putih, pada Jumat (7/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 14.00 WIB tersebut turut didampingi oleh Pejabat Utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Kedatangan Kapolres AKBP Irwan beserta rombongan PJU dan kapolsek tersebut disambut hangat oleh para tokoh agama dan pengurus yayasan.
Dalam suasana khidmat dan keheningan yang sarat makna, ziarah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk mengenang jasa, perjuangan, serta keteladanan para ulama dan Wali Allah dalam menyebarkan ajaran kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Irwan Kurniawan, menyampaikan bahwa momentum ziarah bukan sekadar perjalanan fisik menuju tempat peristirahatan terakhir, melainkan ruang untuk merenung, memanjatkan doa, dan meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama.
"Di tengah dinamika tugas kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, momentum ziarah ini menjadi pengingat penting,"ungkap AKBP Irwan.
Menurut AKBP Irwan, setiap langkah pengabdian hendaknya selalu dilandasi keikhlasan, ketulusan, kesabaran, serta kebijaksanaan demi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan silaturahmi bersama pengurus Yayasan Masjid Agung Sunan Ampel, dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Sunan Ampel.
Usai ibadah, AKBP Irwan beserta rombongan melakukan ziarah khusyuk ke Makam Sunan Ampel, Makam Mbah Bolong, dan Makam Mbah Sholeh.
Setelah ramah tamah bersama pengurus yayasan di Ruang Imaman, rombongan bertolak menuju Kompleks Makam Boto Putih.
Di lokasi tersebut, AKBP Irwan Kurniawan beserta PJU melanjutkan ziarah ke Makam Sunan Boto Putih, Makam Al Habib Syekh bin Abdullah Bafaqih, dan Makam Adipati Panji Djoyodirono dengan didampingi pengurus.
Melalui kegiatan ziarah dan silaturahmi ini, diharapkan tumbuh semangat untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan, mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dan para tokoh agama, serta menghadirkan pelayanan Polri yang semakin humanis, dekat, dan berorientasi pada kepedulian masyarakat. (*)
TRENGGALEK - Personel Polres Trenggalek Polda Jatim bersama tim gabungan berhasil mengevakuasi Empat pelajar dari SMP Negeri 4 Trenggalek yang sempat terjebak di area hutan Gunung Orak-arik, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, saat terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Sabtu ( 8/8/2026).
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H. melalui Kasihumas AKP Katik, S.H., mengatakan Keempat pelajar tersebut tidak bisa turun dari lokasi karena tali yang digunakan sebagai akses naik dan turun telah putus.
Pada saat yang bersamaan, asap tebal dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik yang sedang proses pemadaman oleh tim gabungan.
“Setelah menerima informasi dari warga, kita langsung koordinasikan dengan semua stakeholder dan lanjut bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi adik - adik kita yang terjebak saat pendakian," kata AKP Katik, Senin (10/8/2026).
Menurut AKP Katik,proses evakuasi dilakukan secara hati-hati lantaran medan menuju lokasi cukup curam dan kondisi tersebut semakin berisiko karena titik api masih menyala merembet di kawasan hutan.
“Evakuasi menggunakan tali dan langsung kita bawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan pertolongan dan pengecekan kesehatan,” terang AKP Katik.
Petugas kemudian menghubungi pihak keluarga dan mengantarkan keempat pelajar tersebut ke rumah masing-masing.
Sementara itu upaya pemadaman dan pelokalisiran di Gunung Orak arik tersebut terus dilakukan hingga sekitar pukul 17.30 WIB, Api kemudian berhasil dikendalikan.
AKP Katik juga menghimbau warga agar tidak sembarangan membakar sampah pada musim kemarau, dan jika mengetahui kebakaran segera melaporkan melalui call center 110 bebas pulsa. (*)
Jakarta – E-Sports Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Ajang ini juga menjadi bagian dari semangat Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 yang mendorong kolaborasi pemerintah, Polri, komunitas, dan sektor swasta dalam menyiapkan talenta muda.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan mengatakan, penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk kolaborasi untuk memberikan ruang sekaligus edukasi kepada generasi Z dan generasi Alpha mengenai peluang di industri esports.
“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas, mulai dari caster, pembawa acara, atlet, pembuat gim, event organizer, hingga UMKM yang menyediakan merchandise,” kata Adex di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Menurut Adex, pemerintah perlu memberikan gambaran yang utuh kepada generasi muda mengenai peluang di dunia digital, khususnya di tengah perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang berpotensi mengubah kebutuhan dan peluang pekerjaan.
“Di tengah gempuran teknologi AI yang berpotensi menggerus peluang kerja adik-adik Gen Z dan Gen Alpha, tugas kami sebagai pemerintah adalah memberikan gambaran bahwa ada banyak peluang di dunia digital yang bisa dibangun,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengembangan minat terhadap esports tetap harus berjalan seimbang dengan pendidikan. Literasi yang diberikan Polri melalui jajaran di tingkat Polres hingga Polda menekankan agar sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan gim menjadi prioritas pendukung.
“Sekolah tetap primer, gim sekunder. Harapannya mereka bisa sukses secara akademik sekaligus mampu meraih peluang karier di bidang esports maupun bidang lainnya,” tutur Adex.
Sementara itu, Ketua Umum IESPA Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 yang dinilai memberikan kesempatan bagi para gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.
“Teman-teman gamers, khususnya kategori amatir, sebelumnya tidak pernah bermimpi bisa bertanding di acara sebesar ini. Ini menjadi bukti nyata tagline ‘Dream to Become’ benar-benar terwujud,” kata Ibnu.
Ia menilai kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas, dan berbagai pihak menjadi langkah positif untuk membangun ekosistem esports nasional. Ia juga menyambut baik komitmen Kapolri agar kegiatan tersebut dapat terus berkelanjutan.
Apresiasi juga disampaikan kreator konten sekaligus perwakilan Gen Z, Willy Salim. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap esports memberikan ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan prestasi melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.
“Dulu, waktu saya masih sekolah, jika ada acara seperti ini pasti akan sangat saya nantikan. Kapan lagi anak sekolah bisa membuktikan prestasinya di bidang gim dan didukung langsung oleh pemerintah?” ujar Willy.
E-Sports Kapolri Cup 2026 sebelumnya telah menjadi bagian dari rangkaian Polri Youth Movement yang melibatkan peserta dari berbagai daerah. Selain kompetisi, rangkaian kegiatan juga menghadirkan sejumlah side event untuk memperkenalkan berbagai peluang dalam industri esports sekaligus memperkuat literasi digital bagi generasi muda.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Polri mendorong esports tidak hanya dipandang sebagai aktivitas hiburan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi dan industri kreatif digital yang dapat menjadi ruang tumbuh bagi talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.
SITUBONDO – Meningkatnya suhu udara akibat fenomena El Niño yang disertai angin laut cukup kencang menjadi perhatian serius Satpolairud Polres Situbondo Polda Jatim.
Untuk meminimalkan resiko laka laut dan kebakaran kapal saat pelayaran, petugas memperketat pemeriksaan kendaraan beserta muatan yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kendaraan angkutan, dokumen pengiriman, hingga jenis barang yang dibawa.
Langkah ini merupakan upaya preventif untuk mencegah masuknya barang berbahaya, mudah terbakar, maupun mudah meledak ke dalam kapal yang dapat membahayakan keselamatan penumpang dan awak kapal.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, melalui Kasat Polairud AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan pengawasan terhadap muatan kendaraan menjadi salah satu prioritas karena potensi bahaya tidak selalu berasal dari barang yang tercantum dalam dokumen ekspedisi.
"Tujuan pemeriksaan ini untuk mengantisipasi adanya muatan berbahaya yang dapat memicu kebakaran atau mengganggu keselamatan pelayaran," kata AKP Gede, Senin (10/8/2026).
Menurut AKP Gede, kadang dokumen ekspedisi sudah sesuai, namun dalam perjalanan ada sopir yang menambah muatan di luar manifes sehingga berpotensi menimbulkan risiko saat kapal berlayar.
AKP Gede menambahkan, sejumlah barang yang mendapat perhatian khusus petugas antara lain cairan mudah terbakar seperti bahan bakar minyak (BBM) dan cat berbahan kimia, gas bertekanan seperti tabung LPG dan asetilena, serta padatan mudah terbakar seperti serbuk kayu, sulfur, maupun belerang.
"Pengangkutan barang berbahaya telah diatur melalui peraturan perundang-undangan dan regulasi kementerian terkait. Karena itu, setiap pengiriman wajib memenuhi persyaratan keselamatan agar tidak membahayakan pelayaran."terang AKP Gede.
Selain pemeriksaan muatan, personel Satpolairud juga memeriksa kelengkapan dokumen barang serta memberikan edukasi kepada pengguna jasa pelabuhan agar segera melapor apabila menemukan tindak kriminalitas atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Dengan pemeriksaan yang ketat, kami ingin memastikan setiap pelayaran berlangsung aman. Pencegahan harus dilakukan sejak kendaraan dan barang masih berada di pelabuhan, bukan setelah kapal berada di tengah laut," tegasnya.
Melalui pengawasan rutin di Pelabuhan Jangkar, Satpolairud Polres Situbondo berharap potensi kecelakaan akibat pengangkutan barang berbahaya dapat dicegah sejak dini sehingga keselamatan pelayaran tetap terjaga bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan.
"Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 bebas pulsa untuk memperoleh pelayanan dan penanganan cepat dari petugas," pungkas AKP Gede. (*)
PROBOLINGGO,– Polres Probolinggo Polda Jatim bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo menyalurkan bantuan kepada para relawan yang terlibat langsung dalam upaya pemadaman dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Hal tersebut sebagai bentuk kepedulian Polres Probolinggo Polda Jatim dan Bhayangkari Cabang Probolinggo terhadap para relawan yang berada di garis depan penanganan Karhutla kawasan TNBTS di Gunung Bromo.
Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizky Siregar mengatakan, perjuangan para relawan dalam penanganan karhutla patut mendapat apresiasi.
Menurut AKBP Asmida kondisi medan yang sulit serta tantangan di lapangan membutuhkan semangat, kepedulian dan kebersamaan seluruh pihak.
“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan kepedulian para relawan yang dengan sukarela membantu penanganan karhutla," ungkap AKBP Asmida, Senin (10/8/2026).
Kapolres Probolinggo menambahkan, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergitas lintas sektor sangat penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
“Kami akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam penanganan karhutla dan bersama-sama menjaga kawasan TNBTS untuk mencegah agar kebakaran tidak semakin meluas,” tegas AKBP Asmida.
Sementara itu salah seorang relawan, Jumadi menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Polres Probolinggo bersama Bhayangkari Cabang Probolinggo atas perhatian dan bantuan yang diberikan.
Menurutnya, dukungan tersebut sangat berarti bagi para relawan yang tengah berjuang di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Probolinggo dan Bhayangkari yang telah memberikan bantuan dan perhatian kepada kami para relawan. Bantuan ini sangat berarti dan menambah semangat kami untuk terus membantu proses penanganan karhutla di TNBTS,” ungkap Jumadi.
Ia berharap sinergi dan kepedulian dari berbagai pihak dapat terus terjalin hingga penanganan karhutla benar-benar selesai.
“Semoga kebakaran segera dapat dipadamkan dan kawasan TNBTS kembali aman. Kami juga berharap sinergi dan kepedulian seperti ini terus terjalin,” pungkas Jumadi. (*)
Jakarta - Polri menyampaikan proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, dapat menjadi dokumen pendukung dalam proses seleksi, namun tidak serta-merta membuat pemiliknya diterima sebagai anggota Polri tanpa mengikuti tahapan seleksi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, proses rekrutmen anggota Polri dilaksanakan berdasarkan ketentuan dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri.
“Rekrutmen Polri dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Perkap Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penerimaan Anggota Polri,” kata Isir di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Isir menjelaskan, dalam proses penerimaan anggota Polri, peserta tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan. Kepemilikan sertifikat atau piagam prestasi tidak menggantikan tahapan seleksi tersebut.
“Prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat atau piagam, baik nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, merupakan dokumen prestasi pendukung yang dapat dilampirkan oleh peserta. Namun, kepemilikan dokumen tersebut tidak serta-merta membuat peserta diterima tanpa mengikuti proses seleksi,” ujarnya.
Menurutnya, setiap peserta tetap diproses berdasarkan ketentuan penerimaan anggota Polri yang berlaku. Seluruh persyaratan dan tahapan seleksi harus dipenuhi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
“Jadi, siapa pun pesertanya, tetap harus mengikuti ketentuan dan tahapan seleksi yang berlaku. Sertifikat atau piagam prestasi merupakan bagian dari dokumen pendukung dan tidak menjadi pengganti proses seleksi,” tutur Isir.
Polri, lanjutnya, berkomitmen menjaga proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, serta berdasarkan kemampuan dan kompetensi peserta sesuai ketentuan. Prinsip tersebut sejalan dengan filosofi BETAH yang menjadi prinsip dalam proses rekrutmen Polri, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Penerapan prinsip transparansi juga diwujudkan melalui pelibatan pihak eksternal dalam mengawasi proses dan tahapan seleksi. Dalam pelaksanaannya, Polri bersama Kompolnas menggandeng sejumlah pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI), perhimpunan psikologi, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Pendidikan, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
Pelibatan berbagai unsur tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan untuk memastikan setiap tahapan seleksi berjalan sesuai ketentuan serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya pengawasan internal dan eksternal, proses penerimaan diharapkan semakin terbuka dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta.
Dengan demikian, kepemilikan sertifikat prestasi nasional maupun internasional, termasuk Sertifikat Pramuka Garuda, tidak menjadi jaminan seseorang dapat langsung diterima sebagai anggota Polri. Peserta tetap wajib memenuhi persyaratan dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai aturan yang berlaku, dengan proses yang mengedepankan prinsip BETAH serta pengawasan yang transparan dan akuntabel.
Jakarta — Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Riza mengapresiasi penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang e-sports.
Apresiasi tersebut disampaikan Ibnu Riza dalam Opening E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Ibnu Riza, Kapolri Cup 2026 memiliki keunggulan karena membuka kompetisi secara berjenjang mulai dari tingkat Polres, Polda hingga Mabes Polri atau tingkat nasional.
“Ini adalah wadah yang luar biasa. Turnamen amatir yang terbesar untuk e-sport, khususnya Mobile Legends,” ujar Ibnu Riza.
Kapolri Cup 2026 merupakan kompetisi yang terbuka bagi masyarakat umum. Anak-anak muda dari berbagai daerah yang memiliki minat dan kemampuan di bidang e-sports mendaftarkan diri melalui jajaran Polda dan Polres di wilayah masing-masing.
Para peserta kemudian mengikuti rangkaian pertandingan secara berjenjang hingga tingkat nasional.
Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres mengikuti rangkaian kompetisi E-Sports Kapolri Cup 2026.
Ibnu Riza menilai mekanisme tersebut memberikan kesempatan kepada talenta e-sports dari berbagai daerah untuk berkembang dan memperoleh pengalaman kompetisi.
“Harapannya kepada Polri, semoga acaranya berkelanjutan karena ini wadah yang luar biasa, dari jenjang Polres, provinsi, Polda sampai dengan Mabes Polri atau nasional,” katanya.
Polri Hadir di Ruang Digital Generasi Muda
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan perkembangan digital telah memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, mengasah kompetensi hingga mengukir prestasi.
Namun, perkembangan digital juga menghadirkan tantangan yang perlu diwaspadai.
Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan bahwa berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital tahun 2026, Indonesia berada di posisi keempat dunia dalam jumlah pengguna internet. Sebanyak 48 persen pengguna internet di Indonesia merupakan anak-anak dan remaja di bawah 18 tahun.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital sekaligus pentingnya membangun ruang digital yang aman dan produktif.
“Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar setiap aktivitas tetap berjalan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, kehadiran Polri di ruang digital juga dilakukan melalui edukasi digital citizenship, sehingga generasi muda memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara cakap sekaligus memahami risiko di ruang siber.
Salah satu bentuk konkret pendekatan tersebut adalah penyelenggaraan E-Sports Kapolri Cup 2026.
“Aktivitas yang dahulu lebih banyak dipandang sebagai hobi kini telah tumbuh menjadi ruang ekspresi, kompetisi dan prestasi yang diakui secara luas,” katanya.
Kolaborasi Bangun Ekosistem E-Sports
Penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 dilakukan melalui kolaborasi Polri bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), IESPA, serta kementerian dan lembaga terkait.
Opening kegiatan turut dihadiri perwakilan Kemenko PMK, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pemuda dan Olahraga, TNI, Kejaksaan Agung dan BSSN.
Jajaran Polda dan Polres di seluruh Indonesia juga mengikuti kegiatan secara daring.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong e-sports sebagai ruang pengembangan talenta, olahraga prestasi, kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi muda.
Membangun Talenta dan Karakter
Kapolri Cup 2026 mengusung tagline “Dream to Become”. Melalui kompetisi tersebut, Polri mendorong generasi muda untuk mengembangkan minat dan kemampuan menjadi prestasi.
Wakapolri berharap kompetisi ini dapat melahirkan talenta digital Indonesia yang kreatif, berintegritas dan memiliki daya saing global.
“Semangat inilah yang ingin kita bangun, yaitu mengubah mimpi menjadi kemampuan, kemampuan menjadi prestasi, dan prestasi menjadi masa depan,” tutur Komjen Dedi.
Wakapolri juga menekankan pentingnya sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan kepemimpinan dalam kompetisi.
“Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kerja sama tim dan jiwa kepemimpinan. Selain kemenangan yang tentunya patut dibanggakan, semangat fair play adalah kehormatan yang juga harus dirawat dalam diri,” pesan Wakapolri.
Selain mengembangkan kemampuan, peserta juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga ruang digital tetap aman.
“Jadikan diri kalian duta Kamtibmas siber dengan memanfaatkan ruang digital secara cerdas, aman dan bertanggung jawab,” ujar Komjen Dedi.
Menurutnya, keamanan ruang digital merupakan tanggung jawab bersama.
“Ruang digital yang sehat, aman dan produktif hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui Kapolri Cup 2026, Polri memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkompetisi dan mengembangkan talenta e-sports secara berjenjang.
Dengan 35.936 peserta dari 34 Polda dan 403 Polres, kompetisi ini menunjukkan besarnya partisipasi masyarakat sekaligus potensi generasi muda di bidang e-sports.
Sejalan dengan apresiasi IESPA, Kapolri Cup diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah kompetisi yang memberikan kesempatan kepada talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang dari tingkat Polres, Polda hingga panggung nasional.
Langganan:
Postingan (Atom)