TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Racing
Postingan Populer
News
BALI – Sebanyak 450 Polisi Wanita (Polwan) dari 43 negara mengikuti parade dalam rangkaian International Association of Women Police (IAWP) Training Conference 2026 di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali, Minggu (20/9/2026).
Parade tersebut menampilkan barisan Polwan dari berbagai negara dengan seragam kepolisian masing-masing serta atraksi dan tradisi khas negara peserta. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh masyarakat yang memadati kawasan Jl. Raya Puputan Renon hingga Monumen Bajra Sandhi.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pelaksanaan IAWP 2026 tidak hanya menjadi ajang pertemuan Polwan dari berbagai negara, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama kepolisian internasional.
“IAWP ini tidak hanya menjadi parade, tetapi juga momentum bagi Polwan dari berbagai negara untuk memperkuat komunikasi, berbagi pengalaman, dan membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan kepolisian yang semakin kompleks,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah isu kepolisian menjadi pembahasan dalam rangkaian konferensi selama lima hari, di antaranya kepemimpinan perempuan, investigasi kompleks, identifikasi korban bencana, perdagangan orang, kontra-terorisme, kekerasan berbasis teknologi, transformasi teknologi kepolisian, hingga kejahatan transnasional terorganisasi.
Menurut Trunoyudo, kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menunjukkan kesiapan Bali sebagai destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
“Kita berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik yang bisa diterapkan di masing-masing negara. Kehadiran ratusan Polwan dari berbagai negara di Bali juga menunjukkan bahwa kerja sama kepolisian tidak mengenal batas negara, terutama dalam menghadapi kejahatan yang terus berkembang,” katanya.
Kelancaran parade dan rangkaian IAWP 2026 tidak terlepas dari pengamanan personel Polda Bali dan jajaran, dukungan masyarakat, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Pelaksanaan IAWP 2026 di Bali menjadi penyelenggaraan kedua konferensi tersebut di Indonesia. Rangkaian kegiatan kali ini dipusatkan di Nusa Dua, Bali.
KEDIRI — Guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca ekstrem di musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Kediri Polda Jatim menggelar apel kesiapsiagaan tanggap bencana di kawasan lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Ratusan personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Perhutani, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta kelompok relawan dikerahkan untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menyatakan bahwa langkah preventif ini mutlak dilakukan meskipun status vulkanik Gunung Kelud saat ini berada pada Level 1 (Normal).
Menurut AKBP Latif, kondisi vegetasi yang mengering di lereng gunung dinilai sangat rentan memicu kebakaran jika terkena percikan api sekecil apa pun.
"Kami mengingatkan dan mengimbau seluruh masyarakat serta pengunjung agar tidak melakukan pembakaran lahan secara liar, karena dampaknya bisa fatal bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga," ujar AKBP Wahyudin Latif saat memimpin apel.
Sebagai langkah nyata, jajaran Polres Kediri Polda Jatim bersama instansi terkait langsung melaksanakan patroli bermotor menyusuri kawasan hutan terpencil.
Petugas memasang spanduk imbauan dan memberikan edukasi langsung kepada masyarakat setempat. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan mendatangi Pos Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gunung Kelud.
Sementara itu, kesiapsiagaan di garis depan juga ditunjukkan oleh 20 relawan Desa Tanggap Bencana (Destana) Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar.
Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengungkapkan bahwa kendala utama dalam penanganan karhutla di kawasan ini adalah sulitnya akses sumber air di medan berbukit.
Sinergi yang kuat antara Polres Kediri bersama instansi terkait dan relawan tapak diharapkan mampu melokalisir potensi bencana sejak dini. (*)
Sidoarjo – Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama jajarannya terus menunjukkan komitmen tegas dalam memberantas segala bentuk perjudian di wilayah hukumnya.
Langkah nyata ini dibuktikan oleh Polsek Candi dan Polsek Krian yang bergerak cepat menindaklanjuti pengaduan masyarakat (Dumas) terkait dugaan aktivitas judi sabung ayam di dua lokasi berbeda secara hampir bersamaan pada Sabtu (19/9/2026).
Di wilayah Kecamatan Candi, petugas Polsek Candi Polresta Sidoarjo Polda Jatim mendatangi sebuah lokasi di Desa Klurak sekitar pukul 21.00 WIB setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110 bebas pulsa.
Dalam operasi yang melibatkan personel Perwira Pengendali (Padal), piket patroli, piket lalu lintas, hingga Unit Opsnal Reskrim tersebut, Polisi menemukan sarana yang digunakan sebagai tempat aduan ayam dan langsung melakukan pembongkaran.
Kapolsek Candi AKP Inda Purwati menyampaikan bahwa tindakan tegas ini merupakan respons langsung atas laporan dari warga.
"Kami mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada kepolisian," tegas AKP Inda.
Langkah serupa juga dilakukan oleh Polsek Krian Polresta Sidoarjo di Desa Gagang Panjang, Tropodo, Kecamatan Krian.
Menanggapi dumas yang masuk, tim personel Polsek Krian yang terdiri dari Aiptu Iswandi, Aiptu Niko, Aipda Iwan, Aipda Dedi, dan Aipda Gopoer langsung diterjunkan untuk memeriksa lokasi.
Meskipun petugas tidak menemukan adanya aktivitas perjudian yang sedang berlangsung saat tiba di tempat kejadian, mereka tetap mengambil tindakan preventif yang tegas.
Fasilitas bangunan yang diindikasikan sebagai arena sabung ayam tersebut langsung ditertibkan dengan cara dibakar agar tidak dapat digunakan kembali untuk kegiatan serupa di kemudian hari.
Kapolsek Krian Kompol Galih P. Samodra menegaskan bahwa respons cepat ini adalah wujud nyata pelayanan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Setiap pengaduan masyarakat kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya kegiatan yang berpotensi mengganggu kamtibmas,” ujar Kompol Galih.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentengi lingkungan dari segala bentuk perjudian. (*)
Badung - Kapolri menyampaikan kebanggaan atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference. Tahun ini menjadi kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah konferensi internasional tersebut setelah sebelumnya digelar di Labuan Bajo pada 2021.
Kepercayaan itu disampaikan Kapolri saat membuka The 63rd International Association of Women Police (IAWP) Annual Training Conference 2026 di Bali, Minggu (20/9/2026).
“Such an honor for Indonesia to once again be entrusted with hosting the IAWP Conference for the second time, following Labuan Bajo in 2021,” ujar Kapolri.
Kapolri menyambut para delegasi yang datang dari berbagai negara ke Bali. Ia berharap suasana dan keramahan Bali dapat memberikan pengalaman positif sekaligus mempererat hubungan antarinstitusi kepolisian.
Menurut Kapolri, para peserta hadir tidak hanya sebagai perwakilan dari berbagai negara, tetapi juga dalam semangat persahabatan dan kebersamaan untuk saling mendukung serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Pertemuan tersebut juga menjadi ruang bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman, saling belajar, berbagi praktik terbaik, memperluas jejaring, serta membangun persahabatan dan kerja sama yang berkelanjutan.
Forum internasional itu dinilai semakin relevan di tengah perkembangan tantangan penegakan hukum yang terus berubah. Melalui jejaring yang semakin kuat, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki masing-masing negara dapat dibagikan untuk mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.
Kapolri pun mengajak seluruh peserta menjadikan perbedaan negara, pengalaman, dan latar belakang sebagai kekuatan untuk membawa perubahan yang bermakna.
“Together, we empower women. Together, we strengthen policing. Together, we uphold peace. And together, we lead global change,” kata Kapolri.
Kapolri berharap konferensi IAWP 2026 tidak hanya memperkuat hubungan antarpersonel, tetapi juga semakin mendekatkan kerja sama di antara institusi kepolisian dari berbagai negara.
Bali — Kapolri menyampaikan kegiatan International Association of Women Police (IAWP) yang diikuti perwakilan dari 43 negara menjadi momentum penting bagi polisi wanita dari berbagai negara untuk saling bertukar informasi, pengetahuan, dan pengalaman.
“Baru saja kami melaksanakan pembukaan kegiatan IAWP yang diikuti oleh perwakilan dari 43 negara. Rangkaian kegiatan akan berlangsung mulai hari ini hingga Kamis mendatang,” ujar Kapolri.
Kapolri berharap forum tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat, kapasitas, serta kompetensi polisi wanita, termasuk dalam mendukung pengembangan karier.
Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan pandangan Presiden IAWP mengenai pentingnya kesetaraan gender serta pengembangan peran dan karier polisi wanita.
Kapolri juga berharap keikutsertaan Polwan Indonesia dalam forum internasional tersebut dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus menyerap berbagai pengetahuan dan pengalaman dari polisi wanita negara lain.
“Kami berharap kemampuan dan kapasitas Polwan Indonesia terus meningkat, mampu bersaing di tingkat internasional, serta saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dengan polisi wanita dari berbagai negara,” ungkapnya.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Kapolri berharap Polwan Indonesia dapat terus menunjukkan profesionalisme dan kompetensi sehingga mampu sejajar dengan polisi wanita dari negara lain.
Kapolri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan IAWP. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kapasitas dan profesionalisme polisi wanita.
“Semoga IAWP menjadi forum yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme polisi wanita,” pungkasnya.
LAMONGAN — Polres Lamongan Polda Jatim memberikan penghargaan kepada empat orang warga sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan kepedulian mereka dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).
Keempat warga yang menerima penghargaan tersebut adalah Sutrisno (51), seorang penjual sempol; Moch Nukhun (46) dan Mochammad Awaludin Fahmi (36), perawat Puskesmas Deket; serta Ugas Murdiyanto (47), petugas office boy (OB) Puskesmas Deket.
Kapolres Lamongan, AKBP Adhytiawarman Gautama Putra melalui Kasi Humas Ipda M. Hamzaid menjelaskan bahwa keempat warga ini dinilai berjasa besar dalam menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) roda dua.
Peristiwa tersebut terjadi di halaman Puskesmas Deket, Desa Deket Wetan, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan beberapa hari lalu.
"Keempatnya secara spontan turut membantu mengejar dan mengamankan terduga pelaku. Setelah berhasil ditangkap, pelaku langsung diserahkan kepada pihak kepolisian," ujar Ipda M. Hamzaid, Sabtu (19/9/2026).
Prosesi penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Adimas Firmansyah di halaman Mapolres Lamongan pada Kamis (17/9/2026) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, AKP Adimas Firmansyah menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas keberanian warga yang peduli terhadap situasi keamanan di lingkungan sekitar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada petugas kepolisian terdekat atau melalui Call Center 110 agar dapat segera ditindaklanjuti," kata AKP Adimas.
Aksi dugaan pencurian sepeda motor di halaman Puskesmas Deket itu sebelumnya sempat viral dan berhasil digagalkan berkat kesigapan warga setempat dan respons cepat petugas kepolisian.
Terduga pelaku yang diketahui berinisial RK (30) berhasil diamankan setelah sempat mencoba melarikan diri saat aksinya tepergok oleh korban. (*)
*Riding ke Gunung Kelud, Polres Kediri dan Awak Media Suarakan Kesiapsiagaan Bencana*
KEDIRI — Perjalanan dari Mako Polres Kediri Polda Jatim menuju kawasan Gunung Kelud tidak sekadar menjadi ajang riding bersama.
Di balik kegiatan Sambung Guyub bersama awak media ini, Polres Kediri Polda Jatim membawa misi penting terkait edukasi kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana hidrometeorologi, Sabtu (19/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. bersama jajaran dan awak media menyambangi kawasan wisata Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Untuk memperkuat pesan edukasi, mereka memasang banner imbauan agar kewaspadaan terhadap potensi bencana menjadi perhatian utama masyarakat setempat.
Gunung Kelud sejatinya bukan satu-satunya kawasan yang perlu diwaspadai. Kondisi geografis Kabupaten Kediri yang beragam membuat ancaman bencana memiliki karakter berbeda di setiap titik, mulai dari karhutla, tanah longsor, hingga ancaman banjir lahar dingin.
AKBP Wahyudin Latif menilai, upaya menghadapi risiko tersebut harus dimulai jauh sebelum bencana terjadi. Menurutnya, deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat perlu terus digalakkan agar potensi risiko dapat diantisipasi sejak awal.
“Kita perlu menyatukan visi dan langkah untuk menghadapi berbagai ancaman, terutama bencana alam. Deteksi dini harus diperkuat dan masyarakat juga perlu terus diedukasi,” jelas AKBP Latif.
Salah satu kebiasaan masyarakat yang disoroti dalam edukasi ini adalah aktivitas membakar. Kapolres Kediri mengingatkan bahwa membuka lahan atau membuang sampah dengan cara dibakar sangat berpotensi memicu kebakaran besar, terlebih di kawasan hutan yang kering.
Selain pencegahan, kesiapan saat bencana benar-benar terjadi, juga tidak kalah krusial. Sinergi antara Polres Kediri, dan instansi terkait termasuk relawan serta Desa Tanggap Bencana (Destana) harus diperkuat melalui pemahaman tugas serta prosedur evakuasi yang matang.
Hal ini menurut AKBP Latif sangat penting agar penanganan di lapangan bisa bergerak cepat tanpa menunggu situasi memburuk.
"Kalau ada kejadian, respons harus cepat. Sarana, personel, dan SOP evakuasi harus dipersiapkan, sehingga ketika dibutuhkan semua sudah tahu apa yang harus dilakukan,” tegas AKBP Latif.
Pesan kesiapsiagaan ini dipastikan tidak akan berhenti di lereng Kelud saja. Polres Kediri Polda Jatim berkomitmen untuk terus mendorong penguatan mitigasi bencana di berbagai wilayah Kabupaten Kediri, menyesuaikan dengan potensi kerawanan dan kondisi geografis masing-masing daerah. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)