TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Racing
Postingan Populer
News
SURABAYA – Estafet tugas Ibu Asuh Polisi Wanita (Polwan) Polda Jawa Timur resmi bergulir. Ny. Lenia M. Dekananto kini mengemban amanah sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Jatim menggantikan Ny. Dewi Nanang Avianto dalam acara serah terima tugas yang berlangsung khidmat di Surabaya, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri, Irjen Pol Nanang Avianto dan Istri, Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, jajaran Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres jajaran, pengurus Bhayangkari, serta Polwan Polda Jawa Timur.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Jatim, Ny. Lenia M. Dekananto menyampaikan rasa bangga sekaligus tanggung jawab atas amanah yang dipercayakan kepadanya.
"Saya berdiri di sini membawa perasaan yang campur aduk. Rasa haru, bangga, namun di saat yang sama merasa terpanggil dan sadar akan besarnya amanah dan peran tugas sebagai Ibu Asuh Polwan Polda Jawa Timur," ujar Ny. Lenia Dekananto.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada Ny. Dewi Nanang Avianto atas dedikasi, perhatian, dan kebersamaan yang telah diberikan kepada Polwan Polda Jatim.
Menurutnya, fondasi kekeluargaan yang telah terbangun dengan baik menjadi pijakan penting untuk terus memperkuat kebersamaan dan soliditas Polwan Polda Jawa Timur.
Ny. Lenia memahami bahwa Polwan memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Selain dituntut profesional dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri, banyak Polwan juga menjalankan peran penting di tengah keluarga.
Karena itu, ia ingin kehadirannya sebagai Ibu Asuh dapat menjadi ruang untuk mendengar, mendampingi, serta memberikan dukungan kepada Polwan dalam menghadapi berbagai dinamika tugas maupun kehidupan keluarga.
"Saya ingin menjadikan diri saya sebagai 'rumah' bagi Polwan. Tempat di mana Polwan bisa berbagi cerita, tempat untuk mencari solusi atas berbagai permasalahan, dan tempat untuk saling menguatkan," tegasnya.
Ke depan, perhatian terhadap kesejahteraan, kesehatan mental dan spiritual, serta keharmonisan keluarga akan menjadi bagian penting dalam mendukung Polwan agar dapat menjalankan tugas secara optimal.
"Saya paham atas peran ganda Polwan, namun tetap dituntut untuk profesional dalam melaksanakan tugas negara. Oleh karena itu, fokus utama saya ke depan adalah memperhatikan kesejahteraan, kesehatan mental, spiritual, serta keharmonisan keluarga rekan-rekan Polwan," jelas Ny. Lenia Dekananto.
Menurutnya, ketenangan dalam kehidupan pribadi dan keharmonisan keluarga merupakan salah satu faktor penting yang dapat mendukung Polwan dalam memberikan pengabdian terbaik kepada institusi, masyarakat, bangsa, dan negara.
Di akhir sambutannya, Ny. Lenia mengajak seluruh Polwan Polda Jatim untuk terus memperkuat kekompakan, kebersamaan, dan semangat saling mendukung dalam menjalankan tugas.
"Mari kita rapatkan barisan, jaga kekompakan, dan saling mendukung. Tunjukkan bahwa Polwan Polda Jawa Timur adalah perempuan-perempuan yang hebat, kuat, tangguh, berintegritas, profesional, modern, dan humanis," pungkasnya. (*)
JAKARTA – Polri bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (10/10/2026). Melalui Polda Sumatera Barat, personel gabungan dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan permukiman, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyiapkan posko bagi masyarakat terdampak.
Penanganan dilakukan di sejumlah titik, antara lain Perumahan Lumin Park, Kuranji, Goa, dan Sungai Lareh. Ratusan personel dari Sat Brimob, Ditsabhara, Ditpolairud, Polresta Padang, serta unsur SAR dan Basarnas diterjunkan untuk membantu warga terdampak.
Seluruh warga di kawasan terdampak berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, petugas mengimbau warga agar sementara waktu tidak menempati rumah yang masih berisiko terendam dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Polda Sumbar juga menyiapkan posko pengungsian serta mengerahkan 500 personel gabungan polri untuk menjaga rumah warga yang ditinggalkan. Selain itu, Posko Kesehatan dan Posko SAR didirikan di kawasan terdampak guna mendukung pelayanan medis, pertolongan pertama, serta koordinasi evakuasi lanjutan.
Bantuan pakaian turut disalurkan kepada anak-anak dan warga yang pakaiannya basah akibat banjir. Sementara itu, pelayanan kesehatan dan dukungan logistik diberikan kepada para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (10/10/2026), mengatakan bahwa Polri terus mengoptimalkan pengerahan personel dan sarana pendukung untuk membantu masyarakat menghadapi situasi darurat.
“Prioritas utama dalam penanganan bencana adalah keselamatan masyarakat. Polri hadir untuk membantu proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, dan memastikan keamanan lingkungan warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan serta mengikuti arahan petugas,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.
Ia menambahkan, Polri terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk mendukung penanganan darurat hingga kondisi kembali aman. Masyarakat juga diimbau untuk saling membantu dan memanfaatkan fasilitas posko yang telah disediakan.
Melalui langkah tersebut, Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan perlindungan yang dibutuhkan. Hal ini sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” dalam menghadapi bencana dan menjaga keselamatan bersama.
Jakarta – Polri melalui Satuan Brimob Polda Sumatera Barat mengerahkan 300 personel untuk membantu penanganan banjir dan mengevakuasi warga terdampak akibat curah hujan tinggi di Kota Padang, Sumatera Barat. Hingga Minggu (11/10/2026), personel masih bersiaga dan melanjutkan proses evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pengerahan personel Brimob merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana, terutama untuk menyelamatkan warga dan menjangkau kawasan yang tergenang banjir.
“Polri mengerahkan personel beserta peralatan pendukung untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Prioritas utama adalah keselamatan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan terdampak menuju tempat yang lebih aman,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Sebanyak 300 personel Satbrimob Polda Sumbar dipimpin Dansatbrimob Polda Sumbar Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik. Personel dibagi menjadi tiga tim yang ditempatkan di Perumahan Lumin Park, Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah; Dadok Tunggul Hitam; serta Guo Kuranji, Kota Padang.
Berdasarkan laporan penanganan di lapangan, petugas telah mengevakuasi sekitar 300 warga dari Perumahan Lumin Park. Sementara itu, di kawasan Guo Kuranji, personel juga melakukan evakuasi terhadap 30 warga dari wilayah terdampak. Petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi untuk memastikan masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dapat segera memperoleh pertolongan.
Untuk mendukung proses penyelamatan, Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan berbagai peralatan SAR, di antaranya perahu karet, mesin tempel, pelampung, helm SAR, tali karmantel, karabiner, katrol, serta body harness. Peralatan tersebut digunakan untuk menunjang keselamatan personel dan membantu proses evakuasi di kawasan yang terdampak genangan.
Selain peralatan penyelamatan, Polri juga mengoperasikan kendaraan pendukung berupa truk angkut personel, bus, kendaraan khusus SAR, serta kendaraan operasional lainnya. Dukungan tersebut digunakan untuk mobilisasi personel, membawa perlengkapan, dan menunjang pelaksanaan tugas di sejumlah titik banjir.
Di Perumahan Lumin Park, yang menjadi salah satu lokasi penanganan utama, personel mendirikan posko SAR di kawasan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah. Sementara itu, tim yang bertugas di Dadok Tunggul Hitam dan Guo Kuranji disiagakan untuk membantu penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Trunoyudo menegaskan, Polri akan terus mengoptimalkan upaya pertolongan dan berkoordinasi dengan unsur terkait dalam menghadapi dampak banjir. Selain evakuasi, pemantauan kondisi wilayah dan pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak juga menjadi perhatian dalam penanganan bencana.
“Personel di lapangan terus melaksanakan tugas kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan warga. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengikuti arahan petugas, dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi di sekitar tempat tinggal membahayakan,” tutupnya.
Hingga Minggu (11/10/2026), personel Satbrimob Polda Sumbar masih melanjutkan kegiatan evakuasi dan penanganan warga terdampak banjir di wilayah hukum Polresta Padang.
JAKARTA – Polri melakukan mutasi terhadap 199 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen). Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian, di antaranya Wakabaintelkam Polri, Kakorlantas Polri, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Kapolda Kalimantan Utara, dan Kapolda Lampung.
Pada jabatan Wakabaintelkam Polri, Irjen Pol Wawan Muliawan dimutasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Gadikwa Lemdiklat Polri dan digantikan Brigjen Pol Anom Setyadji. Sementara itu, jabatan Kakorlantas Polri yang sebelumnya dijabat Irjen Pol Wibowo kini diemban Brigjen Pol Aries Syahbudin.
Di tingkat kewilayahan, Irjen Pol Agus Wijayanto dipercaya sebagai Kapolda Kepulauan Bangka Belitung menggantikan Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing. Jabatan Kapolda Kalimantan Utara kini dijabat Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik, menggantikan Irjen Pol Agus Wijayanto. Adapun jabatan Kapolda Lampung dipercayakan kepada Brigjen Pol Yustan Alpiani menggantikan Irjen Pol Helfi Assegaf.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi serta memastikan kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Johnny dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pejabat yang telah menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi organisasi. Pengabdian tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pejabat berikutnya untuk melanjutkan program dan meningkatkan kinerja sesuai bidang tugas masing-masing.
Kepada para pejabat yang mendapat amanah baru, Johnny berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah, sehingga pelaksanaan tugas dapat berjalan optimal tanpa mengabaikan kesinambungan program yang telah dilaksanakan.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan, penguatan organisasi melalui mutasi jabatan harus sejalan dengan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kepercayaan publik.
“Semangat tersebut sejalan dengan tagline Polri "Polisi Bersama Masyarakat". Polri akan terus berupaya hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Johnny.
SURABAYA – Estafet kepemimpinan Kepolisian Daerah Jawa Timur resmi berlanjut. Irjen Pol Nanang Avianto menyerahkan Pataka "Bhayangkara Satya Abhiyukta" kepada Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dalam rangkaian upacara penyerahan Pataka dan Laporan Kesatuan (Lapsat) di Mapolda Jatim, Minggu (11/10/2026).
Dalam amanatnya, Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan bahwa serah terima jabatan Kapolda Jawa Timur sebelumnya telah dilaksanakan di Mabes Polri pada Jumat lalu. Rangkaian kegiatan di Mapolda Jatim menjadi bagian dari keberlanjutan kepemimpinan dan pelaksanaan tugas Polda Jawa Timur.
Irjen Pol Nanang menyampaikan bahwa Pataka "Bhayangkara Satya Abhiyukta" mengandung nilai pengabdian yang harus terus dijaga oleh seluruh personel Polda Jawa Timur dalam melaksanakan tugas melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks. Karena itu, seluruh personel diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, menjaga kepercayaan publik serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Irjen Pol Nanang juga menyampaikan kebanggaannya atas penganugerahan tanda kehormatan Samkaryanugraha kepada Pataka Polda Jawa Timur.
Ia mengapresiasi kerja keras, dedikasi dan kolaborasi seluruh jajaran selama dirinya memimpin Polda Jawa Timur, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan amanah terdapat perkataan maupun tindakan yang kurang berkenan.
Selanjutnya, Irjen Pol Nanang Avianto akan mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
"Saya sangat berharap dedikasi dan dukungan serupa juga diberikan kepada Kapolda Jatim yang baru, agar seluruh kebijakan dan tugas pokok kepolisian di Jawa Timur dapat berjalan dengan baik," ujar Irjen Pol Nanang.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono menyatakan kesiapannya mengemban amanah sebagai Kapolda Jatim. Menurutnya, menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur membutuhkan kebersamaan, kekompakan dan dukungan seluruh jajaran.
"Insyaallah, dengan bantuan rekan-rekan sekalian, saya siap melaksanakan tugas sebagai Kapolda Jatim yang diamanahkan kepada saya," tegas Irjen Pol Dekananto.
Ia menekankan bahwa Polda Jawa Timur harus mampu menjawab berbagai tantangan tugas sekaligus mendukung program pemerintah dan kebijakan Kapolri melalui penguatan kehadiran Polri bersama masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan tugas, menurutnya, membutuhkan soliditas internal sekaligus sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, TNI, seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
"Oleh karena itu, dalam pelaksanaan tugas nantinya, saya mohon dukungan dari seluruh personel Polda Jatim dan jajaran. Saya berharap dengan kebersamaan dan kekompakan itu, semua tantangan tugas akan dapat diatasi dengan baik," tuturnya.
Irjen Pol Dekananto juga menyampaikan terima kasih dan penghormatan kepada Irjen Pol Nanang Avianto atas dedikasi dan berbagai capaian selama memimpin Polda Jawa Timur.
Ia berkomitmen melanjutkan hal-hal positif yang telah dibangun serta mengajak seluruh personel mempertahankan semangat pengabdian, ketulusan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.
Upacara tersebut dihadiri para Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres, Kapolresta dan Kapolrestabes jajaran, personel Polri dan ASN Polda Jawa Timur, serta sejumlah tokoh masyarakat. (*)
SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar prosesi penyambutan Kapolda Jawa Timur yang baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Mapolda Jawa Timur, Minggu (11/10/2026).
Prosesi diawali dengan pengalungan bunga kepada Irjen Pol Dekananto Eko Purwono dan istri, Ny. Lenia Dekananto, dilanjutkan dengan jajaran kehormatan serta tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada pimpinan baru Polda Jawa Timur.
Nuansa budaya Jawa Timur turut mewarnai rangkaian penyambutan melalui penampilan seni jaranan dan Reog Ponorogo.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Jatim, para Kapolres jajaran, personel Polri, serta ASN Polda Jawa Timur.
Momen penuh haru juga terlihat ketika Irjen Pol Dekananto yang didampingi kedua orang tuanya mendorong kursi roda sang ibu dan kemudian bersimpuh melakukan sungkem sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua.
Usai prosesi penyambutan, Irjen Pol Dekananto menyampaikan rasa syukur atas amanah yang dipercayakan kepadanya untuk memimpin Polda Jawa Timur.
“Pertama-tama, kehadiran saya di Polda Jawa Timur ini merupakan amanah dari Allah SWT. Amanah ini menjadi tanggung jawab besar bagi saya untuk bisa menjalankannya dengan baik,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Ia menegaskan akan melanjutkan berbagai program positif yang telah dibangun oleh Kapolda Jawa Timur sebelumnya, Irjen Pol Nanang Avianto.
“Banyak hal positif yang sudah diperkuat dan ditinggalkan oleh Irjen Pol Nanang Avianto untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Jawa Timur. Tentu saya akan melanjutkan hal-hal positif tersebut,” ungkapnya.
Irjen Pol Dekananto juga menegaskan komitmennya untuk mendorong Polda Jawa Timur semakin humanis, dekat dengan masyarakat, serta memberikan pelayanan yang semakin baik.
Ia sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan maupun kritik sebagai bagian dari upaya perbaikan pelayanan kepolisian.
“Apabila saya dan seluruh jajaran Polda Jawa Timur melakukan hal-hal yang kurang berkenan atau kurang tepat dalam bertindak, saya mohon dimaafkan dan diberikan koreksi. Kami akan merespons dan menindaklanjuti masukan tersebut,” tegasnya.
Selain peningkatan pelayanan kepada masyarakat, pemberantasan narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan juga menjadi salah satu perhatian Kapolda Jatim.
Secara khusus, Irjen Pol Dekananto memberikan perhatian terhadap peredaran dan penyalahgunaan obat keras daftar G yang berpotensi memberikan dampak buruk, terutama terhadap generasi muda.
“Salah satu atensi saya adalah peredaran obat keras daftar G. Saya pastikan Jawa Timur harus bersih dari obat-obatan tersebut karena penyalahgunaannya dapat menjadi salah satu pemicu kenakalan remaja, tawuran, dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Kapolda Jatim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Jawa Timur.
“Saya dan keluarga mohon diterima oleh seluruh warga Jawa Timur. Insyaallah, dari lubuk hati yang paling dalam, saya akan berusaha menjalankan amanah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkasnya. (*)
MOJOKERTO – Sebagai wujud komitmen membangun komunikasi konstruktif dengan pekerja transportasi online, Polres Mojokerto Polda Jatim menggelar Focus Group Discussion (FGD) Angkutan Online. Forum strategis ini membahas payung hukum baru serta optimalisasi peran ojek online (ojol) sebagai garda penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto tersebut dihadiri lintas instansi dan stakeholder strategis, pada Kamis (08/10/2026) .
Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., mendelegasikan jalannya acara kepada Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bernardus Bagas Simarmata, S.Tr.K., S.I.K., M.S.S.S.
Turut hadir perwakilan Dit Intelkam Polda Jatim Iptu Suparno, Kapolsek Trawas AKP Wildhan Indra Pramono, Kasat Intelkam AKP Danny Prastiansyah, Kasat Binmas AKP Didit Setiawan, perwakilan Dishub Provinsi Jatim Eva, serta Pimpinan Gojek Nasional/Jatim Charly Raya bersama jajaran manajemen dan mitra driver.
Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bernardus Bagas Simarmata, menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah konkrit Polri dalam memastikan kehadiran negara untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja transportasi online.
AKP Bagas menyebut, ojol bukan sekadar mitra transportasi, melainkan bagian penting dari ekosistem keamanan.
"Payung hukum bagi ojol saat ini semakin kuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,"jelas AKP Bagas.
Menurut AKP Bagas, regulasi tegas ini menetapkan pengemudi ojol, taksi online, dan kurir sebagai pekerja platform yang berhak atas jaminan sosial, BPJS Kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, serta pembagian pendapatan yang lebih adil.
Dalam regulasi terbaru tersebut, potongan pihak aplikator yang sebelumnya mencapai 20 persen kini dibatasi maksimal menjadi 8 persen. Artinya, minimal 92 persen pendapatan murni menjadi hak pengemudi.
AKP Bagas menilai kebijakan ini adalah bentuk keberpihakan negara yang wajib dikawal di tingkat daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para mitra di Kabupaten Mojokerto.
Selain sisi kesejahteraan, AKP Bagas menekankan pentingnya peran ojol sebagai "mata dan telinga" Polri di jalan raya. Dengan mobilitas tinggi dan sebaran luas hingga pelosok desa, mitra ojol merupakan aset strategis dalam mempercepat penyampaian informasi terkait Kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga potensi gangguan keamanan.
"Kami juga terus berinovasi mendukung keselamatan mitra ojol. Salah satunya melalui pembangunan Station Police Kenanten yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat melepas lelah bagi para driver, serta pembuatan jalur penyelamat di tikungan Gotekan Pacet untuk mengantisipasi rem blong," ungkapnya.
AKP Bagas juga mengimbau para mitra ojol agar selalu mengenakan atribut keselamatan lengkap saat berkendara. Ia mengajak komunitas transportasi online untuk selalu mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan di lapangan ketimbang langsung melakukan aksi demonstrasi.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap terbangun kesepahaman bahwa perlindungan hukum dan kesejahteraan ojol berbanding lurus dengan stabilitas Kamtibmas. Ketika pekerja merasa aman terlindungi, mereka akan lebih optimal membantu menjaga keamanan lingkungan," pungkas AKP Bagas.
Sementara itu, Pimpinan Gojek Nasional/Jatim, Charly Raya, menyambut baik forum yang diinisiasi oleh Polres Mojokerto ini. Ia mengungkapkan momen FGD sangat krusial untuk menyelaraskan komunikasi antar-instansi agar tidak terjadi miskomunikasi terkait aturan tarif, potongan aplikasi, hingga mekanisme kemitraan.
Charly menambahkan bahwa Gojek telah memiliki Satgas internal yang siap membantu mitra saat menghadapi kendala operasional, seperti suspend akun sepihak, order fiktif, hingga masalah keamanan di jalan raya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)