Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Probolinggo- Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Probolinggo Kota. Kali ini, personel Unit Binmas Polsek Wonoasih turun langsung menyambangi dan berdialog dengan petani di Kelurahan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di Jalan Kelengkeng, Kelurahan Wonoasih, Kecamatan Wonoasih. Petugas yang terlibat yakni Aiptu Syaiful Bahri selaku Ps Panit Binmas Polsek Wonoasih bersama Bripda Krisna selaku Bhabinkamtibmas.

Dalam sambang tersebut, polisi berdialog dengan petani sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Petani diajak ikut mendukung program ketahanan pangan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Polisi juga membuka ruang komunikasi bagi petani yang memiliki kendala maupun masukan terkait sektor pertanian. Setiap persoalan yang disampaikan nantinya dapat dikoordinasikan dengan Bhabinkamtibmas untuk diteruskan kepada penyuluh pertanian.

Selain persoalan pertanian, petugas mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar tetap aman dan nyaman.

"Kami mengimbau apabila ada masukan terkait dengan pertanian agar disampaikan kepada Bhabinkamtibmas dan akan diteruskan kepada penyuluh pertanian," demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Masyarakat juga diingatkan untuk segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau layanan kepolisian 110 apabila menemukan kejadian maupun gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Kapolsek Wonoasih Kompol Lukman H, S.H. menekankan pentingnya kehadiran personel di tengah masyarakat, termasuk dalam mendukung aktivitas pertanian warga.

Kegiatan sambang dan dialogis tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kemitraan antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin, diharapkan berbagai persoalan dapat diketahui sejak dini sehingga bersama-sama dapat dicarikan solusi.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi berjalan aman, tertib dan kondusif.
SURABAYA - Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Trauma Healing untuk membantu pemulihan psikologis warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus lalu berdampak di sejumlah wilayah, di antaranya Nagekeo, Bajo, Sikka, Ende, Reo, Lambaleda, dan Riung, Sabtu (22/8/2026).

Bagian Psikologi pada Biro SDM Polda Jatim langsung mengerahkan personel untuk memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat. 

Tim Psikologi Polda Jatim yang dipimpin Iptu Ellan Wahyudi, M.Psi, Psikolog bersama empat personel lainnya akan memberikan pendampingan psikologis, konseling awal, edukasi pengelolaan stres, hingga aktivitas kelompok di lokasi terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, langkah ini dilakukan untuk membantu warga mengelola kecemasan, ketakutan, hingga trauma setelah bencana.

Menurut Kombes Pol Abast kehadiran personel Polri di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga membantu warga melewati masa pemulihan pascabencana.

Kombes Pol Abast menegaskan, Polri hadir untuk membantu masyarakat, termasuk dalam menghadapi dampak psikologis setelah bencana. 

"Dukungan psikososial ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali merasa aman, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali semangat untuk beraktivitas,” kata Kombes Abast.

Sejumlah metode juga diberikan kepada para penyintas, antara lain teknik USEFT, Butterfly Hug, serta terapi bermain. 

"Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat yang terdampak.Pendekatan dilakukan secara humanis dan disesuaikan dengan kondisi penyinta," jelas Kombes Abast.

Tidak hanya anak-anak, orang tua dan keluarga juga mendapat pendampingan dan diberikan edukasi agar mampu mengenali tanda-tanda stres serta menjadi sumber dukungan bagi anggota keluarga yang masih mengalami tekanan psikologis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan psikososial yang dikoordinasikan Biro Psikologi SSDM Polri. Dalam pelaksanaannya, turut dilibatkan personel psikologi dari Polda Jateng, Polda Bali, Polda NTB, dan Polda NTT.

“Kami berharap kehadiran tim trauma healing dapat memberikan penguatan bagi masyarakat, bukan hanya membantu mengurangi dampak psikologis akibat gempa, tetapi juga memperkuat solidaritas dan menumbuhkan harapan agar masyarakat bisa bangkit dan menata kembali kehidupannya,” pungkas Kombes Abast. (*)
REO, NTT — Di tengah kondisi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian pascagempa Nusa Tenggara Timur, kebutuhan akan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting. Untuk membantu warga, Pusdokkes Polri membuka layanan kesehatan gratis di Posko Pengungsian Barakalong, Reo, NTT.
Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana. Warga dapat memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus meninggalkan lokasi pengungsian.

Hingga Senin (17/8/2026), sekitar 120 warga terdampak gempa telah mendapatkan pelayanan dari tim kesehatan Pusdokkes Polri. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan kondisi fisik, konsultasi kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kepada masyarakat.

Juru Bicara Posko Pelayanan NTT, Ipda dr. Fahri Abdurrahman, mengatakan sebagian besar warga yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan memiliki keluhan yang relatif sama.
“Sebagian besar masyarakat yang datang mengeluhkan flu, kemudian ada juga yang mual dan muntah,” ujar dr. Fahri.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian tim kesehatan, terlebih masyarakat masih menjalani aktivitas sehari-hari dalam situasi pengungsian yang serba terbatas.

Selain memberikan pengobatan, personel kesehatan Polri juga melakukan pemantauan terhadap kondisi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia serta warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, keberadaan layanan kesehatan di sekitar mereka menjadi dukungan yang berarti. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan ketika mengalami gangguan kesehatan tanpa harus mencari fasilitas kesehatan yang jauh dari lokasi pengungsian.

Melalui layanan tersebut, Pusdokkes Polri terus berupaya memastikan masyarakat terdampak gempa tidak hanya mendapatkan bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga memperoleh pendampingan kesehatan selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Kehadiran tenaga kesehatan Polri di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya untuk memberikan rasa aman dan memastikan warga tetap mendapatkan perhatian selama melewati masa sulit pascabencana.
LABUAN BAJO, NTT — Kepedulian untuk warga terdampak gempa bumi di Flores terus diwujudkan Polri. 

Pada Sabtu (22/8/2026) sekitar pukul 10.00 WITA, pesawat Polri jenis CN-295 mendarat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, membawa bantuan logistik dari Kapolri.
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, mengatakan bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi masyarakat yang membutuhkan di sejumlah wilayah terdampak bencana.

Bantuan yang tiba antara lain 20 paket perlengkapan kompor untuk dapur lapangan, 1.500 kilogram gula pasir, 1.600 kilogram minyak goreng, 500 kilogram biskuit, 500 kilogram kecap, 100 kilogram teh celup, 100 kilogram susu Laktogen, serta 20 kilogram susu low-fat.

Bayu menjelaskan, seluruh bantuan akan didistribusikan berdasarkan pendataan kebutuhan di lapangan. Dengan begitu, bantuan yang dikirim tidak hanya sekadar hadir, tetapi dapat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi dampak gempa.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Bapak Kapolri kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di wilayah Flores. Nantinya akan kami distribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan sesuai dengan data dan kebutuhan di lapangan,” ujar Bayu.

Menurutnya, di tengah situasi pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal tempat tinggal dan keselamatan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan perlengkapan untuk menyiapkan konsumsi di lokasi pengungsian.

Polri memastikan dukungan logistik akan terus diarahkan kepada masyarakat terdampak sebagai bagian dari upaya penanganan dan pemulihan pascagempa.

Bagi warga yang masih bertahan di tengah situasi sulit, setiap bantuan bukan sekadar barang, tetapi menjadi pengingat bahwa mereka tidak menghadapi bencana ini sendirian.
MALANG KOTA – Komitmen untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat terus dilakukan oleh jajaran Polresta Malang Kota Polda Jatim.

Melalui Bakti Kesehatan (Baktikes), Polresta Malang Kota menyapa warga melalui program pemeriksaan kesehatan gratis dan makan bersama dengan warga masyarakat, Jumat (21/8/2026).

Jika sebelumnya kegiatan dipusatkan di lingkungan Mapolresta Malang Kota, kali ini pelayanan dilaksanakan ke tingkat sektor melalui Polsek Blimbing.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan dan makan gratis yang dihadiri Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandi Siregar didampingi Kapolsek Blimbing Kompol Enggarani Laufria tersebut disambut antusias oleh warga.

Lokasi di Polsek Blimbing dipilih karena berada di jalur menuju Terminal Arjosari, sehingga aksesnya cukup strategis bagi masyarakat yang melakukan aktivitas perjalanan.

Kasihumas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin mengatakan, upaya memperluas jangkauan kegiatan ini bertujuan agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah hukum masing-masing sektor.

“Kegiatan sosial ini tidak hanya terpusat di Mapolresta, tetapi juga menyentuh langsung warga di tingkat Polsek,” ujar Ipda Lukman.

Dalam kegiatan bakti kesehatan tersebut, Polresta Malang Kota juga menyediakan sekitar 500 porsi makan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur tersebut.

Warga yang melintas di depan Polsek Blimbing dapat menikmati makanan yang disediakan secara gratis.

Sasaran pelayanan juga mencakup sopir angkot, pengemudi ojek online, warga yang sedang menunggu angkutan umum hingga calon penumpang bus luar kota.

Kehadiran layanan di jalur menuju Terminal Arjosari membuat masyarakat dapat memanfaatkan waktu singgah untuk sarapan sekaligus memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus datang secara khusus ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Kegiatan ini tidak hanya menerima pelayanan kesehatan, tetapi juga memiliki ruang berkomunikasi berbagai persoalan di lingkungannya," pungkas Ipda Lukman. (*)
MANGGARAI, NTT — Personel Satbrimob Polda Jawa Timur bergerak cepat membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Melalui Operasi Aman Nusa II, sebanyak 17 personel BKO dikerahkan untuk menyalurkan bantuan makanan dan air bersih di Pos Pengungsian Kompleks Barang Kolong, Kecamatan Reo, Sabtu (22/8/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, Satbrimob Polda Jatim membawa satu unit Kendaraan Dapur Lapangan (Randurlap) yang digunakan untuk menyiapkan total 1.950 porsi makanan siap saji dalam sehari. 

Pasokan makanan tersebut dibagi secara merata, yaitu 650 porsi untuk makan pagi, 650 porsi untuk makan siang, dan 650 porsi untuk makan malam.

Selain makanan, krisis air bersih di lokasi pengungsian juga langsung ditangani. Tim Water Treatment Satbrimob Polda Jatim diterjunkan ke lokasi untuk memproses dan menyalurkan air bersih layak pakai demi mendukung aktivitas harian warga.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

“Personel Satbrimob Polda Jatim diterjunkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan," ujar Kombes Abast.

Ia juga menegaskan bahwa pasokan logistik dan air bersih akan terus diprioritaskan selama warga masih bertahan di tenda darurat. 

"Polri berkomitmen untuk tetap mendampingi korban bencana hingga situasi di wilayah terdampak benar-benar pulih," pungkas Kombes Abast. (*)
MANGGARAI BARAT, NTT — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur terus dilakukan. Kali ini, Satgas Mabes Polri bersama Polda NTT dan Polres Manggarai Barat menyiapkan ribuan paket bantuan sosial untuk segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

Sebanyak 3.500 paket sembako disiapkan melalui proses packing yang dilakukan di wilayah Manggarai Barat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kapolri untuk masyarakat terdampak bencana gempa di NTT.

Ketua Logistik polda NTT, Kombes Pol Edward Jacky Tofani mengatakan, setiap paket telah disiapkan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat. Paket bantuan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya mi instan, teh celup, gula, beras, dan minyak goreng.
“Kami dari Satgas Mabes Polri berkolaborasi dengan Satgas Polda NTT dan Polres Manggarai Barat melaksanakan proses packing bantuan dari Bapak Kapolri. Ini merupakan kelanjutan dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga nantinya bantuan tersebut didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Kombes Pol Edward Jacky Tofani.

Untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat secara merata, Polri menyiapkan lima gudang, yakni tiga gudang di Manggarai Barat, satu di Kupang, serta satu gudang cadangan di Polres Sikka.

Gudang-gudang tersebut menjadi titik penerimaan bantuan dari Mabes Polri maupun Polda jajaran. Selanjutnya, bantuan akan dipilah berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan dan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah.

“Kita identifikasi kebutuhan maupun daerah-daerah yang membutuhkan, kemudian bantuan langsung kita distribusikan kepada sasaran. Harapannya, seluruh bantuan yang sudah disiapkan ini bisa sampai tepat sasaran,” jelasnya.

Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan ke wilayah Polres Manggarai dan Polres Manggarai Timur, distribusi berikutnya akan menyasar Kabupaten Nagekeo dan Ngada.
Sebanyak 10 truk bantuan direncanakan diberangkatkan dari Manggarai Barat untuk membawa bantuan tersebut ke dua wilayah itu.

Proses packing melibatkan sekitar 40 personel gabungan, terdiri dari personel Mabes Polri, Polda NTT, Polres Manggarai Barat, Polwan, Polki, hingga personel Brimob dari Den B Brimob Polda NTT.

Kombes Pol Edward Jacky Tofani menegaskan, percepatan distribusi dilakukan sebagai bentuk respons Polri terhadap kebutuhan masyarakat di sejumlah titik terdampak.

“Atensi kita adalah bagaimana bantuan ini segera didistribusikan, mengingat ada informasi dari masyarakat terkait kebutuhan yang harus segera kita tindaklanjuti. Pesan Bapak Kapolri, bantuan harus sampai dengan selamat, tepat sasaran, dan bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di titik-titik yang betul-betul kritis,” tegasnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari operasi kemanusiaan Polri dalam membantu masyarakat NTT melewati masa tanggap darurat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga terdampak gempa dapat terpenuhi.